Pabrik Bioetanol Bakal Berdiri di Blora

METRO CEPU – Kabupaten Blora diproyeksikan menjadi titik awal pengembangan industri bioetanol berbasis jagung di Indonesia. Wacana tersebut muncul dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Jumat 3 April 2026.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, D Yudi Sastro, mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membangun pabrik bioetanol di Blora. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas status Blora sebagai daerah swasembada jagung.

Pembangunan pabrik bioetanol di Blora dengan target produksi 50 juta kiloliter pada tahun pertama. Blora memiliki potensi lahan jagung seluas 70.000 hektar yang dapat ditanami tiga kali dalam setahun.

“Insyaallah, pabrik bioetanol akan kita mulai dari Blora. Kita garap dari hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung melakukan pendampingan. Potensi jagung di Blora sangat besar, dan ini saatnya kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini,” tegas Dr. Yudi.

Untuk diketahui, produksi jagung nasional saat ini mencapai 18 juta ton per tahun, sementara kebutuhan pakan sebesar 16 juta ton dan kebutuhan jagung industri 1,6 juta ton. Presiden Pabowo menugaskan pengembangan jagung untuk bioenergi seluas 1 juta hektar, dengan target produksi 1 juta ton jagung pipilan kering kadar air 13-14% untuk industri.

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan penanaman jagung seluas 5 juta hektar per tahun. Blora diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam program ini.

Sementara itu, Kopassus telah menyiapkan lahan sekitar 20.000 hektar di Blora yang siap ditanami. Kementerian Pertanian akan menyediakan fasilitas, pemerintah daerah menyiapkan lahan, dan Kopassus akan menjadi pemimpin dalam pengembangan kawasan ini.

Senada dengan hal tersebut, Panglima Kopassus Letjen TNI Jon Afriandi menekankan pentingnya kedaulatan energi yang lahir dari ketahanan pangan. Ia mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam memfasilitasi integrasi tersebut.

“Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Kita harapkan Blora menjadi pilot project. Sumber dayanya sangat cocok. Mari kita bergerak dari Blora untuk bangsa, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan energi Indonesia,” ujar Letjen Jon Afriand.

Panglima Kopassus hingga Dirut Bulog Panen Jagung di Blora, Dorong Hilirisasi demi Kesejahteraan Petani

METRO CEPU – Pemerintah Kabupaten Blora menyambut kedatangan jajaran petinggi TNI dan kementerian dalam agenda Panen Raya Jagung Kuartal 1 serta Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 yang digelar di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Jumat 3 April 2026.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, serta Direktur Utama Perum Bulog.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Blora, Arief Rohman. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pusat menjadi sinyal kuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kedaulatan pangan, khususnya pada komoditas jagung yang menjadi andala daerah.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata keberhasilan kerja keras para petani dan kelompok tani. Jagung bukan sekadar komoditas strategis untuk ketahanan pangan, tapi tulang punggung ekonomi masyarakat Blora,” ujar Arief Rohman.

Bupati Blora menunjukkan bahwa daerah ini merupakan penghasil jagung nomor dua di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, produksi jagung mencapai 482.466 ton, meningkat signifikan dari 395.409 ton pada tahun 2024. Peningkatan ini diiringi perluasan lahan tanam dari 73.128 hektar menjadi 83.235 hektar.

Meski menjadi lumbung jagung, Pemkab Blora mengakui bahwa hingga saat ini belum ada satu pun pabrik pakan ternak yang berdiri di wilayah tersebut. Akibatnya, sebagian besar jagung masih dijual dalam bentuk mentah dan diangkut keluar daerah oleh pedagang perantara. Kondisi ini dinilai merugikan petani karena nilai tambah produk tidak dapat dinikmati secara lokal.

“Kami berharap adanya hilirisasi industri jagung, seperti pembangunan pabrik pakan, untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi petani. Kehadiran Panglima Kopassus, Dirjen, dan Dirut hari ini kami harapkan dapat menarik investor,” tegas Bupati.

Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan komitmennya bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Berbagai program yang dijalankan telah menunjukkan hasil nyata. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora meningkat dari 3,2 persen menjadi sekitar 5,4 persen pada tahun 2025, diikuti dengan penurunan angka kemiskinan.

Acara panen raya ini juga menandai dimulainya tanam jagung serentak kuartal kedua. Langkah tersebut untuk memastikan produktivitas lahan tetap terjaga sepanjang tahun serta menjamin stok pangan nasional.

“Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan, kami yakin hasil pertanian akan semakin optimal, sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden dalam memperkuat kedaulatan pangan,” pungkas Arief Rohman.

Apresiasi juga disampaikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat yang dinilai berhasil menjaga ritme produksi di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi harga pasar.

Sependapat dengan Bupati, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen penuh BULOG dalam mendukung petani sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” tegasnya.

Dirut BULOG juga mengungkapkan peluang besar dari komoditas jagung. “Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, mencapai sekitar 3,2 juta ton jagung. Ini peluang emas bagi petani karena jagung bisa dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan,” jelasnya.

Terpisah, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian jagung di Blora sebagai proyek percontohan nasional.

“Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan, hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian,” ujar Djon. (red)

Gunakan Mobil Dinas untuk Lebaran, Plt Sekwan DPRD Blora Dicopot dari Jabatan

METRO CEPU – Bupati Blora, Arief Rohman, akhirnya mengambil langkah tegas: mencopot Agus Listiyono dari jabatan Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blora (Plt Sekwan DPRD Blora).

Pencopotan ini dipicu penggunaan mobil dinas berpelat merah untuk kepentingan pribadi saat momentum Lebaran, praktik yang seharusnya sudah lama menjadi “pantangan” bagi pejabat publik.

Keputusan tersebut resmi berlaku per 1 April 2026. Posisi Plt Sekwan kini diisi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Blora. Langkah ini disebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah agar fasilitas negara tidak terus-menerus diperlakukan seperti milik pribadi.

“Ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi soal integritas,” tegas Bupati Blora Arief Rohman. Ia menambahkan, selain pencopotan jabatan, Agus juga dijatuhi sanksi berupa surat teguran.

Kasus ini bermula dari aksi Agus yang menggunakan mobil dinas bernomor polisi K 28 E untuk rangkaian perjalanan silaturahmi pada 21 Maret 2026. Dari kediaman bupati, ia melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua di Kunduran, lalu ke Sragen untuk menemui mertua.

Perjalanan tersebut terekam kamera warga di Jalan Raya Tangen dan viral di media sosial, memantik sorotan tajam publik.

Ironisnya, Agus mengaku mengetahui adanya Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 2 Tahun 2026 yang secara tegas melarang penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, terutama saat hari raya.

Namun, ia berdalih “kurang cermat” dalam memahami aturan. Dalih itu jelas sulit diterima. Regulasi sudah gamblang: kendaraan dinas hanya untuk kepentingan tugas, bukan urusan keluarga.

Ketika aturan sejelas itu masih dilanggar, publik wajar mempertanyakan kedisiplinan dan etika pejabat. Tindakan semacam ini tak hanya mencoreng institusi, tetapi juga menggerus kepercayaan publik.

Pencopotan Plt Sekwan DPRD Blora setelah terungkapnya penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi selama libur Lebaran mencerminkan langkah tegas dalam penegakan disiplin administrasi dan akuntabilitas publik.

Keputusan pemberhentian tersebut menegaskan bahwa fasilitas negara harus dikelola sesuai peraturan dan diprioritaskan untuk kepentingan dinas, serta memberikan sinyal kuat kepada pejabat maupun ASN lain di lingkungan Pemkab Blora tentang konsekuensi penyalahgunaan aset publik.

Selain tindakan administratif, perlu dilakukan audit penggunaan kendaraan dinas secara menyeluruh dan peninjauan prosedur peminjaman agar kejadian serupa tidak terulang, memastikan konsistensi pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin, tanpa tebang pilih.***

Desa Janjang Ditetapkan Sebagai Desa Budaya

METRO CEPU – Gelaran tradisi Manganan Janjang tahun ini terasa lebih istimewa bagi masyarakat Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Dalam puncak acara yang berlangsung di kompleks Makam dan Tapaan Mbah Janjang (Jatikusumo-Jatiswara), Jumat 27 Maret 2026, tradisi ini resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional.

Bupati Blora, Arief Rohman, hadir langsung menyerahkan sertifikat penetapan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan nomor 169/WB/KB.00.01/2025. Bersamaan dengan itu, Bupati juga menyerahkan SK Bupati Blora Nomor 400.6/487/2025 yang menetapkan Desa Janjang sebagai Desa Budaya.

“Semoga penetapan ini semakin mengukuhkan Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya di Kabupaten Blora. Ini sudah ‘paten’ dan harus kita lestarikan. Selain menjadi daya tarik wisata religi, status ini harus menjadi pendorong bangkitnya perekonomian desa,” ujar Bupati Arief yang hadir didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini dan jajaran Forkopimda.

