Arsip Kategori: Peristiwa

Diduga Sempat Diselewengkan, Dana Desa Sendang Rp100 Juta Akhirnya Dikembalikan ke Kas Desa

METRO CEPU – Teka-teki raibnya Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Sendang, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Dana sebesar Rp100 juta yang menjadi temuan Inspektorat tersebut dilaporkan telah dikembalikan ke Rekening Kas Desa (RKD).

Inspektur Daerah Kabupaten Blora, Irfan Agustian Iswandaru, mengonfirmasi bahwa pihak Pemerintah Desa Sendang telah menindaklanjuti perintah pengembalian dana tersebut.

“Kesimpulannya, Desa Sendang sudah mengembalikan,” ujar Irfan saat dikonfirmasi pada Senin 16 Maret 2026.

Kasus ini mencuat berawal dari monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan DD tahap II yang dilakukan pihak kecamatan pada 10 Desember 2025. Dana kegiatan fisik tahap II dilaporkan telah cair seluruhnya sebelum September 2025.

Namun, hingga akhir tahun anggaran 2025, proyek pengaspalan jalan yang seharusnya dibiayai dana tersebut tidak kunjung dikerjakan. Berdasarkan pemeriksaan, Inspektorat menemukan adanya penyimpangan dan memerintahkan pengembalian dana Rp100 juta ke kas desa.

Irfan menjelaskan bahwa pengembalian dana dilakukan melalui mekanisme perbankan dan telah dinyatakan sah secara administrasi.

“Sudah ada tanda setoran Bank Jateng ke kas desa yang tervalidasi,” ungkapnya. Namun, terkait transparansi fisik bukti setoran tersebut, pihak Inspektorat mengarahkan media untuk meminta langsung kepada pihak desa.

Terpisah, Kepala Desa Sendang, Ongki Kurniawan, membenarkan bahwa dirinya telah memulangkan dana yang sempat diduga digelapkan tersebut.

“Sudah saya kembalikan,” kata Ongki singkat saat dikonfirmasi.

Meski dana telah dikembalikan, perlu diketahui bahwa kasus dugaan penyimpangan ini sebelumnya telah resmi dilaporkan ke Polres Blora pada tanggal 3 Maret 2026. (red)

Cukup Lewat WhatsApp, Polantas Jateng Bantu Pemudik Dapatkan Info Jalur dan Posko Pelayanan

METRO CEPU – Polda Jawa Tengah menghadirkan layanan digital Chatbot Polantas Jateng berbasis WhatsApp sebagai sarana informasi bagi masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

Inovasi ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat, khususnya para pemudik, dalam memperoleh informasi lalu lintas secara cepat, mudah, dan otomatis.

Chatbot Polantas Jateng merupakan platform layanan informasi lalu lintas yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat melalui aplikasi WhatsApp.

Melalui layanan ini, pengguna dapat memperoleh berbagai informasi penting terkait kondisi lalu lintas secara real-time, jalur mudik dan jalur alternatif, hingga lokasi fasilitas pendukung perjalanan seperti pos pelayanan dan rest area.

Selain itu, layanan ini juga menyediakan informasi terkait rekayasa lalu lintas, lokasi dan nomor telepon penting, layanan laporan dan bantuan darurat, lokasi objek wisata, serta layanan administrasi lalu lintas seperti SIM, STNK, dan BPKB.

Untuk mengakses layanan ini, masyarakat cukup memindai QR Code menggunakan kamera smartphone yang tersedia pada berbagai media publikasi.

Setelah itu, sistem akan secara otomatis terhubung dengan WhatsApp Chat Polantas Jateng, dan pengguna dapat memilih menu layanan dengan mengetik angka sesuai pilihan informasi yang tersedia. Selain melalui QR Code, layanan ini juga dapat diakses langsung melalui nomor 0877-110-110-10.

Apabila masyarakat ingin mengetahui lokasi pos pelayanan terdekat, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur share location melalui WhatsApp sehingga sistem dapat memberikan informasi yang lebih akurat sesuai posisi pengguna.

Dalam keterangannya, Kasatgas Humas OKC 2026 Kombes Pol. Artanto menjelaskan bahwa inovasi layanan chatbot ini merupakan bagian dari upaya Polda Jateng meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi.

