Arsip Kategori: Blora

Gunakan Mobil Dinas untuk Lebaran, Plt Sekwan DPRD Blora Dicopot dari Jabatan

METRO CEPU – Bupati Blora, Arief Rohman, akhirnya mengambil langkah tegas: mencopot Agus Listiyono dari jabatan Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blora (Plt Sekwan DPRD Blora).

Pencopotan ini dipicu penggunaan mobil dinas berpelat merah untuk kepentingan pribadi saat momentum Lebaran, praktik yang seharusnya sudah lama menjadi “pantangan” bagi pejabat publik.

Keputusan tersebut resmi berlaku per 1 April 2026. Posisi Plt Sekwan kini diisi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Blora. Langkah ini disebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah agar fasilitas negara tidak terus-menerus diperlakukan seperti milik pribadi.

“Ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi soal integritas,” tegas Bupati Blora Arief Rohman. Ia menambahkan, selain pencopotan jabatan, Agus juga dijatuhi sanksi berupa surat teguran.

Kasus ini bermula dari aksi Agus yang menggunakan mobil dinas bernomor polisi K 28 E untuk rangkaian perjalanan silaturahmi pada 21 Maret 2026. Dari kediaman bupati, ia melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua di Kunduran, lalu ke Sragen untuk menemui mertua.

Perjalanan tersebut terekam kamera warga di Jalan Raya Tangen dan viral di media sosial, memantik sorotan tajam publik.

Ironisnya, Agus mengaku mengetahui adanya Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 2 Tahun 2026 yang secara tegas melarang penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, terutama saat hari raya.

Namun, ia berdalih “kurang cermat” dalam memahami aturan. Dalih itu jelas sulit diterima. Regulasi sudah gamblang: kendaraan dinas hanya untuk kepentingan tugas, bukan urusan keluarga.

Ketika aturan sejelas itu masih dilanggar, publik wajar mempertanyakan kedisiplinan dan etika pejabat. Tindakan semacam ini tak hanya mencoreng institusi, tetapi juga menggerus kepercayaan publik.

Pencopotan Plt Sekwan DPRD Blora setelah terungkapnya penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi selama libur Lebaran mencerminkan langkah tegas dalam penegakan disiplin administrasi dan akuntabilitas publik.

Keputusan pemberhentian tersebut menegaskan bahwa fasilitas negara harus dikelola sesuai peraturan dan diprioritaskan untuk kepentingan dinas, serta memberikan sinyal kuat kepada pejabat maupun ASN lain di lingkungan Pemkab Blora tentang konsekuensi penyalahgunaan aset publik.

Selain tindakan administratif, perlu dilakukan audit penggunaan kendaraan dinas secara menyeluruh dan peninjauan prosedur peminjaman agar kejadian serupa tidak terulang, memastikan konsistensi pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin, tanpa tebang pilih.***

Desa Janjang Ditetapkan Sebagai Desa Budaya

METRO CEPU – Gelaran tradisi Manganan Janjang tahun ini terasa lebih istimewa bagi masyarakat Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Dalam puncak acara yang berlangsung di kompleks Makam dan Tapaan Mbah Janjang (Jatikusumo-Jatiswara), Jumat 27 Maret 2026, tradisi ini resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional.

Bupati Blora, Arief Rohman, hadir langsung menyerahkan sertifikat penetapan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan nomor 169/WB/KB.00.01/2025. Bersamaan dengan itu, Bupati juga menyerahkan SK Bupati Blora Nomor 400.6/487/2025 yang menetapkan Desa Janjang sebagai Desa Budaya.

“Semoga penetapan ini semakin mengukuhkan Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya di Kabupaten Blora. Ini sudah ‘paten’ dan harus kita lestarikan. Selain menjadi daya tarik wisata religi, status ini harus menjadi pendorong bangkitnya perekonomian desa,” ujar Bupati Arief yang hadir didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini dan jajaran Forkopimda.

