METRO CEPU – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan pengerjaan perbaikan Jalan Randublatung Cepu di Kabupaten Blora segera direalisasikan pada tahun anggaran 2026.
Proyek penanganan infrastruktur jalan provinsi tersebut saat ini telah resmi memasuki tahapan pelelangan umum dengan total alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp5,276 miliar.
Perihal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, Senin, 1 Juni 2026.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” ujar Henggar.
Dikatakan, Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah terus melakukan evaluasi teknis terhadap rencana awal pengerjaan proyek. Langkah tersebut dilakukan agar efisiensi anggaran dapat tercapai secara maksimal.
Adapun berdasarkan perhitungan dan pemetaan awal yang telah diselesaikan oleh tim teknis, anggaran sebesar Rp5,276 miliar tersebut sedianya diprioritaskan untuk menangani kerusakan fisik jalan skala berat yang berlokasi di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
Lebih lanjut, Henggar menjelaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program intervensi jalan yang telah berjalan secara bertahap di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Pada tahun anggaran 2025 sebelumnya, Pemprov Jateng telah menyelesaikan penanganan fisik untuk ruas jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 km yang melintasi wilayah Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan dengan total realisasi anggaran sebesar Rp19,92 milar.
Sepanjang periode tahun anggaran 2025 hingga 2026, Pemprov Jateng telah mengalokasikan total dana APBD sebesar Rp45,86 miliar khusus untuk membiayai perbaikan dan perawatan berkala jalan provinsi di Kabupaten Blora dengan target total panjang penanganan mencapai 101,5 km.
Selain mengandalkan kapasitas anggaran daerah, dinas terkait juga menempuh koordinasi melalui usulan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Henggar menyebutkan bahwa terdapat tiga ruas jalan di Kabupaten Blora yang diajukan ke dalam program prioritas nasional tersebut dengan harapan seluruhnya dapat terlaksana dengan baik.
Adapun sepanjang tahun ini, Jawa Tengah telah melayangkan dokumen permohonan dukungan pendanaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp46,6 miliar untuk percepatan penanganan jalan Singget-Doplang-Cepu.
Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh jajaran dinas teknis merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan.
Menurutnya, dinamika penyampaian keluhan warga yang viral di media sosial harus menjadi bahan evaluasi agar aparatur pemerintah daerah menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan riil publik di lapangan.
“Jangan asal-asalan, harus dikerjakan secara profesional,” ujar Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.
Manajemen prioritas penanganan juga menjadi poin instruksi yang ditekankan kepada jajaran Balai Pengelolaan Jalan maupun dinas terkait di tingkat provinsi.
Titik-titik jalan provinsi yang memiliki indeks kerusakan struktural tingkat berat dan berlubang wajib ditempatkan pada skala prioritas utama dalam urutan pelaksanaan konstruksi agar risiko gangguan mobilitas dapat ditekan.
Sebagai informasi, langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut menjadi respon atas aksi protes yang dilakukan warga Kecamatan Randublatung, beberapa waktu lalu.
Secara swadaya, warga mengumpulkan dana dan menguruk lubang-lubang di ruas Jalan Randublatung Cepu. Batang pohon pisang juga ditanam sebagai ungkapan protes warga atas kerusakan yang terjadi di ruas jalan tersebut.***







Leave a Reply
View Comments