Arsip Kategori: Pemerintahan

Bupati Arief Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Pelayanan

METRO CEPU – Bupati Blora, Arief Rohman, mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai titik balik peningkatan kualitas pelayanan publik. Semangat Idulfitri diharapkan menjadi energi baru dalam menghadapi berbagai tantangan efisiensi ke depan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Arief dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora yang digelar pada Jumat, 27 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Ketua Tim Penggerak PKK, serta seluruh jajaran Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Blora.

“Setelah melalui bulan Ramadan dan Idulfitri, kita harus kembali bekerja dengan energi yang lebih besar. Saya meminta seluruh aparatur pemerintah memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati Arief.

Bupati menyadari bahwa tantangan tata kelola pemerintahan ke depan tidaklah mudah, terutama terkait isu efisiensi anggaran dan perkembangan situasi global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya terobosan kreatif dari setiap instansi.

“Kita belum tahu pasti tantangan kedepannya seperti apa, mungkin akan ada efisiensi dan penghematan. Namun, saya berpesan agar pelayanan masyarakat tidak boleh kendor. Di sinilah pentingnya inovasi agar kinerja tetap optimal meskipun dalam keterbatasan,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan jajarannya untuk tetap fleksibel terhadap kebijakan dari pemerintah pusat maupun provinsi, termasuk kesiapan jika sewaktu-waktu diberlakukan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) atau penyesuaian birokrasi lainnya.

Dalam kesempatan yang penuh kehangatan tersebut, Bupati Arief secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H kepada seluruh pegawai.

“Mewakili saya, Ibu Wakil Bupati, dan Ketua TP PKK, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Jika selama kami memimpin terdapat kekhilafan dalam berinteraksi maupun dalam kebijakan, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya,” ungkapnya.

Acara halalbihalal ini juga diisi dengan tausiyah oleh KH Subhan Mashuri dari Mojowetan, Banjarejo. Dalam ceramahnya, KH Subhan menekankan pentingnya keikhlasan dan tanggung jawab ASN sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesama manusia.

Kegiatan diakhiri dengan tradisi bersalam-salaman yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon hingga staf di lingkungan Setda Blora sebagai simbol penguatan silaturahmi dan kekompakan tim dalam membangun Kabupaten Blora. (red)

Bupati Blora Upayakan Bantuan Inpres

METRO CEPUBupati Blora, Arief Rohman, berkomitmen untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan. Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Blora tengah mengupayakan bantuan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk menuntaskan persoalan jalan di wilayah tersebut.

Hal itu ditegaskan Bupati Arief saat meninjau langsung aksi gotong royong warga Desa Nglebak yang viral di media sosial karena memperbaiki jalan secara swadaya, Rabu 18 Maret 2026.

“Kami mengupayakan agar ruas jalan di Nglebak ini bisa mendapatkan dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). Saya akan perjuangkan itu,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut, Rabu, 25 Maret 2026.

Bantah Tudingan Sekadar Konten

Menanggapi isu di media sosial yang menyebut kunjungannya hanya untuk kebutuhan konten pasca-viral, Mas Arief memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan kehadirannya merupakan bentuk apresiasi nyata dan dukungan terhadap semangat swadaya masyarakat.

“Saya datang ke Nglebak bukan semata-mata untuk konten. Saya memberi apresiasi dan menyerahkan bantuan nyata. Saya bantu 300 sak semen dan sudah memerintahkan OPD terkait untuk mengirim grosok (tanah uruk). Sama sekali tidak ada niat hanya ingin membuat konten,” tandasnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, membantah anggapan miring tersebut. Ia menjelaskan bahwa kehadiran orang nomor satu di Blora itu justru atas undangan pihak desa.

“Pak Bupati datang karena kami undang. Beliau membawa bantuan semen dan material grosok yang sangat kami butuhkan untuk perbaikan jalan ini,” jelas Eko.

Potensi Ekonomi dan Strategi Pembangunan

Desa Nglebak merupakan sentra pertanian tebu dan peternakan sapi yang strategis. Namun, tantangan geografis cukup berat karena jaraknya mencapai 55 kilometer dari pusat Kota Blora dengan waktu tempuh hingga 2 jam. Akibatnya, aktivitas ekonomi warga lebih banyak mengalir ke wilayah Ngawi, Jawa Timur, yang hanya berjarak 10 kilometer.

