Arsip Tag: ketahanan pangan nasional

Pabrik Bioetanol Bakal Berdiri di Blora

METRO CEPU – Kabupaten Blora diproyeksikan menjadi titik awal pengembangan industri bioetanol berbasis jagung di Indonesia. Wacana tersebut muncul dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Jumat 3 April 2026.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, D Yudi Sastro, mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membangun pabrik bioetanol di Blora. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas status Blora sebagai daerah swasembada jagung.

Pembangunan pabrik bioetanol di Blora dengan target produksi 50 juta kiloliter pada tahun pertama. Blora memiliki potensi lahan jagung seluas 70.000 hektar yang dapat ditanami tiga kali dalam setahun.

“Insyaallah, pabrik bioetanol akan kita mulai dari Blora. Kita garap dari hulu hingga hilir dalam bentuk bioenergi. Tim kami akan turun langsung melakukan pendampingan. Potensi jagung di Blora sangat besar, dan ini saatnya kita kembangkan etanol jagung mulai dari sini,” tegas Dr. Yudi.

Untuk diketahui, produksi jagung nasional saat ini mencapai 18 juta ton per tahun, sementara kebutuhan pakan sebesar 16 juta ton dan kebutuhan jagung industri 1,6 juta ton. Presiden Pabowo menugaskan pengembangan jagung untuk bioenergi seluas 1 juta hektar, dengan target produksi 1 juta ton jagung pipilan kering kadar air 13-14% untuk industri.

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan penanaman jagung seluas 5 juta hektar per tahun. Blora diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam program ini.

Sementara itu, Kopassus telah menyiapkan lahan sekitar 20.000 hektar di Blora yang siap ditanami. Kementerian Pertanian akan menyediakan fasilitas, pemerintah daerah menyiapkan lahan, dan Kopassus akan menjadi pemimpin dalam pengembangan kawasan ini.

Senada dengan hal tersebut, Panglima Kopassus Letjen TNI Jon Afriandi menekankan pentingnya kedaulatan energi yang lahir dari ketahanan pangan. Ia mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam memfasilitasi integrasi tersebut.

“Luar biasa, jagung bukan cuma pangan tapi juga energi. Kita harapkan Blora menjadi pilot project. Sumber dayanya sangat cocok. Mari kita bergerak dari Blora untuk bangsa, meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan energi Indonesia,” ujar Letjen Jon Afriand.

Panglima Kopassus hingga Dirut Bulog Panen Jagung di Blora, Dorong Hilirisasi demi Kesejahteraan Petani

METRO CEPU – Pemerintah Kabupaten Blora menyambut kedatangan jajaran petinggi TNI dan kementerian dalam agenda Panen Raya Jagung Kuartal 1 serta Tanam Jagung Serentak Kuartal 2 yang digelar di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Jumat 3 April 2026.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, serta Direktur Utama Perum Bulog.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Blora, Arief Rohman. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pusat menjadi sinyal kuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kedaulatan pangan, khususnya pada komoditas jagung yang menjadi andala daerah.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata keberhasilan kerja keras para petani dan kelompok tani. Jagung bukan sekadar komoditas strategis untuk ketahanan pangan, tapi tulang punggung ekonomi masyarakat Blora,” ujar Arief Rohman.

Bupati Blora menunjukkan bahwa daerah ini merupakan penghasil jagung nomor dua di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, produksi jagung mencapai 482.466 ton, meningkat signifikan dari 395.409 ton pada tahun 2024. Peningkatan ini diiringi perluasan lahan tanam dari 73.128 hektar menjadi 83.235 hektar.

Meski menjadi lumbung jagung, Pemkab Blora mengakui bahwa hingga saat ini belum ada satu pun pabrik pakan ternak yang berdiri di wilayah tersebut. Akibatnya, sebagian besar jagung masih dijual dalam bentuk mentah dan diangkut keluar daerah oleh pedagang perantara. Kondisi ini dinilai merugikan petani karena nilai tambah produk tidak dapat dinikmati secara lokal.

“Kami berharap adanya hilirisasi industri jagung, seperti pembangunan pabrik pakan, untuk meningkatkan nilai ekonomi bagi petani. Kehadiran Panglima Kopassus, Dirjen, dan Dirut hari ini kami harapkan dapat menarik investor,” tegas Bupati.

Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan komitmennya bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Berbagai program yang dijalankan telah menunjukkan hasil nyata. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora meningkat dari 3,2 persen menjadi sekitar 5,4 persen pada tahun 2025, diikuti dengan penurunan angka kemiskinan.

Acara panen raya ini juga menandai dimulainya tanam jagung serentak kuartal kedua. Langkah tersebut untuk memastikan produktivitas lahan tetap terjaga sepanjang tahun serta menjamin stok pangan nasional.

“Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan, kami yakin hasil pertanian akan semakin optimal, sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden dalam memperkuat kedaulatan pangan,” pungkas Arief Rohman.

Apresiasi juga disampaikan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat yang dinilai berhasil menjaga ritme produksi di tengah tantangan cuaca dan fluktuasi harga pasar.

Sependapat dengan Bupati, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen penuh BULOG dalam mendukung petani sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” tegasnya.

Dirut BULOG juga mengungkapkan peluang besar dari komoditas jagung. “Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, mencapai sekitar 3,2 juta ton jagung. Ini peluang emas bagi petani karena jagung bisa dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan,” jelasnya.

Terpisah, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian jagung di Blora sebagai proyek percontohan nasional.

“Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan, hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian,” ujar Djon. (red)