Arsip Kategori: Blora

Rekonstruksi Pasar Ngawen Blora Disambut Tangis Haru Pedagang

METRO CEPU – Dua tahun setelah musibah kebakaran yang menyapu sebagian besar bangunan dan meruntuhkan harapan sementara para pelaku usaha kecil di Pasar Ngawen Blora, proses rekonstruksi yang akan dimulai pada November 2025 kembali meneguhkan eksistensi pasar tradisional sebagai pusat perekonomian lokal dan ruang sosial yang sarat makna.

Proyek rekonstruksi lokasi berdagang ini disambut dengan tangis haru oleh para pedagang Pasar Ngawen Blora yang selama dua tahun terakhir menanggung beban kehilangan tempat dan pendapatan, merajut kembali jaringan sosial yang sempat tercerabut, serta menata ulang strategi usaha mereka di tengah keterbatasan sumber daya.

Pemerintah Kabupaten Blora bersama Kementerian Pekerjaan Umum RI, telah mengoordinasikan upaya rekonstruksi yang meliputi pembangunan ulang kios-kios dengan standar keselamatan yang lebih tinggi, penataan akses jalan dan fasilitas penunjang seperti sanitasi dan listrik untuk meningkatkan daya tahan ekonomi pedagang Pasar Ngawen Blora.

Pemulihan kembali fisik Pasar Ngawen Blora juga sebagai lambang pemulihan psikologis dan sosial para pedagang atas keberadaan tempat berjualan yang layak, terbukanya kembali mata rantai penghidupan keluarga, penguatan identitas komunitas, dan harapan akan kesinambungan kegiatan ekonomi lokal yang lebih aman dan tertata.

Senyum lega bercampur haru terpancar dari wajah ratusan pedagang Pasar Ngawen Blora. Setelah dua tahun berdagang di lokasi darurat pasca-kebakaran melanda, Pasar Ngawen akhirnya dipastikan akan dibangun kembali.

Kabar ini membawa angin segar bagi 1.291 pedagang yang menggantungkan hidupnya dari pasar tersebut. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Ahmad Sholeh, tidak dapat menutupi rasa syukurnya.

“Setelah dua tahun menunggu, akhirnya doa kami terkabul,” ucap Ahmad Sholeh dengan mata berkaca-kaca, menyambut pengumuman dimulainya pembangunan pasar.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Kabid Pasar Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Blora, Margo Yuwono, saat kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, ke lokasi pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Margo Yuwono menekankan betapa pentingnya proyek ini. “Tentunya ini sangat berarti bagi kami semua, terutama bagi 1.291 pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di Pasar Ngawen,” ujarnya.

Pembangunan Pasar Ngawen telah ditetapkan sebagai agenda prioritas Kementerian Pekerjaan Umum RI dengan pagu anggaran mencapai Rp38 miliar.

Proses lelang kini sedang berjalan, dan ditargetkan pembangunan fisik dimulai pada November 2025 dan selesai pada 2026. Saat ini, tim terkait tengah sibuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran agar area siap untuk konstruksi.

Bupati Blora, Arief Rohman, turut menyampaikan kebahagiaan dan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Pusat dan Komisi V DPR RI.

“Alhamdulillah, Pasar Ngawen akhirnya akan dibangun kembali. Ini sangat penting, karena sudah hampir dua tahun kegiatan ekonomi warga Ngawen dan sekitarnya sempat terhambat,” kata Bupati Arief, mengakui dampak besar kebakaran tersebut pada perekonomian lokal.

Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, menyebut keberhasilan penganggaran ini sebagai bukti sinergi yang kuat.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat mengawal pembangunan ini agar berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata.

Bagi pedagang Ngawen, ini bukan hanya sekedar pembangunan gedung baru, namun juga harapan baru bagi pemulihan ekonomi dan kehidupan mereka.***

Anggaran Rp38 Miliar, Rekonstruksi Pasar Ngawen Blora Akan Dimulai November 2025

METRO CEPU – Pasca musibah kebakaran yang melanda Pasar Ngawen Blora, dua tahun silam, Pemerintah Kabupaten Blora telah mengambil langkah strategis untuk membangun kembali fasilitas perdagangan tersebut dengan memperhatikan aspek keamanan, tata ruang, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.