Melihat potensi tersebut, Bupati berencana menjadikan Desa Nglebak dan Desa Megeri sebagai pusat ekonomi baru di wilayah selatan Blora. Terlebih, saat ini terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melintasi kawasan tersebut.

“Nantinya dua desa ini akan menjadi pusat ekonomi. Dengan adanya PSN, otomatis akses jalan akan diperkuat. Namun, kami tetap mengupayakan percepatan di APBD Perubahan 2026 atau paling lambat 2027 melalui skema IJD tadi,” tambah Mas Arief.

Inspirasi bagi Desa Lain

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini sempat berjalan kaki berkeliling kampung untuk melihat hasil rabat beton di ruas Menden–Megeri dan Getas–Kalikangkung.

Bupati mengaku terenyuh melihat warga lintas generasi, termasuk ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi, bersatu demi membangun desa. Ia pun menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar menjadikan model gotong royong di Nglebak sebagai percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora.

“Kebutuhan infrastruktur di 16 kecamatan dan 295 desa memang sangat besar. Kami memohon maaf jika belum semua tertangani, namun semangat seperti di Nglebak ini adalah modal besar bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Baznas Blora. (red)

Sisa 4 Tahun Menjabat Bupati Blora, Arief Rohman Fokus Tuntaskan 30 Persen Jalan Rusak

METRO CEPU – Di tengah perencanaan pembangunan jangka menengah, Bupati Blora, Arief Rohman, membeberkan capaian signifikan di sektor infrastruktur dalam Musrenbang RKPD Tahun 2027, Kamis 12 Maret 2026.

Program unggulan ‘Dalane Sansoyo Alus’ (Jalan Semakin Halus) dan ‘Omahe Pantes’ (Rumah Layak Huni) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun dari dasar.

Bupati Arief Rohman melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemkab Blora menggelontorkan anggaran hampir Rp430 miliar untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 kilometer.

Angka tersebut termasuk program Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 kilometer. Hasilnya, kondisi jalan mantap di Kabupaten Blora kini mencapai 69,51 persen.

Meski demikian, bupati tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah yang masih menanti.

“Alhamdulillah, capaian ini baik, tapi masih kurang 30 persen. Semoga di sisa 4 tahun kepemimpinan kami bersama Bu Wakil Bupati, kami bisa menyelesaikan seluruh jalan yang belum mantap,” harapnya.

Tidak hanya jalan, program ‘Omahe Pantes’ juga telah berhasil menangani 1.102 unit rumah tidak layak huni. Selain itu, program ‘Dalane Dadi Padang’ (Jalan Menjadi Terang) telah merealisasikan pemasangan 658 unit penerangan jalan umum, meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga.

Sekretaris Bapperida Blora, Antonius Nugrahanto, menambahkan bahwa masukan dari masyarakat menjadi fondasi utama dalam perencanaan.

Berbagai usulan prioritas dari tingkat desa (3.892 usulan), hingga usulan dari kelompok rentan dan generasi Z terus diakomodir.

“Hingga 5 Maret, tercatat 3.961 usulan aspirasi masyarakat di SIPD, ini bukti bahwa pembangunan Blora melibatkan seluruh elemen,” pungkas Anton. (red)

Genjot Ekonomi 2027, Pemkab Blora Fokus pada “Ledakan” Sektor Wisata dan Pertanian

METRO CEPU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2027, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam forum yang digelar di Kantor Bapperida tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan komitmennya untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi dua sektor unggulan: pariwisata dan pertanian.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menyebut bahwa Blora memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Kita ingin menciptakan ledakan ekonomi baru. Sektor pertanian, peternakan, dan kehutanan adalah tulang punggung kita, sementara pariwisata dan ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru yang berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Hal itu berdasarkan data ekonomi makro yang cukup positif. Hingga triwulan III tahun 2025, Kabupaten Blora berhasil mencatatkan nilai investasi sebesar Rp1,729 triliun.

Sektor pariwisata juga mulai menunjukkan taringnya dengan berhasil menarik 1,16 juta kunjungan wisatawan.

Keberhasilan ini turut berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen di tahun 2024 menjadi 10,58 persen di tahun 2025, dengan 1.882 orang berhasil keluar dari garis kemiskinan.