“Chatbot Polantas Jateng merupakan bentuk transformasi pelayanan publik yang memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan informasi lalu lintas secara cepat, mudah, dan responsif kepada masyarakat, khususnya selama periode mudik Lebaran,” ujar Kombes Pol. Artanto, 15 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa layanan ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya akses yang mudah melalui WhatsApp, respon cepat dan otomatis, layanan aktif selama 24 jam, dukungan pertanyaan melalui pesan suara, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemudik dari berbagai daerah.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memanfaatkan layanan ini guna memperoleh informasi lalu lintas secara cepat dan akurat, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik dan aman,” ujarnya.

Melalui berbagai inovasi layanan yang dihadirkan selama Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jawa Tengah terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna memastikan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran berlangsung aman, tertib, dan lancar. (red)

Siaga Cegah Kecelakaan, Damkar Cepu Sigap Tangani Tumpahan Solar di Jalan Ronggolawe

METRO CEPU – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Cepu bergerak cepat membersihkan tumpahan solar di jalan raya yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, Sabtu 14 Maret 2026 siang di kawasan Pertigaan Ketapang, Jalan Ronggolawe.

Dalam laporannya, Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyono Winarno, tindakan ini merupakan respons atas laporan warga yang khawatir dengan kondisi jalan licin akibat tumpahan bahan bakar minyak tersebut.

“Menindaklanjuti laporan warga, tim kami langsung bersiap dan meluncur ke lokasi,” ujarnya dalam laporan kegiatan Pos Damkar Cepu.

Sesampainya di Pertigaan Ketapang, petugas segera mempersiapkan peralatan dan melakukan imbauan kepada warga sekitar untuk tidak mendekat demi keamanan selama proses pembersihan berlangsung.

Dengan sigap dan peralatan yang memadai, tim berhasil menuntaskan pembersihan jalan dalam waktu kurang dari 30 menit. Mengembalikan kondisi jalan seperti sedia kala dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Beruntung, dalam peristiwa tumpahan solar ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Damkar Cepu dalam menangani berbagai situasi darurat non-kebakaran yang membahayakan masyarakat,” kata dia. (red)

Wakil Bupati Blora Sidak SPPG di Randublatung Menyusul Ada Aduan Masyarakat

METRO CEPU – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas sajian Menu Bergizi Gratis (MBG), Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbecici di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, pada Rabu 11 Maret 2026.

Diketahui, baru-baru ini ada aduan dari masyarakat yang menilai sajian MBG yang disediakan oleh SPPG Kedungbecici kurang layak.

“Siang hari ini kami langsung menindaklanjuti laporan masyarakat. Ada aduan dari masyarakat di wilayah SPPG Kedungbecici Desa Kutukan, Randublatung, terkait sajian menu MBG di bulan Ramadan ini yang dinilai kurang layak,” ujar Wakil Bupati Blora, saat meninjau langsung lokasi.

Kesempatan tersebut, Budhe Rini sapaan akrabnya, menegaskan kepada pihak pengelola agar segera melakukan pembenahan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Ia juga menyarankan agar bahan baku makanan diambil dari wilayah sekitar guna mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kami sudah menyampaikan kepada penanggung jawab SPPG agar segera membenahi dan memperbaiki sajian MBG yang akan diberikan. Ke depan kami harapkan bahan pokok diambil atau dibeli dari wilayah sekitar sini, sehingga bisa mengoptimalkan dan memberdayakan UMKM di sekitar SPPG, atau berbelanja di pasar-pasar terdekat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau kinerja SPPG Kedungbecici untuk memastikan adanya perbaikan pelayanan.

“Kedepan akan kita pantau terus kinerja SPPG ini, apakah ada perubahan dan perbaikan atau tidak. Jika tidak ada perbaikan seperti yang kita harapkan, maka akan kita laporkan ke BGN,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan tim dapur agar lebih memperhatikan standar kebersihan dan kelayakan makanan.

“Saya titip pesan kepada tim dapur, jangan sampai ada ulat, jangan sampai ada makanan yang basi, dan jangan sampai ada sajian yang tidak layak untuk diberikan kepada anak-anak sekolah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, penanggung jawab SPPG Kedungbecici juga membuat surat pernyataan kesanggupan untuk memperbaiki pelayanan dan kualitas sajian MBG.

Surat pernyataan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Blora, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Camat Randublatung.

Adapun pihak yang menandatangani surat pernyataan tersebut yakni Kepala SPPG Kedungbecici M. Afif, Akuntan Ahmad Nafiruddin, serta Ahli Gizi Lambang Aryanto.