Proyek rekonstruksi yang akan dimulai pada November 2025 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp38 miliar untuk mencakup pembangunan infrastruktur fisik pasar, peningkatan sistem proteksi kebakaran, perbaikan sarana utilitas seperti drainase dan listrik, serta fasilitas pendukung untuk memperkuat aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian kawasan Ngawen khususnya.

Upaya Pemkab Blora ini membuat penantian panjang para pedagang di Pasar Ngawen Blora selama dua tahun pasca-kebakaran akhirnya berakhir melalui proyek rekonstruksi dengan pagu anggaran mencapai Rp38 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Kabar gembira ini disampaikan oleh Kabid Pasar Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Blora, Margo Yuwono, saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, ke lokasi pasar pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Margo Yuwono mengungkapkan, proyek pembangunan Pasar Ngawen telah masuk dalam agenda prioritas Kementerian PU dan saat ini tengah memasuki tahap lelang untuk menentukan kontraktor pelaksana.

Jika proses lelang berjalan lancar, pembangunan fisik akan dimulai bulan depan dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

“Tentunya ini sangat berarti bagi kami semua, terutama bagi 1.291 pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di Pasar Ngawen,” ujar Margo.

Saat ini, pihak Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Blora tengah melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pembersihan puing-puing sisa kebakaran agar area pasar siap digunakan saat pembangunan dimulai.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Pusat dan Komisi V DPR RI atas terealisasinya dukungan anggaran ini.

“Alhamdulillah, Pasar Ngawen akhirnya akan dibangun kembali. Ini sangat penting, karena sudah hampir dua tahun kegiatan ekonomi warga Ngawen dan sekitarnya sempat terhambat,” ungkap Bupati Arief.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, menegaskan bahwa keberhasilan penganggaran ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPR RI.

Ia juga berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi pembangunan lain di Blora, seperti pembangunan Stadion Kridaloka Jepon dan peningkatan infrastruktur jalan.

Rasa syukur juga datang dari pedagang, diwakili Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Ahmad Sholeh, yang menyampaikan rasa harunya. “Setelah dua tahun menunggu, akhirnya doa kami terkabul,” tandasnya.***.

Satgas MBG Blora Peringatkan Jangan Main-Main dengan Anggaran MBG

METRO CEPUSatgas MBG Blora telah mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan perintah pemetaan ulang menyeluruh terhadap seluruh penerima dan mekanisme distribusi program, sekaligus menegaskan larangan keras terhadap pemotongan anggaran yang dialokasikan untuk bahan makanan.

Tindakan ini merupakan upaya strategis untuk menjamin bahwa sasaran program, terutama kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga berpendapatan rendah, agar menerima dukungan gizi yang memadai dan tepat waktu tanpa tergerus oleh pergeseran alokasi anggaran yang tidak sesuai prioritas.

Pemetaan ulang tersebut dimaksudkan untuk memperbarui data basis penerima berdasarkan verifikasi lapangan yang akurat, mengidentifikasi daerah-daerah yang selama ini kurang terlayani, serta menata ulang rantai pasokan agar distribusi bahan makanan berjalan efisien, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, kebijakan pelarangan pemotongan anggaran bahan makanan ditegaskan untuk mencegah praktik re-alokasi dana yang dapat mengurangi kuantitas atau kualitas bantuan pangan sehingga berdampak negatif pada status gizi komunitas sasaran.

Perihal tersebut ditegaskan oleh Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Blora, Sri Setyorini, dalam Rakor MBG, Senin 13 Oktober 2025.

Ketua Satgas MBG yang juga Wakil Bupati Blora itu meminta seluruh Forkopimcam segera menggelar rapat koordinasi untuk mendata sasaran penerima manfaat secara akurat, serta memerintahkan dilakukannya pemetaan (mapping) ulang terhadap 55 dapur SPPG yang sudah beroperasi.

“Akan kami adakan mapping ulang adanya SPPG yang sudah beroperasi dan penerima manfaatnya, kalau ada yang overload kita geser, kita mapping ulang,” jelas Setyorini.

Pemetaan ulang ini diberikan waktu satu minggu setelah mendapat masukan dari Camat, bertujuan agar SPPG berfungsi efektif, merata, dan tepat sasaran.

Hal penting lainnya, Wabup menekankan agar anggaran sebesar Rp10.000 per penerima manfaat wajib digunakan sepenuhnya untuk pembelian bahan makanan.

