METRO CEPU – Pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Kecamatan Blora, mengalami hambatan dan terhenti. Kendala utama terletak pada proses perizinan terkait status lahan yang merupakan aset Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.
Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, mengungkapkan hal tersebut dan telah meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Blora untuk turun tangan.
“Kami meminta bantuan Bupati agar proses perizinan pembangunan gedung KKMP Kunden bisa ikut dikawal hingga ke Kemenpora RI, karena lahan yang digunakan merupakan aset di bawah naungan kementerian tersebut,” jelas Rohmah, belum lama ini.
Ia berharap dengan pendampingan dari pemerintah daerah, proses birokrasi yang menghambat realisasi pembangunan dapat dipercepat. KKMP sendiri merupakan program yang digulirkan pemerintah pusat untuk mendorong ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Menanggapi hal ini, Bupati Blora Arief Rohman mengakui bahwa persoalan lahan bukan hanya dialami oleh KKMP Kunden. Ia menyebutkan beberapa KKMP dan Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) lain di wilayahnya juga menghadapi masalah serupa terkait kepastian lahan.
“Di Blora ini ada beberapa KKMP dan KDMP yang lahannya belum tuntas. Ada yang memakai tanah di bawah kelola Kementerian maupun aset BUMN seperti Perhutani maupun Pertamina,” ujar Bupati Arief.
Untuk menyelesaikan masalah yang berlarut-larut ini, Bupati berjanji akan melakukan koordinasi intensif.
“Nanti akan dirapatkan kembali bersama dengan pihak-pihak terkait. Sehingga akan kita koordinasikan lebih lanjut agar bisa bersama-sama mendukung KKMP dan KDMP, yang merupakan program Bapak Presiden,” tegasnya. (red)