Untuk mewujudkan target di tahun 2027, Pemkab Blora tidak bekerja sendiri. Proses perencanaan melibatkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, dunia usaha, hingga komunitas.

Ribuan usulan telah dihimpun, termasuk 3.892 usulan dari Musrenbang desa dan kelurahan, serta 2.218 usulan dari pokir DPRD.

“Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Program yang disusun harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Mas Arief.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan kepala daerah dari wilayah sekitar seperti Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Rembang, Pati, dan Grobogan, yang menandakan sinergi antar daerah dalam perencanaan pembangunan. (red)

Bupati Blora Masuk 10 Kepala Daerah Penerima Trofi AK PWI Pusat 2026

METRO CEPU – Bupati Blora Arief Rohman menerima Trofi Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama 10 Kepala Daerah lainnya, di Banten, Senin 9 Februari 2026.

AK PWI Pusat 2026 mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”.

Dari tiga sub tema yang ditawarkan, kebanyakan Bupati/wali kota memilih sub-tema “Penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif”.

Melalui potensi budaya masing-masing, yang terkait dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, yang ada dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Bupati Blora Arief Rohman, mengangkat aktualiasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan Blora yang berkelanjutan.

Penyerahan trofi langsung dari Mentri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, didampingi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid, Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

“Ini momentum luar biasa. Terimakasih kepada Tim penyusun materi yang sudah bekerja keras, sehingga di puncak HPN 2026, bisa menerima trofi AK PWI Pusat 2026,” ungkap Arief.

Ditambahkan Arief, bahwa keberhasilan ini bukan untuk Bupati, tapi untuk masyarakat Blora, karena selama ini sudah mendukung Pemerintah Kabupaten Blora, dalam hal ikut serta memelihara dan memajukan Kebudayaan.

“Terimakasih juga kepada PWI Jawa Tengah, PWI Blora dan tidak lupa PWI Pusat yang sudah mensupport kami,” ujarnya.

Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada sepuluh Bupati/Walikota yang telah menerima trofi AK PWI Pusat dalam pemajuan kebudayaan daerah yang Inklusif dan berkelanjutan, berbasis media dan Pers.

Tidak lupa ucapan selamat juga ditujukan kepada wartawan senior , dan wartawan peliput kebudayaan yang juga menerima trofi penghargaan dari PWI di puncak acara HPN 2026.

Pada kesempatan itu Muhaimin menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Serta mendukung agenda pembangunan nasional di tengah tantangan disrupsi digital,” katanya.

Muhaimin menyampaikan bahwa pemerintah memandang pers sebagai mitra penting dalam menjaga arus informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, informasi yang jernih menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga kohesi sosial bangsa.

“Pers yang sehat adalah fondasi penting bagi demokrasi dan pembangunan. Pemerintah memandang pers sebagai mitra strategis dalam memberdayakan masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa,” ujar Muhaimin.

Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap kritik konstruktif yang disampaikan insan pers.

Kritik yang berangkat dari fakta dan etika jurnalistik dinilai sebagai bagian dari mekanisme evaluasi kebijakan publik.

“Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab justru menjadi pengingat agar kebijakan tetap berada di jalur kepentingan rakyat,” katanya.

Untuk diketahui 10 Kepala Daerah yang menerima Trofi AK PWI Pusat 2026 adalah, Wali Kota Malang, Jawa Timur Wahyu Hidayat mengangkat Malang sebagai kota kreatif sejajar dengan 59 kota di dunia versi UNESCO.

Bupati Temanggung, Jawa Tengah Agus Setyawan, mengangkat kiprah kesenian Kuda Lumping Temanggung yang berusaha menembus kancah internasional.

Wali Kota Mataram, NTB, H. Mohan Roliskana mengangkat landmark dan inspirasi baru Gerbang Sangkareang.

Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur H. Andi Harun, mengangkat sarung tenun, dari wastra lokal menuju pusaka nasional.

Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit menampilkan program revitalisasi Mbaru Gendang (rumah adat) atas gorong royong pemerintah dan masyarakat lokal.

Bupati Blora, Jawa Tengah H. Arief Rohman, mengangkat aktualiasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan Blora yang berkelanjutan.

Bupati Lampung Utara, Lampung, Hamartoni Ahadis menampilkan tarian tradisi Cangget Bakha, sebagai sarana pertemuan muda-mudi di bawah bulan purnama.

Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Hj.Maya Hasmita, mengangkat Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakarat) sebagai penguatan karakter dan budaya sejak dini.

Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, H. John Kenedy Azis mengangkat revitalisasi beberapa tradisi religius dalam wajah baru Maulik Gadang.

Dan Bupati Manokwari Hermus Indou menjadikan Festival Teluk Boreh sebagai penguatan harmoni sosial dan toleransi, yang amat diperlukan Papua. (Red)

Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Catat Harinya

METRO CEPU – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke Pasar Tradisional mulai diluncurkan Bupati Blora Arief Rohman, di halaman Pasar Sido Makmur Blora, Jumat (23/1/2026).

Peluncuran Gerakan ASN Blora belanja ke pasar tradisional itu dilakukan setelah senam pagi bersama yang dihadiri Sekda, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blora, seluruh Kepala OPD dan seluruh ASN.

Kepada seluruh ASN Blora, Bupati menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud dukungan pemerintah untuk meningkatkan geliat perputaran ekonomi di pasar tradisional.

“Setiap Jum’at kami himbau ASN untuk belanja ke pasar tradisional terdekat. Terimakasih Pak Sekda atas inovasinya. Biar pasar kita semakin ramai. Sebut saja ASN Blora jumlahnya 11.000 orang. Jika satu ASN sehari belanja 50 ribu ke pasar tradisional, akan ada perputaran uang sebesar Rp 550 juta sehari. Perekonomian pasar akan lebih hidup. Kita akan ajak juga PKK dan Dharma Wanita, akan kita gilir di pasar pasar lainnya,” ucap Bupati.

Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud syukur ASN untuk membantu para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional.

“Di tengah kondisi ekonomi daerah yang tidak pasti ini. Alhamdulillah Pak Bupati tidak memotong TPP ASN, sedangkan daerah lain banyak yang dipotong. Sehingga sebagai wujud syukur mari kita belanja ke pasar tradisional agar ekonomi pedagang juga ikut terbantu. Kalau ibu ibu belanja Rp 100 ribu, ya bapak bapaknya sekitar Rp 50 ribuan. Kalau saja ada 1000 orang ASN yang belanja, bisa Rp100 juta lebih. Bisa membantu ekonomi pedagang kira. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan,” ungkap Sekda Komang.

Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional Catat Harinya 2

Sementara itu, Kiswoyo, selaku Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, memaparkan bahwa Pasar Sido Makmur akan terus ditata dan diperbaiki pengelolaannya agar konsumen atau pembeli merasa aman dan nyaman ketika belanja.

“Untuk parkir, alhamdulilah sekarang sudah berlaku e parkir. Keamanan dan kenyamanan parkir sudah banyak berubah. Sebelum lebaran nanti akan kita tambah dua pintu keluar agar antrian tidak memanjang. Kemarin saat peresmian masih 30 persen yang pakai e-money, 70 persen kupon manual. Selanjutnya kita tingkatkan 50:50, semoga kedepan bisa 70:30 agar semakin sedikit transaksi tunainya,” terang Kiswoyo.

“Untuk hal kebersihan, kita pakai tenaga outsourcing. Termasuk pengelolaan toilet umumnya. Jika dulu ke toilet bayar, sekarang gratis dan kebersihannya terjaga oleh petugas kebersihan dari outsourcing. Jika ada yang kurang baik, dilaporkan saja kepada pengelola pasar agar kami bisa mengevaluasi. Terimakasih Pak Bupati dan Pak Sekda atas peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional ini. Selain membantu nglarisi pedagang, juga membantu peningkatan PAD dari sisi parkir,” tambahnya.

Usai peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Bupati langsung praktek belanja ke dalam pasar. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Aini Sholihah, Bupati nampak belanja kebutuhan dapur seperti cabai merah, aneka bumbu, jajanan hingga berkuliner sarapan pagi lontong sayur di Warung Bu Sri.

Sedangkan ASN Blora lainnya juga banyak yang menyebar membeli berbagai kebutuhan dapur dan rumah tangga lainnya.

Darni (43), salah satu pedagang mengaku senang dengan adanya gerakan ASN belanja ke Pasar Tradisional ini.