Wabup melarang keras pemotongan anggaran bahan makanan untuk keperluan lain, karena alokasi biaya operasional dan sewa sudah ditentukan secara terpisah.

Dalam rakor tersebut, peran vital ahli gizi dalam menyusun standar menu, porsi, pola menu, hingga melakukan Quality Control (QC) dan menyiapkan golden sample saat pemorsian, turut disoroti.

Ahli Gizi SPPG Karangjati 1, Nur Intan, memberikan penjelasan bagaimana ahli gizi memastikan setiap bahan baku melalui penyortiran ketat dan makanan yang dihidangkan melalui uji organoleptik atau tester sebelum didistribusikan.

Dengan menerapkan prosedur verifikasi yang ketat, mekanisme pelaporan yang dapat diakses publik, dan sanksi administratif bagi pihak-pihak yang mencoba mengurangi atau mengalihkan anggaran program, Satgas MBG Blora berupaya membangun kepercayaan publik, memperkuat tata kelola program, serta memastikan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap pemenuhan hak atas pangan bergizi benar-benar diwujudkan dalam praktik operasional sehari-hari.***

Dapur SPPG Blora Tanpa SLHS Terancam Akan Ditutup

METRO CEPUDapur SPPG Blora yang saat ini beroperasi tanpa SLHS diberitahukan akan ditutup sementara mulai tanggal 1 November 2025 oleh Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penutupan dapur SPPG Blora tersebut dengan mempertimbangkan temuan yang menunjukkan ketidaksesuaian operasional terhadap ketentuan kebersihan dan sanitasi yang diatur.

Keputusan penutupan sementara ini diambil demi menjamin keselamatan dan kesehatan penerima layanan serta mencegah potensi risiko kontaminasi pangan yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat luas.

oleh karena itu, pihak pengelola diwajibkan untuk segera melakukan perbaikan fasilitas, menerapkan standar prosedur operasional yang sesuai, dan melengkapi dokumen serta sertifikasi yang diperlukan sebelum tenggat waktu 1 November 2025.

Satgas MBG menegaskan bahwa tindakan administratif ini bukan semata-mata sanksi, melainkan upaya preventif yang bersifat sementara untuk memastikan bahwa pelayanan pemberian gizi dilaksanakan dengan standar kualitas dan higienitas yang memadai.

Selanjutnya, pengawasan intensif dan pendampingan teknis akan diberikan agar proses pemenuhan persyaratan berjalan efektif dan pelayanan dapat dilanjutkan tanpa mengurangi aspek keamanan pangan.

Perihal tersebut dikemukakan oleh Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Sri Setyorini, yang memberikan ultimatum tegas kepada 55 dapur Sentra Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) di Blora.

Seluruh dapur wajib memenuhi standar higienis dan sanitasi, serta mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) paling lambat 1 November 2025.

Ancaman penutupan sementara dapur SPPG di Blora akan dijatuhkan jika batas waktu tersebut tidak dipenuhi.

“Kalau tidak, saya akan tutup sementara (SPPG-nya) dan saya akan laporkan ke BGN,” terang Wabup dalam Rakor MBG di Pendopo Kabupaten Blora, Senin 13 Oktober 2025.

Kewajiban ini, kata Wabup, adalah respons atas banyaknya aduan terkait kualitas makanan dan komitmen Pemkab Blora untuk memastikan anak-anak menerima makanan yang aman dan bergizi.

Selain SLHS, Wabup juga mewajibkan setiap dapur memiliki tester makanan, sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemkab Blora menyatakan siap memberikan pendampingan agar seluruh dapur dapat memenuhi standar kelayakan tersebut.

Rakor ini juga digunakan untuk menyatukan visi dan persepsi semua pihak terkait, mulai dari Forkopimda, Korwil SPPG, Kepala Dinas, hingga para ahli gizi, demi memastikan penyajian makanan tidak sembarangan.***

Konsleting Listrik, Kandang Ayam di Randublatung Ludes Dilalap Api

METRO CEPU – Konsleting listrik yang terjadi di sebuah kandang ayam di Randublatung mengakibatkan kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh bangunan dan menyebabkan kerugian material signifikan bagi pemiliknya.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/10/2025) ini, bermula dari percikan api pada instalasi listrik yang diduga sudah berusia dan kurang terawat, sehingga api cepat merambat ke bahan-bahan mudah terbakar seperti jerami, kayu papan, dan pakan ternak.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Tantrib) Kecamatan Randublatung, Sugiyanto, mengatakan, berdasarkan laporan awal yang dihimpun oleh tim gabungan di lokasi, kebakaran terjadi diduga kuat dari gangguan hubungan arus pendek kelistrikan.