Filosofi Berbagi dalam Bungkus Daun Jati

Manganan Janjang merupakan tradisi sedekah bumi yang rutin digelar setiap Jumat Pon pasca-Lebaran Idulfitri. Ribuan warga dari berbagai daerah—termasuk Jawa Timur hingga Jawa Barat—tampak memadati kompleks makam sejak pagi hari. Mereka datang membawa “ambeng” atau nasi tumpeng lengkap dengan ingkung ayam sebagai wujud syukur atas hasil bumi setahun terakhir.

Keunikan tradisi ini terletak pada proses pembagian makanan. Seluruh sumbangan warga dikumpulkan, ditambah dengan daging dari sapi dan kambing yang disembelih oleh pihak desa, kemudian dimasak bersama dan dibagikan gratis kepada seluruh pengunjung.

Panitia menyediakan ribuan lembar daun jati sebagai pembungkus nasi berkat. Antrean peziarah yang tertib di gazebo utara makam utama menjadi potret kerukunan yang kental. Selama acara berlangsung, alunan Kesenian Wayang Krucil khas Janjang turut mengiringi, menjaga marwah budaya peninggalan Mbah Jatikusumo.

Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi

Kunjungan ribuan peziarah ini membawa dampak ekonomi nyata bagi warga setempat. Bupati Arief yang datang mengendarai Vespa bersama rombongan, sempat berjalan kaki sejauh 300 meter menuju makam utama dan mengamati geliat ratusan pedagang UMKM.

“Luar biasa, ini adalah tradisi sedekah bumi paling ramai di Blora. Akses jalan dari Cabak ke Janjang yang sudah dibangun pemerintah membuat perjalanan semakin nyaman. Kami berharap potensi ini terus ditata lebih baik oleh pemerintah desa,” tambah Bupati.

Salah satu peziarah asal Bojonegoro, Sumirah (56), mengaku rutin hadir untuk mencari keberkahan. “Awalnya hanya ingin ziarah dan mencicipi nasi daun jati yang rasanya sedap. Namun sekarang saya ikut membawa ambeng untuk bersedekah. Acaranya sangat guyub,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Adit (25), warga Rembang yang baru pertama kali hadir. “Ternyata meskipun letaknya di pelosok, tradisinya sangat kuat dan suasananya sejuk. Betah rasanya di sini,” tuturnya.

Harapan Desa Terhindar dari ‘Pagebluk’

Kepala Desa Janjang, Ngasi, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang tahun ini dinilai lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran Bupati dan rombongan dianggap sebagai suntikan semangat bagi warga desa dalam melestarikan adat.

“Alhamdulillah, cuaca cerah dan pengunjung sangat membeludak. Harapan kami dengan doa bersama dan sedekah ini, Desa Janjang selalu diberikan keselamatan dan jauh dari pagebluk (wabah penyakit),” ujar Ngasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini atau yang akrab disapa Budhe Rini, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti Manganan Janjang. “Ternyata ramai sekali dan nasi daun jatinya memang juara, enak khas ‘ndeso’ yang bikin kangen. Tahun depan saya pasti ke sini lagi,” pungkasnya. (red)

Bupati Arief Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Pelayanan

METRO CEPU – Bupati Blora, Arief Rohman, mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai titik balik peningkatan kualitas pelayanan publik. Semangat Idulfitri diharapkan menjadi energi baru dalam menghadapi berbagai tantangan efisiensi ke depan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Arief dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora yang digelar pada Jumat, 27 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Ketua Tim Penggerak PKK, serta seluruh jajaran Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Blora.

“Setelah melalui bulan Ramadan dan Idulfitri, kita harus kembali bekerja dengan energi yang lebih besar. Saya meminta seluruh aparatur pemerintah memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati Arief.

Bupati menyadari bahwa tantangan tata kelola pemerintahan ke depan tidaklah mudah, terutama terkait isu efisiensi anggaran dan perkembangan situasi global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya terobosan kreatif dari setiap instansi.

“Kita belum tahu pasti tantangan kedepannya seperti apa, mungkin akan ada efisiensi dan penghematan. Namun, saya berpesan agar pelayanan masyarakat tidak boleh kendor. Di sinilah pentingnya inovasi agar kinerja tetap optimal meskipun dalam keterbatasan,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan jajarannya untuk tetap fleksibel terhadap kebijakan dari pemerintah pusat maupun provinsi, termasuk kesiapan jika sewaktu-waktu diberlakukan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) atau penyesuaian birokrasi lainnya.