Dalam surat tersebut, pihak pengelola menyatakan kesanggupan untuk meningkatkan mutu dan kualitas sajian MBG yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Selain itu, mereka juga berkomitmen mematuhi ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk dalam penyediaan bahan baku dengan memberdayakan UMKM di sekitar wilayah SPPG serta memenuhi standar harga yang telah ditetapkan.

Usai peninjauan, Wakil Bupati juga melihat langsung kondisi sarana dan prasarana SPPG Kedungbecici. Ia turut memberikan arahan agar pengelola segera melengkapi fasilitas pengolahan limbah dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mendukung operasional dapur yang lebih sehat dan ramah lingkungan. (red)

Wabup Blora Soroti Kualitas Menu MBG

METRO CEPU – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyoroti kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sosialisasi regulasi terbaru yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa 10 Maret 2026. Sorotan ini menyusul masih adanya aduan masyarakat terkait kelayakan sajian makanan.

Untuk diketahui, sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Wabup Sri Setyorini ini bertujuan memperkuat pemahaman para pelaksana program terhadap aturan terbaru sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan MBG di Kabupaten Blora.

Hadir mendampingi Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Edi Widayat. Sosialisasi tersebut juga diikuti perwakilan Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, Ketua Satgas Kecamatan se-Kabupaten Blora, Perwira Seksi Teritorial Kodim 0721/Blora, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Daerah, seluruh yayasan yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta para Kepala SPPG di wilayah Kabupaten Blora.

Kesempatan itu, Wakil Bupati Blora menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru yang mengatur penyelenggaraan program MBG. Ia juga menyoroti sejumlah aduan masyarakat yang perlu segera ditindaklanjuti oleh para pengelola SPPG, terutama terkait kualitas menu yang disajikan.

“SPPG harus memahami bagaimana regulasi terbaru terkait program MBG dari Presiden Prabowo. SPPG juga harus segera memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Jika belum memahami, bisa bertanya dan mencontoh ke SPPG yang sudah memiliki IPAL,” ujar Sri Setyorini.

Menurutnya, Program MBG merupakan langkah strategis dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, seluruh pelaksana di lapangan diminta memperhatikan kualitas menu dan kelayakan penyajian makanan.

“Program MBG ini sangat baik untuk pemenuhan gizi anak-anak. Saya memahami seluruh tim sudah bekerja keras mulai dari memasak, menyajikan hingga menyiapkan makanan. Namun kualitas menu dan kelayakan hidangan juga harus diperhatikan. Contohlah SPPG yang penyajiannya sudah baik dan usahakan memberdayakan produk lokal di sekitarnya,” katanya.

Wakil Bupati meminta agar berbagai keluhan masyarakat terkait menu MBG tidak lagi terjadi. Aspek kebersihan dan higienitas, kata dia, sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan, namun kualitas sajian tetap perlu ditingkatkan.

“Jangan sampai ada lagi komplain dan aduan dari masyarakat terkait menu MBG. Saya mengapresiasi kebersihan dan higienitas yang sudah baik, tidak ada lagi laporan terkait temuan ulat. Namun masih ada komplain mengenai kelayakan sajian menu MBG, sehingga perlu segera diperbaiki agar program ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi regulasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Edi Widayat, serta Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita.

Adapun materi sosialisasi mencakup tiga regulasi penting, yaitu Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis, Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, dan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor 78 Tahun 2025 tentang Anggota Pelaksana Harian dan Sekretariat Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG.

Dalam paparan dijelaskan bahwa Perpres Nomor 115 Tahun 2025 menjadi landasan hukum utama penyelenggaraan MBG di Indonesia. Regulasi tersebut mengatur tata kelola program secara komprehensif mulai dari perencanaan, standar gizi, keamanan pangan, hingga mekanisme pengawasan.

Program MBG menargetkan peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, balita, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Penyelenggara utama program ini adalah Badan Gizi Nasional melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pendanaan program bersumber dari APBN, APBD, serta dukungan kemitraan yang sah. Yang menarik, regulasi tersebut juga mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok bahan makanan guna memperkuat perekonomian daerah.

Sementara itu, Keppres Nomor 28 Tahun 2025 mengatur pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan. Tim ini bertugas melakukan sinkronisasi kebijakan, pemantauan, serta evaluasi pelaksanaan program di tingkat pusat maupun daerah. (red)

Kecelakaan Beruntun di Jalur Blora-Cepu, 2 Orang Patah Tulang

METRO CEPU – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional Blora-Cepu, tepatnya di wilayah Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Senin 9 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.