Filosofi Berbagi dalam Bungkus Daun Jati

Manganan Janjang merupakan tradisi sedekah bumi yang rutin digelar setiap Jumat Pon pasca-Lebaran Idulfitri. Ribuan warga dari berbagai daerah—termasuk Jawa Timur hingga Jawa Barat—tampak memadati kompleks makam sejak pagi hari. Mereka datang membawa “ambeng” atau nasi tumpeng lengkap dengan ingkung ayam sebagai wujud syukur atas hasil bumi setahun terakhir.

Keunikan tradisi ini terletak pada proses pembagian makanan. Seluruh sumbangan warga dikumpulkan, ditambah dengan daging dari sapi dan kambing yang disembelih oleh pihak desa, kemudian dimasak bersama dan dibagikan gratis kepada seluruh pengunjung.

Panitia menyediakan ribuan lembar daun jati sebagai pembungkus nasi berkat. Antrean peziarah yang tertib di gazebo utara makam utama menjadi potret kerukunan yang kental. Selama acara berlangsung, alunan Kesenian Wayang Krucil khas Janjang turut mengiringi, menjaga marwah budaya peninggalan Mbah Jatikusumo.

Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi

Kunjungan ribuan peziarah ini membawa dampak ekonomi nyata bagi warga setempat. Bupati Arief yang datang mengendarai Vespa bersama rombongan, sempat berjalan kaki sejauh 300 meter menuju makam utama dan mengamati geliat ratusan pedagang UMKM.

“Luar biasa, ini adalah tradisi sedekah bumi paling ramai di Blora. Akses jalan dari Cabak ke Janjang yang sudah dibangun pemerintah membuat perjalanan semakin nyaman. Kami berharap potensi ini terus ditata lebih baik oleh pemerintah desa,” tambah Bupati.

Salah satu peziarah asal Bojonegoro, Sumirah (56), mengaku rutin hadir untuk mencari keberkahan. “Awalnya hanya ingin ziarah dan mencicipi nasi daun jati yang rasanya sedap. Namun sekarang saya ikut membawa ambeng untuk bersedekah. Acaranya sangat guyub,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Adit (25), warga Rembang yang baru pertama kali hadir. “Ternyata meskipun letaknya di pelosok, tradisinya sangat kuat dan suasananya sejuk. Betah rasanya di sini,” tuturnya.

Harapan Desa Terhindar dari ‘Pagebluk’

Kepala Desa Janjang, Ngasi, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang tahun ini dinilai lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran Bupati dan rombongan dianggap sebagai suntikan semangat bagi warga desa dalam melestarikan adat.

“Alhamdulillah, cuaca cerah dan pengunjung sangat membeludak. Harapan kami dengan doa bersama dan sedekah ini, Desa Janjang selalu diberikan keselamatan dan jauh dari pagebluk (wabah penyakit),” ujar Ngasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini atau yang akrab disapa Budhe Rini, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti Manganan Janjang. “Ternyata ramai sekali dan nasi daun jatinya memang juara, enak khas ‘ndeso’ yang bikin kangen. Tahun depan saya pasti ke sini lagi,” pungkasnya. (red)

Bupati Arief Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Pelayanan

METRO CEPU – Bupati Blora, Arief Rohman, mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai titik balik peningkatan kualitas pelayanan publik. Semangat Idulfitri diharapkan menjadi energi baru dalam menghadapi berbagai tantangan efisiensi ke depan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Arief dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora yang digelar pada Jumat, 27 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Ketua Tim Penggerak PKK, serta seluruh jajaran Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Blora.

“Setelah melalui bulan Ramadan dan Idulfitri, kita harus kembali bekerja dengan energi yang lebih besar. Saya meminta seluruh aparatur pemerintah memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati Arief.

Bupati menyadari bahwa tantangan tata kelola pemerintahan ke depan tidaklah mudah, terutama terkait isu efisiensi anggaran dan perkembangan situasi global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya terobosan kreatif dari setiap instansi.

“Kita belum tahu pasti tantangan kedepannya seperti apa, mungkin akan ada efisiensi dan penghematan. Namun, saya berpesan agar pelayanan masyarakat tidak boleh kendor. Di sinilah pentingnya inovasi agar kinerja tetap optimal meskipun dalam keterbatasan,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan jajarannya untuk tetap fleksibel terhadap kebijakan dari pemerintah pusat maupun provinsi, termasuk kesiapan jika sewaktu-waktu diberlakukan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) atau penyesuaian birokrasi lainnya.