“Laporan sementara yang kami terima, penyebab kebakaran kandang ayam Randublatung ini adalah karena adanya hubungan pendek arus listrik atau konsleting listrik,” ujar Sugiyanto.

Lebih lanjut, Sugiyanto mengemukakan, kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai angka kurang lebih Rp2,5 Miliar, jumlah ini mencakup kerugian bangunan kandang dan aset di dalamnya.

Kandang ayam yang terbakar tersebut diketahui milik Saudara Ramin bin Ramidin (Alm), yang berlokasi di Dukuh Gedang Becici, RT 04 RW 05, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Tim tanggap darurat segera bergerak cepat menuju Dukuh Gedang Becici, setelah mendapat laporan dari Joko Setyo Prayitno (warga setempat). Menurutnya, sejumlah petugas dari berbagai instansi terlibat dalam upaya pemadaman.

Upaya pemadaman dari tujuh unit tim gabungan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah meluasnya kobaran ke bangunan lain di sekitarnya.

Seluruh personel yang datang ke lokasi dibantu oleh partisipasi aktif warga setempat. Api berhasil dipadamkan dan selanjutnya dilakukan proses pendinginan.

“Satpol PP Kecamatan Randublatung, Damkar Kecamatan Randublatung, Damkar Kecamatan Cepu, Damkar BPBD Blora, Polsek Randublatung, dan Koramil Randublatung,” ujar Joko.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan tentang pentingnya inspeksi rutin instalasi listrik pada fasilitas peternakan, penerapan praktik keselamatan kebakaran yang lebih ketat, serta ketersediaan alat pemadam dan jalur evakuasi yang memadai untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.***

KEBAKARAN HEBAT! Kandang Ayam di Randublatung Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp2,5 Miliar

METRO CEPU – Sebuah insiden kebakaran besar melanda satu unit kandang ayam di Dukuh Gedang Becici, Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Blora, pada Rabu, 15 Oktober 2025, kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 Miliar.

Kandang ayam yang terbakar tersebut diketahui milik Saudara Ramin bin Ramidin (Alm), yang berlokasi di Dk Gedang Becici, RT 04 RW 05, Desa Kutukan.

Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun oleh tim gabungan di lokasi, penyebab utama kebakaran diduga kuat berasal dari gangguan kelistrikan.

“Laporan sementara yang kami terima, penyebab kebakaran kandang ayam Randublatung ini adalah karena adanya hubungan pendek arus listrik atau konsleting listrik,” ujar Kasi Kasi Trantib Kecamatan Randublatung, Sugiyanto, dalam laporannya.

Dikatakannya, kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai angka kurang lebih Rp2.5 Miliar, jumlah ini mencakup kerugian bangunan kandang dan aset di dalamnya.

Tujuh Unit Tim Gabungan Diterjunkan
Mendapat laporan dari warga bernama Joko Setyo Prayitno, tim tanggap darurat segera bergerak cepat menuju Dukuh Gedang Becici.

Menurutnya, sejumlah petugas dari berbagai instansi terlibat dalam upaya pemadaman. “Satpol PP Kecamatan Randublatung, Damkar Kecamatan Randublatung, Damkar Kecamatan Cepu, Damkar BPBD Blora, Polsek Randublatung, dan Koramil Randublatung,” ujarnya.

Seluruh personel yang datang ke lokasi dibantu oleh partisipasi aktif warga setempat. Api berhasil dipadamkan dan selanjutnya dilakukan proses pendinginan. ***

Hari PMI 2025, Polres Blora Sumbang 100 Kantong Darah Personel

METRO CEPU – Kepolisian Resor Kabupaten Blora (Polres Blora) menunjukkan kepedulian kemanusiaan yang tinggi dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) Nasional.

Melalui kegiatan Bakti Kesehatan, sebanyak 100 personel Polres Blora secara sukarela mendonorkan darah mereka.

Aksi sosial ini menjadi kontribusi nyata Polri dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat Blora.