“Kalau bisa jangan hanya hari Jum’at saja Pak. Hari hari lainnya juga. Biar pasar lebih ramai lagi, apalagi sebulan lagi Ramadhan disusul Lebaran,” ungkap Darni singkat.***

Perubahan Struktural: Empat Pejabat Eselon II Pemkab Blora Resmi Berganti

METRO CEPU – Perubahan struktural yang baru saja diumumkan Pemkab Blora menandai momen penting dalam tata kelola Pemerintah Kabupaten Blora, di mana empat pejabat eselon II resmi mengalami rotasi dan pengisian jabatan baru.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas birokrasi, memperkuat sinergi antar-organisasi perangkat daerah, dan menjawab dinamika kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks di lingkungan Pemkab Blora.

Gerbong Pemerintah Kabupaten Blora di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Arief Rohman, dan Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, sedikit mengalami perubahan yang ditandai dengan adanya pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan terhadap empat pejabat eselon II yang dilaksanakan Selasa sore (13/1/2026) di Gedung Keuangan Daerah, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

“Alhamdulillah sore ini telah kami bersama Bu Wakil Bupati dan Pak Sekda telah melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan terhadap 4 Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Ada Bu Retno di Capil, Pak Pitoyo di BPPKAD, Pak Djoko dan Pak Catur di Staf Ahli Bupati. Kami berharap 4 pejabat baru ini bisa segera menyesuaikan dengan tugas dan kewajibannya di kantor yang baru,” ucap Bupati Blora Arief Rohman.

“Utamanya Pak Pitoyo di BPPKAD yang menjadi tumpuan pengelolaan keuangan daerah. Tahun 2026 menghadapi efisiensi anggaran, harus bisa melahirkan inovasi inovasi untuk peningkatan PAD. Oleh karena itulah pelantikan sengaja kami laksanakan di Gedung Keuangan BPPKAD ini, agar tahun 2026 ini keuangan daerah kita bisa lebih baik. Semuanya harus bisa saling membantu, mana mana saja yang punya potensi PAD harus berinovasi, bagi seluruh dinas,” tegas Bupati.

“Begitu juga untuk Kepala Dindukcapil yang baru, Bu Retno harus siap melayani masyarakat dengan baik. Sebagai Kepala Dindukcapil harus 24 siap merespon aduan masyarakat terkait pelayanan catatan sipil. Hp nya harus aktif, karena selama ini masih banyak yang lapor tentang pelayanan capil ini,” lanjut Bupati.

“Sedangkan untuk Staf Ahli nanti bisa membantu saya dan Bu Wakil Bupati di berbagai kegiatan. Mari bersama sama untuk Nyawiji mBangun Blora Akur Makmur Misuwur, Sesarengan mBangun Blora Maju dan Berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Bupati, ini bukan merupakan pelantikan yang terakhir. Dimungkinkan masih akan ada evaluasi dan penataan jabatan hingga eselon 3 dan eselon 4, sekaligus pengisian jabatan eselon 2 yang masih kosong seperti DPUPR, Dinrumkimhub, Dindalduk KB, dan BPBD, yang saat ini masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt).

“Februari nanti saya genap satu tahun bersama Bu Wakil Bupati Sri Setyorini. Nanti akan kita evaluasi bersama perjalanan satu tahun ini sekaligus menata gerbong selanjutnya agar kedepan kinerja bisa semakin baik dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Perubahan Struktural Empat Pejabat Eselon II Pemkab Blora Resmi Berganti 2

Pelantikan empat pejabat eselon II Pemkab Blora itu dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, dan Sekda Komang Gede Irawadi.

Pelantikan juga disaksikan oleh para Asisten Sekda, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, dan seluruh Camat se Kabupaten Blora.

Adapun empat pejabat eselon II Pemkab Blora yang dilantik yaitu:

1. Retno Kusumowati, S.Sos, jabatan lama Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil).

2. Drs. Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, jabatan lama Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan, kini dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

3. Catur Pambudi Amperawan, S.Sos, jabatan lama Sekretaris Dewan, kini dilantik sebagai Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Pembangunan.

4. Drs. Djoko Sulistiyono, jabatan lama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kini dilantik sebagai Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, Drs. Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, usai dilantik, mengaku siap menjalankan tugas barunya sebagai Kepala BPPKAD, menggantikan Plt. Kepala BPPKAD yang sebelumnya dijabat Bawa Dwi Raharja.