Dalam kesempatan yang penuh kehangatan tersebut, Bupati Arief secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H kepada seluruh pegawai.

“Mewakili saya, Ibu Wakil Bupati, dan Ketua TP PKK, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Jika selama kami memimpin terdapat kekhilafan dalam berinteraksi maupun dalam kebijakan, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya,” ungkapnya.

Acara halalbihalal ini juga diisi dengan tausiyah oleh KH Subhan Mashuri dari Mojowetan, Banjarejo. Dalam ceramahnya, KH Subhan menekankan pentingnya keikhlasan dan tanggung jawab ASN sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesama manusia.

Kegiatan diakhiri dengan tradisi bersalam-salaman yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon hingga staf di lingkungan Setda Blora sebagai simbol penguatan silaturahmi dan kekompakan tim dalam membangun Kabupaten Blora. (red)

Bupati Blora Upayakan Bantuan Inpres

METRO CEPUBupati Blora, Arief Rohman, berkomitmen untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan. Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Blora tengah mengupayakan bantuan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk menuntaskan persoalan jalan di wilayah tersebut.

Hal itu ditegaskan Bupati Arief saat meninjau langsung aksi gotong royong warga Desa Nglebak yang viral di media sosial karena memperbaiki jalan secara swadaya, Rabu 18 Maret 2026.

“Kami mengupayakan agar ruas jalan di Nglebak ini bisa mendapatkan dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). Saya akan perjuangkan itu,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut, Rabu, 25 Maret 2026.

Bantah Tudingan Sekadar Konten

Menanggapi isu di media sosial yang menyebut kunjungannya hanya untuk kebutuhan konten pasca-viral, Mas Arief memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan kehadirannya merupakan bentuk apresiasi nyata dan dukungan terhadap semangat swadaya masyarakat.

“Saya datang ke Nglebak bukan semata-mata untuk konten. Saya memberi apresiasi dan menyerahkan bantuan nyata. Saya bantu 300 sak semen dan sudah memerintahkan OPD terkait untuk mengirim grosok (tanah uruk). Sama sekali tidak ada niat hanya ingin membuat konten,” tandasnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, membantah anggapan miring tersebut. Ia menjelaskan bahwa kehadiran orang nomor satu di Blora itu justru atas undangan pihak desa.

“Pak Bupati datang karena kami undang. Beliau membawa bantuan semen dan material grosok yang sangat kami butuhkan untuk perbaikan jalan ini,” jelas Eko.

Potensi Ekonomi dan Strategi Pembangunan

Desa Nglebak merupakan sentra pertanian tebu dan peternakan sapi yang strategis. Namun, tantangan geografis cukup berat karena jaraknya mencapai 55 kilometer dari pusat Kota Blora dengan waktu tempuh hingga 2 jam. Akibatnya, aktivitas ekonomi warga lebih banyak mengalir ke wilayah Ngawi, Jawa Timur, yang hanya berjarak 10 kilometer.

Melihat potensi tersebut, Bupati berencana menjadikan Desa Nglebak dan Desa Megeri sebagai pusat ekonomi baru di wilayah selatan Blora. Terlebih, saat ini terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melintasi kawasan tersebut.

“Nantinya dua desa ini akan menjadi pusat ekonomi. Dengan adanya PSN, otomatis akses jalan akan diperkuat. Namun, kami tetap mengupayakan percepatan di APBD Perubahan 2026 atau paling lambat 2027 melalui skema IJD tadi,” tambah Mas Arief.

Inspirasi bagi Desa Lain

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini sempat berjalan kaki berkeliling kampung untuk melihat hasil rabat beton di ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung.

Bupati mengaku terenyuh melihat warga lintas generasi, termasuk ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi, bersatu demi membangun desa. Ia pun menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar menjadikan model gotong royong di Nglebak sebagai percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora.