Dua orang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami patah tulang akibat insiden tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya Dwi Gunandoyo, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan satu unit mobil Mitsubishi Xpander, satu truk Hino, serta dua sepeda motor Honda Vario dan Honda Revo.

Kronologi kejadian tersebut, bermula saat mobil Mitsubishi Xpander yang dikemudikan RHM, 25 tahun, warga Medan, melaju dari arah timur menuju barat.

“Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraannya bergerak ke kanan dan melewati marka tengah jalan,” ujar Ipda Bayu.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Hino bernomor polisi N 9980 TM yang dikemudikan BSW, 33 tahun,, warga Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Benturan antara kedua kendaraan pun tidak terhindarkan. Akibat tabrakan tersebut, mobil Xpander terpental hingga menghadap lawan arah atau menghadap ke timur.

Nahas, di saat yang sama dari arah belakang melaju dua sepeda motor, yakni Honda Vario K 2704 ZY yang dikendarai JP, 23 tahun, warga Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, serta Honda Revo AB 6466 EI yang dikendarai ARM, 32 tahun, warga Desa Jiken, Kecamatan Jiken.

“Karena jarak (mobil dan motor) yang sudah terlalu dekat, kedua sepeda motor tersebut akhirnya turut terlibat kecelakaan,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka serius.

Pengendara Honda Vario mengalami patah tulang kaki kanan, sedangkan pengendara Honda Revo mengalami patah tangan kanan, hematoma di kepala, serta luka lecet pada wajah.

“Keduanya dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke RSUD Blora untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian memperkirakan kerugian materi akibat kecelakaan karambol tersebut mencapai Rp 10 juta.

Petugas dari Satlantas Polres Blora telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat untuk penyelidikan lebih lanjut. (red)

Kebakaran Landa Rumah di Karangboyo Cepu, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

METRO CEPU – Sebuah rumah kayu di wilayah Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, dilalap si jago merah pada Minggu 8 Maret 2026 dinihari.

Peristiwa kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik tersebut mengakibatkan kerugian materi hingga puluhan juta rupiah, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.

Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyono Winarno, dalam laporannya menyebutkan, bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada pukul 02.45 WIB.

“Informasi masuk dari Damkar Satpol PP Kecamatan Cepu. Tim segera bergerak menuju lokasi dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 02.55 WIB,” ujar dia dalam laporanya.

Lokasi kebakaran berada di RT 4 RW 5, Lingkungan Jatirejo (Sumber Agung), Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu. Rumah milik Minawati yang terbuat dari material kayu beserta seluruh isi perabot di dalamnya hangus terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta.

Tim Damkar Pos Cepu yang terdiri dari lima personel, dibantu oleh Satpol PP Kecamatan Cepu serta relawan, langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Berkat kesigapan tim, api berhasil dijinakkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 04.30 WIB.

“Penyebab kebakaran diduga kuat karena korsleting listrik. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi,” jelasnya.

Petugas tidak bekerja sendiri. Proses pemadaman dan pengamanan lokasi berjalan lancar berkat sinergi lintas instansi.

Sejumlah pihak yang tergabung di lokasi kejadian antara lain Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, jajaran Polsek Cepu, Koramil Cepu, perangkat kelurahan setempat, serta warga sekitar yang bahu-membahu membantu petugas.

Pasca kejadian, tim Damkar Pos Cepu langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan dan rencana tindak lanjut guna membantu korban. (red)

Kebakaran Hanguskan Rumah dan Pasar Darurat Ngawen, Kerugian Mencapai Rp2,2 Miliar

METRO CEPU – Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan pasar darurat di sisi barat Jalan Raya Ngawen – Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Sabtu 7 Maret 2026 malam.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.10 WIB tersebut menghanguskan sejumlah rumah beserta bedak (los) pedagang, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,225 miliar.

Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah satu bedak milik warga.

Material bangunan yang didominasi kayu serta banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan, bahwa api pertama kali diketahui oleh korban berinisial S, yang saat itu berada di dalam rumahnya.

Korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari bedak milik korban A.

“Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi,” ujar AKP Lilik.

Warga setempat segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen.

Petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, namun saat itu api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian.

Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian bervariasi.

Kerugian terbesar dialami oleh SP yang kehilangan bedak dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar. Disusul oleh S yang rumah, barang dagangan, serta satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R ludes dilalap api dengan taksiran kerugian Rp605 juta.

Korban lainnya kehilangan bedak berikut dagangan berupa pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat,” kata Kapolsek Ngawen.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (red)