Dalam kesempatan yang penuh kehangatan tersebut, Bupati Arief secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H kepada seluruh pegawai.

“Mewakili saya, Ibu Wakil Bupati, dan Ketua TP PKK, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Jika selama kami memimpin terdapat kekhilafan dalam berinteraksi maupun dalam kebijakan, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya,” ungkapnya.

Acara halalbihalal ini juga diisi dengan tausiyah oleh KH Subhan Mashuri dari Mojowetan, Banjarejo. Dalam ceramahnya, KH Subhan menekankan pentingnya keikhlasan dan tanggung jawab ASN sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesama manusia.

Kegiatan diakhiri dengan tradisi bersalam-salaman yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon hingga staf di lingkungan Setda Blora sebagai simbol penguatan silaturahmi dan kekompakan tim dalam membangun Kabupaten Blora. (red)

Bupati Blora Upayakan Bantuan Inpres

METRO CEPUBupati Blora, Arief Rohman, berkomitmen untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan. Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Blora tengah mengupayakan bantuan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk menuntaskan persoalan jalan di wilayah tersebut.

Hal itu ditegaskan Bupati Arief saat meninjau langsung aksi gotong royong warga Desa Nglebak yang viral di media sosial karena memperbaiki jalan secara swadaya, Rabu 18 Maret 2026.

“Kami mengupayakan agar ruas jalan di Nglebak ini bisa mendapatkan dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). Saya akan perjuangkan itu,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut, Rabu, 25 Maret 2026.

Bantah Tudingan Sekadar Konten

Menanggapi isu di media sosial yang menyebut kunjungannya hanya untuk kebutuhan konten pasca-viral, Mas Arief memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan kehadirannya merupakan bentuk apresiasi nyata dan dukungan terhadap semangat swadaya masyarakat.

“Saya datang ke Nglebak bukan semata-mata untuk konten. Saya memberi apresiasi dan menyerahkan bantuan nyata. Saya bantu 300 sak semen dan sudah memerintahkan OPD terkait untuk mengirim grosok (tanah uruk). Sama sekali tidak ada niat hanya ingin membuat konten,” tandasnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, membantah anggapan miring tersebut. Ia menjelaskan bahwa kehadiran orang nomor satu di Blora itu justru atas undangan pihak desa.

“Pak Bupati datang karena kami undang. Beliau membawa bantuan semen dan material grosok yang sangat kami butuhkan untuk perbaikan jalan ini,” jelas Eko.

Potensi Ekonomi dan Strategi Pembangunan

Desa Nglebak merupakan sentra pertanian tebu dan peternakan sapi yang strategis. Namun, tantangan geografis cukup berat karena jaraknya mencapai 55 kilometer dari pusat Kota Blora dengan waktu tempuh hingga 2 jam. Akibatnya, aktivitas ekonomi warga lebih banyak mengalir ke wilayah Ngawi, Jawa Timur, yang hanya berjarak 10 kilometer.

Melihat potensi tersebut, Bupati berencana menjadikan Desa Nglebak dan Desa Megeri sebagai pusat ekonomi baru di wilayah selatan Blora. Terlebih, saat ini terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melintasi kawasan tersebut.

“Nantinya dua desa ini akan menjadi pusat ekonomi. Dengan adanya PSN, otomatis akses jalan akan diperkuat. Namun, kami tetap mengupayakan percepatan di APBD Perubahan 2026 atau paling lambat 2027 melalui skema IJD tadi,” tambah Mas Arief.

Inspirasi bagi Desa Lain

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini sempat berjalan kaki berkeliling kampung untuk melihat hasil rabat beton di ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung.

Bupati mengaku terenyuh melihat warga lintas generasi, termasuk ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi, bersatu demi membangun desa. Ia pun menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar menjadikan model gotong royong di Nglebak sebagai percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora.

“Kebutuhan infrastruktur di 16 kecamatan dan 295 desa memang sangat besar. Kami memohon maaf jika belum semua tertangani, namun semangat seperti di Nglebak ini adalah modal besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Baznas Blora. (red)

Safari Ramadan 2026, BNI Kantor Cabang Cepu Salurkan 458 Paket Sembako di Blora dan Sekitarnya

METRO CEPU – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyelenggarakan program Safari Ramadan 2026 di Kabupaten Blora dan sekitarnya. Melalui BNI Kantor Cabang (KC) Cepu, sebanyak 458 paket sembako didistribusikan secara serentak kepada masyarakat dan yayasan pendidikan mulai Kamis 12 Maret 2026 hingga Jumat 13 Maret 2026.