“Kebutuhan infrastruktur di 16 kecamatan dan 295 desa memang sangat besar. Kami memohon maaf jika belum semua tertangani, namun semangat seperti di Nglebak ini adalah modal besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Baznas Blora. (red)

Diduga Sempat Diselewengkan, Dana Desa Sendang Rp100 Juta Akhirnya Dikembalikan ke Kas Desa

METRO CEPU – Teka-teki raibnya Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Sendang, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Dana sebesar Rp100 juta yang menjadi temuan Inspektorat tersebut dilaporkan telah dikembalikan ke Rekening Kas Desa (RKD).

Inspektur Daerah Kabupaten Blora, Irfan Agustian Iswandaru, mengonfirmasi bahwa pihak Pemerintah Desa Sendang telah menindaklanjuti perintah pengembalian dana tersebut.

“Kesimpulannya, Desa Sendang sudah mengembalikan,” ujar Irfan saat dikonfirmasi pada Senin 16 Maret 2026.

Kasus ini mencuat berawal dari monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan DD tahap II yang dilakukan pihak kecamatan pada 10 Desember 2025. Dana kegiatan fisik tahap II dilaporkan telah cair seluruhnya sebelum September 2025.

Namun, hingga akhir tahun anggaran 2025, proyek pengaspalan jalan yang seharusnya dibiayai dana tersebut tidak kunjung dikerjakan. Berdasarkan pemeriksaan, Inspektorat menemukan adanya penyimpangan dan memerintahkan pengembalian dana Rp100 juta ke kas desa.

Irfan menjelaskan bahwa pengembalian dana dilakukan melalui mekanisme perbankan dan telah dinyatakan sah secara administrasi.

“Sudah ada tanda setoran Bank Jateng ke kas desa yang tervalidasi,” ungkapnya. Namun, terkait transparansi fisik bukti setoran tersebut, pihak Inspektorat mengarahkan media untuk meminta langsung kepada pihak desa.

Terpisah, Kepala Desa Sendang, Ongki Kurniawan, membenarkan bahwa dirinya telah memulangkan dana yang sempat diduga digelapkan tersebut.

“Sudah saya kembalikan,” kata Ongki singkat saat dikonfirmasi.

Meski dana telah dikembalikan, perlu diketahui bahwa kasus dugaan penyimpangan ini sebelumnya telah resmi dilaporkan ke Polres Blora pada tanggal 3 Maret 2026. (red)

Tragedi di Masjid, Ejekan Berujung Tusukan di Banjarejo Blora

METRO CEPU – Aksi penganiayaan berat mengguncang Dukuh Sasak, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, pada Kamis 12 Maret 2026 Malam.

Seorang pemuda berinisial MS, 20 tahun, nekat menusuk leher dan punggung korbannya, G, 19 tahun, menggunakan pisau kecil setelah terlibat pertikaian yang dipicu oleh aksi saling ejek.

Peristiwa berdarah ini terjadi sekira pukul 20.00 WIB di area depan masjid setempat. Kejadian bermula saat MS yang baru saja pulang membantu orang tuanya berjualan melintas di depan masjid.

Saat itu, rombongan korban diduga memanggil pelaku dengan kata-kata ejekan. Meski sempat tidak menghiraukan dan lanjut pulang ke rumah, MS kemudian keluar kembali berboncengan dengan rekannya.

Di tengah perjalanan, pelaku bertemu kembali dengan rombongan korban yang sebelumnya mengejek.

Merasa tidak terima, MS menghentikan kendaraannya dan menghampiri rombongan tersebut untuk menanyakan maksud ejekan mereka.

Namun, pertemuan itu justru memicu percekcokan mulut yang hebat antara kedua belah pihak.

Situasi yang kian memanas lantas berubah menjadi perkelahian fisik. Di tengah pergulatan tersebut, MS mengeluarkan sebilah pisau kecil yang telah ia siapkan di saku celananya dan langsung menusukkannya ke arah korban.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto,l, melalui Kapolsek Banjarejo AKP Gembong Widodo, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dan langsung mengamankan pelaku.

“Benar telah terjadi tindak pidana penganiayaan. Pelaku awalnya berhenti untuk menanyakan maksud ejekan rombongan korban hingga terjadi cekcok yang berlanjut pada perkelahian,” ujarnya.

Saat itulah, kata dia, pelaku mengeluarkan pisau dari saku celana dan menusukkannya ke arah leher kanan serta punggung korban,” ujar AKP Gembong Widodo dalam keterangannya, Jumat 13 Maret 2026.

