28.2 C
Cepu
BerandaBloraDinas PMD Blora: Jangan Main-main dengan Bankeu, Banyak yang Mengawasi

Dinas PMD Blora: Jangan Main-main dengan Bankeu, Banyak yang Mengawasi

METRO CEPU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, angkat bicara terkait proyek pembangunan talud di Dusun Bandul, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.

Yayuk menegaskan bahwa peran Dinas PMD dalam penyaluran Bantuan Keuangan (Bankeu) hanya sebatas memfasilitasi, melakukan verifikasi dan validasi (verval) usulan melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), serta menyampaikan rekomendasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh camat dan Dinas PMD. Kami sampaikan agar kegiatan dilaksanakan sesuai regulasi dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” ujar Yayuk, Selasa 26 Agustus 2025.

Terkait pelaksanaan kegiatan Bankeu tahun 2025, menurutnya, saat ini masih dalam proses. Yayuk pun mengingatkan agar pemerintah desa berhati-hati dalam menjalankan proyek.

“Saya minta kepala desa dan TPK melihat kembali RAB yang ada, serta melaksanakan sesuai peraturan. Jangan bermain-main, karena banyak yang mengawasi,” tegasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan talud jalan di RT 2 Dusun Bandul senilai Rp640 juta dari Bankeu 2025 menuai kritik warga. Pasalnya, pemerintah desa tidak memasang papan informasi proyek, sementara beberapa bagian bangunan sudah mengalami keretakan meski baru selesai akhir Juli lalu.

Sugito, Ketua RT 2 Dusun Bandul, mengungkapkan kerusakan cukup parah, terutama di bagian jembatan.

“Ini selesai dua minggu lalu, tapi kerusakannya sudah cukup parah. Papan proyek juga tidak ada,” ujarnya, Rabu 13 Agustus 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik menggunakan material batu lama yang hanya dipoles bagian atasnya.

“Campuran semen 1:14. Bangunan ini juga sempat diterjang banjir. Yang mengerjakan warga sini, pekerjanya dulu ada 18 orang. Papan proyek belum dipasang karena menunggu keputusan pak lurah. Intinya saya garap, dan ada tambahan permintaan warga yang juga kami turuti,” terang Darto, salah satu warga.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tinapan, Istono, menyatakan pihaknya siap melakukan perbaikan.

“Papan proyek akan kami pasang dan kerusakan akan diperbaiki. Proyek ini merupakan pokok pikiran dari Pak Mustopa,” jelasnya.

Adapun volume pekerjaan proyek talud tersebut yakni sisi kiri sepanjang 307,50 meter dan sisi kanan 260,50 meter, dengan alokasi biaya fisik Rp624 juta serta biaya operasional Rp16 juta. ***

Berita Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkait

Baru Tiga Minggu Dibangun, Talud Desa Tinapan Sudah Ambrol

METRO CEPU - Proyek pembangunan talud di RT 1 RW 4 Dukuh Kedungmulyo, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, disorot warga setempat. Pembangunan talud yang...

Proyek Rp640 Juta di Tinapan Bermasalah, Dinas PMD Blora Angkat Bicara, DPRD Bungkam

METRO CEPU - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, akhirnya angkat bicara terkait dugaan ketidaksesuaian proyek pembangunan talud di...

Bupati Blora Minta Aktivitas Sumur Minyak Ilegal Dihentikan

METRO CEPU - Bupati Blora, Arief Rohman, menyayangkan adanya aktivitas pengeboran sumur minyak yang belum berizin atau ilegal, sehingga mengabaikan aspek keselamatan. Itu dia sampaikan...