Penyaluran bantuan ini menyasar sejumlah titik di Kecamatan Cepu, Randublatung, dan Kabupaten Blora. Di antaranya adalah TPQ An-Nahdliyah Cabang Cepu, Yayasan Perguruan Islam PSM Randublatung, Ponpes Islam Al-Balad, SDIT Permata Mulia, Yayasan Alkautsar, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Pemimpin BNI KC Cepu, Yurika Skripsianingrum, didampingi Wakil Pemimpin BNI KC Cepu, Lia Ratnasari, terjun langsung untuk berinteraksi dengan anak-anak yatim dan warga penerima manfaat.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih BNI. Harapannya dapat membawa manfaat serta menghadirkan senyum kebahagiaan sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” ujar Yurika dalam keterangan resminya.

Program Safari Ramadan 2026 ini merupakan agenda tahunan BNI yang dilaksanakan di lebih dari 10 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Selain pembagian sembako, rangkaian kegiatan sosial secara nasional juga mencakup pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Melalui aksi ini, BNI berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat sesuai dengan moto perusahaan, “Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa.” (red)

Komunitas Bojonegoro History Sukses Gelar Tadarus Sejarah Budaya Bojonegoro

METRO CEPUKomunitas Bojonegoro History sukses menggelar kegiatan Tadarus Sejarah Budaya Bojonegoro dengan tema “Membaca Sejarah Perbatasan Bojonegoro” pada Senin, 16 Maret 2026, di halaman Deulleuda Coffee.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan para pegiat sejarah, komunitas, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan kebudayaan Bojonegoro.

Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang datang dari berbagai daerah, baik dari Bojonegoro maupun luar daerah. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif hingga waktu berbuka puasa bersama.

Pada sesi awal, Muhammad Yuda Pradana, pegiat Jonegoroan Berdaya Bersama, menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun ekosistem komunitas yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yuda menekankan bahwa komunitas tidak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi juga harus mampu menjadi wadah kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta menciptakan gerakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan komunitas sangat ditentukan oleh konsistensi kegiatan, keterbukaan terhadap kolaborasi, serta kemampuan merawat jaringan antar pegiat.

Selanjutnya, Founder Bojonegoro History, Muhammad Andrea, memaparkan profil, visi, serta berbagai kegiatan yang telah dijalankan oleh komunitas tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Bojonegoro History hadir sebagai ruang literasi sejarah lokal yang berupaya menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah daerahnya.

“Berbagai kegiatan seperti diskusi sejarah, riset lapangan, hingga publikasi tulisan sejarah lokal menjadi bagian dari upaya komunitas dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sejarah dan kebudayaan Bojonegoro,” kata dia.

Setelah berbuka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi utama bertajuk “Membaca Sejarah Perbatasan Bojonegoro” yang disampaikan oleh Muhamad Margi Anggoro Putra, alumni Jurusan Sejarah dari salah satu perguruan tinggi di Kediri, Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Putra menjelaskan bahwa wilayah perbatasan Bojonegoro dengan beberapa kabupaten tetangga menyimpan jejak sejarah yang cukup kompleks dan menarik untuk diteliti lebih lanjut.

Ia memaparkan bahwa di beberapa wilayah perbatasan ditemukan berbagai artefak dan peninggalan sejarah, seperti prasasti batu, batu lumpang, batu yoni, hingga lempengan prasasti yang diduga berasal dari masa Majapahit.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan perbatasan Bojonegoro pada masa lampau kemungkinan memiliki peran penting dalam jaringan permukiman, aktivitas ekonomi, maupun praktik keagamaan pada masa klasik Jawa.

Melalui kegiatan ini, Gema Romadhoni selaku panitia diskusi menyampaikan bahwa Komunitas Bojonegoro History berharap kegiatan semacam ini dapat mendorong tumbuhnya minat masyarakat untuk lebih mengenal sejarah lokal.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka ruang diskusi dan penelitian lebih lanjut mengenai berbagai situs serta temuan sejarah yang ada di wilayah Bojonegoro, khususnya di kawasan perbatasan yang selama ini masih jarang dikaji secara mendalam. (red)

Berita Cepu, Blora, Bojonegoro dan Sekitarnya