Mengenai dugaan pengeroyokan, AKP Gembong menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

Fokus utama saat ini adalah fakta terjadinya perkelahian antara pelaku dan korban yang berujung pada penusukan.

Akibat serangan senjata tajam tersebut, korban G mengalami luka robek serius dan langsung dilarikan oleh warga ke Rumah Sakit Permata Blora untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, unit Reskrim Polsek Banjarejo yang dipimpin Aiptu Joko Mei telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku.

“Pelaku saat ini sudah kami amankan di Mapolsek Banjarejo untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Kapolsek Banjarejo.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. (red)

Gerakan Pangan Murah Polres Blora

METRO CEPUPolres Blora menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Koperasi Polres Blora, Jalan Raya Seso-Sayuran, Desa Seso, Kecamatan Jepon, Jumat 13 Maret 2026.

Gerakan ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau di bulan suci Ramadan 1447 H.

Ini sebagai upaya nyata Polri dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mengendalikan laju inflasi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diiringi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyampaikan bahwa komoditas yang dijual dalam GPM ini dipastikan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di pasar.

“Kami menjual bahan kebutuhan pokok berupa beras dan minyak goreng di bawah HET. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban ekonomi bagi warga masyarakat Blora,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto.

Dalam pasar murah ini, Polres Blora menyediakan sebanyak 400 kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp55.000 per kantong.

Selain itu, disediakan pula 400 liter minyak goreng merek “Minyak Kita” dengan harga Rp15.000 per liter.

Ratusan warga sekitar yang telah mengantre sejak pagi tampak antusias membeli paket pangan murah tersebut.

Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban, sejumlah personel Polwan Polres Blora dikerahkan untuk melayani transaksi masyarakat.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Blora, serta personel Polres lainnya.

Kapolres berharap, melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan ketersediaan pangan dan fluktuasi harga di bulan Ramadan ini.

“Kami ingin hadir dan berbuat yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Kapolres Blora.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh stok bahan pokok habis terjual.

GPM ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Blora. (red)

Sisa 4 Tahun Menjabat Bupati Blora, Arief Rohman Fokus Tuntaskan 30 Persen Jalan Rusak

METRO CEPU – Di tengah perencanaan pembangunan jangka menengah, Bupati Blora, Arief Rohman, membeberkan capaian signifikan di sektor infrastruktur dalam Musrenbang RKPD Tahun 2027, Kamis 12 Maret 2026.

Program unggulan ‘Dalane Sansoyo Alus’ (Jalan Semakin Halus) dan ‘Omahe Pantes’ (Rumah Layak Huni) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun dari dasar.

Bupati Arief Rohman melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemkab Blora menggelontorkan anggaran hampir Rp430 miliar untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 kilometer.

Angka tersebut termasuk program Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 kilometer. Hasilnya, kondisi jalan mantap di Kabupaten Blora kini mencapai 69,51 persen.

Meski demikian, bupati tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah yang masih menanti.

“Alhamdulillah, capaian ini baik, tapi masih kurang 30 persen. Semoga di sisa 4 tahun kepemimpinan kami bersama Bu Wakil Bupati, kami bisa menyelesaikan seluruh jalan yang belum mantap,” harapnya.

Tidak hanya jalan, program ‘Omahe Pantes’ juga telah berhasil menangani 1.102 unit rumah tidak layak huni. Selain itu, program ‘Dalane Dadi Padang’ (Jalan Menjadi Terang) telah merealisasikan pemasangan 658 unit penerangan jalan umum, meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga.

Sekretaris Bapperida Blora, Antonius Nugrahanto, menambahkan bahwa masukan dari masyarakat menjadi fondasi utama dalam perencanaan.

Berbagai usulan prioritas dari tingkat desa (3.892 usulan), hingga usulan dari kelompok rentan dan generasi Z terus diakomodir.

“Hingga 5 Maret, tercatat 3.961 usulan aspirasi masyarakat di SIPD, ini bukti bahwa pembangunan Blora melibatkan seluruh elemen,” pungkas Anton. (red)