Tumpahan Diduga Minyak Mentah di Jalur Sambong-Cepu, Picu Kecelakaan

Tumpahan Diduga Minyak Mentah di Jalur Sambong-Cepu, Picu Kecelakaan
Petugas Damkar melakukan pembersihan tumpahan minyak. (red)

METRO CEPU – Jalan Nasional ruas Sambong-Cepu, Kabupaten Blora, dilanda insiden tumpahan diduga solar atau minyak mentah pada Senin 27 Juli 2026 malam, memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas yang meresahkan pengguna jalan.

Tumpahan sepanjang 50 hingga 100 meter tersebut dilaporkan membentang dari wilayah Kecamatan Sambong hingga Cepu, termasuk di Jalan By Pass Cepu. Kondisi jalan yang licin akibat tumpahan diduga menjadi penyebab utama tergelincirnya sejumlah kendaraan.

Seorang warga bernisal F menuturkan, kejadian ini telah banyak memakan korban. Sejak semalam, kata dia, tumpahan solar atau minyak mentah mulai dari Sambong, Cepu dan di jalan By Pass Cepu.

“Saya tidak tahu sumber minyak mentah atau solarnya darimana asalnya, dugaan minyak mentah dan ini sangat meresahkan masyarakat terutama pengguna jalan,” ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa di persimpangan depan BNI Cepu, terdapat korban luka parah, meskipun belum dapat memastikan apakah korban meninggal dunia atau tidak.

Kasi Damkar Satpol PP Blora, Didik Supriyadi, menyatakan laporan tumpahan diterima petugas dari pos terdekat dan tim langsung bergerak ke lokasi dengan estimasi waktu tiba maksimal 15 menit.

“Untuk tumpahan minyak mentah atau solar biasanya terjadi di tikungan,” ujar Didik saat dikonfirmasi.

Begitu tiba di lokasi, petugas langsung melakukan penyiraman untuk membersihkan jalan. Damkar Blora juga menggunakan cairan pembersih atau deterjen agar aspal tidak licin dan membahayakan pengguna jalan.

“Pembersihan di lapangan estimasi antara 30 menit sampai 1 jam,” jelasnya.

Didik mengimbau pengendara yang melintas di ruas Sambong-Cepu untuk berhati-hati dan mengurangi kecepatan, terutama saat melintasi tikungan yang rawan tumpahan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Blora AKP Anggito Erry Kurniawan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab tumpahan, termasuk menelusuri kendaraan yang diduga menjadi sumber kebocoran.

“Kami masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini,” kata AKP Anggito.

Petugas gabungan dari Damkar, Satlantas, dan instansi terkait telah berada di lokasi untuk melakukan sterilisasi dan pengaturan arus lalu lintas selama proses pembersihan berlangsung. (red)