“Kami siap menjalankan tugas dari Pak Bupati, insyaAllah siap. Ini merupakan amanah yang diberikan kepada kami demi pembangunan Kabupaten Blora yang lebih baik. Mohon doanya semoga kami diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas kedepannya,” ucap Pitoyo, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Blora.***

Setiap Jumat, ASN Blora Kenakan Sarung Batik

METRO CEPU – Ratusan ASN Blora baik PNS maupun PPPK tampak kompak mengenakan pakaian sarung batik, pada Jumat 2 Januari 2026, di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora.

ASN laki-laki mengenakan kemeja putih lengan panjang maupun pendek, dengan bawahan sarung batik khas Blora. Tidak diwajibkan memakai peci, namun memakai atribut ASN lengkap mulai pin korpri, nametag, dan kartu ID ASN.

Sedangkan untuk ASN perempuan, juga mengenakan bawahan kain sarung batik khas Blora. Dengan atasan baju polos lengan panjang dominan putih atau cerah. Bagi yang berjilbab menyesuaikan, lengkap dengan atribut ASN.

Semuanya dengan rapi berbaris mengikuti apel pagi yang dipimpin oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dasiran.

Tampak, Sekda Komang Gede Irawadi, tampak mengenakan sarung khas Blora bermotif cap jati lestari warga hijau tua, dengan atasan kemeja putih.

“Selamat Tahun Baru 2026 untuk semuanya. Hari pertama masuk kerja ini ada yang baru. Mulai hari ini setiap Jum’at kita semua mengenakan pakaian khas ASN Jawa Tengah,” ucap Dasiran saat memimpin apel.

Dengan sarung batik khas Blora. Kata Dasiran, sebagai wujud melestarikan adat budaya lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi UKM batik Blora.

Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Bawa Dwi Raharja, menyampaikan, bahwa pakaian ASN bersarung ini bukan pakaian muslim.

Menurut Bawa, ini bukan pakaian muslim. Ini adalah pakaian dinas ASN khas Jawa Tengah. “Oleh karena itu kali ini saya tidak memakai peci. Karena peci bukan hal yang wajib,” ujarnya.

Bagi perempuan yang tidak berhijab, atau bagi non muslim juga bisa menyesuaikan pakai bawahan kain sarung batik.

Setiap Jumat ASN Blora Kenakan Sarung Batik 2

Aturan pemakaian sarung batik khas Blora inipun telah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Blora nomor 025.1/1638 Tahun 2025 yang diterbitkan pada tanggal 30 Desember 2025.

Yang merupakan turunan dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah nomor B/800.1.12.25/83/2025 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Harian Khas ASN.

Sementara itu, Ragil SA., salah satu staf ASN Setda Blora mengaku nyaman memakai pakaian khas sarung daerah. Menurutnya ini menjadi tampilan baru di awal tahun 2026.

“Rasanya ada yang baru saat apel pagi tadi. Seperti mau ikut pesantren kilat. Memang edarannya diminta memakai sarung batik khas Blora. Tetapi karena belum banyak perajin batik Blora yang punya kain sarung jadi. Sehingga hari ini belum banyak yang pakai batik khas Blora. Pakai sarung batik seadanya dulu. Ini saya pakai sarung batik motif sapu jagad. Sambil memesan kain batik khas Blora ke para perajin batik, semoga Minggu depan bisa jadi,” ungkapnya.

Suasana apel pagi dengan bersarung juga tampak di Sekretariat DPRD, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas PUPR, dan Kantor Camat Bogorejo.

Terpisah, Yanik Mariana selaku perajin batik khas Blora “Nimas Barokah” mengaku senang ketika mendengar ada edaran penggunaan kain batik khas daerah sebagai sarung ASN.

“Selasa sore lalu, sudah ada beberapa ASN yang datang kesini mau beli sarung batik Blora. Saya tanya untuk apa? Ternyata ada edaran seragam sarung batik khas Blora,” ungkapnya.

Dia dan perajin batik lainnya, menyambut baik edaran ini. Produksi kain sarung dengan motif batik khas Blora akan kami tingkatkan lagi. Beda dengan kain untuk kemeja, untuk sarung ada kainnya khusus.

“Semoga program ini bisa membangkitkan ekonomi UKM batik Blora,” ungkap Yanik Mariana.***