Acara donor darah yang terlaksana atas kerja sama antara Sidokkes Polres Blora dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora ini digelar di Aula Aryaguna Polres Blora pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Sinergi Polri dan PMI Blora di Hari Kemanusiaan
Kegiatan kemanusiaan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, didampingi Ketua PMI Blora serta para Pejabat Utama Polres Blora.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menekankan bahwa partisipasi dalam donor darah Polres Blora ini memiliki dua tujuan utama.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi sosial, namun juga sebagai cara untuk menjaga kesehatan anggota yang bertugas,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto.

Hari PMI 2025 Polres Blora Sumbang 100 Kantong Darah Personel 2

100 Kantong Darah untuk Kesehatan Masyarakat Blora
Menurut Kapolres, setetes darah yang disumbangkan sangat berarti untuk menambah stok darah di PMI dan membantu masyarakat Blora yang membutuhkan transfusi darah.

Selain memberikan manfaat sosial, donor darah secara rutin juga terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan para pendonor, termasuk personel kepolisian.

Aksi Polres Blora donor darah dalam rangka Hari PMI 2025 ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Polri terhadap kemanusiaan.

Ini sekaligus menjadi bentuk sinergi yang solid antara Kepolisian dan PMI dalam menjamin ketersediaan darah bagi warga Kabupaten Blora.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, kesadaran masyarakat untuk berdonor semakin meningkat, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Blora dapat selalu terpenuhi.***

Cegah Kasus PMK Meningkat: DP4 Blora Beri Petunjuk Penanggulangan Dini

METRO CEPU – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora (DP4 Blora) secara proaktif memberikan petunjuk penanggulangan dini Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sebagai langkah preventif untuk mencegah peningkatan kasus di wilayah Blora.

Sosialisasi ini menyasar para peternak, kelompok tani, serta petugas lapangan, dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai gejala klinis PMK, cara penularan, serta langkah-langkah penanganan awal yang efektif.

DP4 Blora menekankan pentingnya pengawasan intensif terhadap kesehatan hewan ternak, terutama sapi, kerbau, kambing, dan domba, serta penerapan biosekuriti yang ketat, termasuk sanitasi kandang secara rutin, pembatasan lalu lintas hewan ternak, dan isolasi hewan yang menunjukkan gejala PMK.

Selain itu, DP4 Blora juga mengimbau peternak untuk segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan terdekat apabila menemukan hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK agar dapat segera dilakukan tindakan penanganan yang tepat dan meminimalisir penyebaran penyakit lebih lanjut.

Upaya pencegahan dini ini diharapkan dapat melindungi populasi hewan ternak di Blora dari ancaman PMK dan menjaga stabilitas ekonomi peternak.

Perihal tersebut dijelaskan Kepala DP4 Blora, Ngaliman, dalam acara sosialisasi penanggulangan PMK di Pendopo Kecamatan Randublatung, Selasa, (7/10/2025). Sosialisai diikuti oleh Kepala Kelurahan, Kepala Desa, Perangkat Desa dan Forkopimcam Randublatung.

Dalam sosialisai tersebut, Kepala DP4 Kabupaten Blora menyampaikan dampak adanya kasus PMK pada hewan ternak membuat turunnya perekonomian peternak di Blora.

“Serangan virus PMK ini sangat cepat sekali menyebarnya. Sehingga, kita dulu terpaksa menutup pasar hewan untuk mencegahnya agar tidak lebih meluas atau lebih banyak lagi hewan ternak yang terjangkit virus PMK. Setelah satu bulan tidak ada laporan kasus PMK, pasar hewan kita buka lagi,” jelas Ngaliman dalam acara sosialisasi.

Ngaliman yang akrab disapa Pak Alim membeberkan, mayoritas warga Blora adalah petani dan peternak. “Adanya kasus PMK ini membuat peternak merugi karena harga jual hewan ternak turun,” kata Ngaliman.

Untuk mengantisipasi kasus PMK, DP4 Blora sudah menyiapkan tenaga kesehatan hewan yang terbaik. Hal ini diharapkan agar dapat meningkatkan peternakan di Blora.

“Kita mempersiapkan tenaga kesehatan hewan yang terbaik, yang sudah mengikuti pelatihan-pelatihan di mana-mana. Petugas kita juga sudah melakukan inseminator di berbagai wilayah, untuk akseptor kita termasuk tertinggi, yaitu lebih dari 10 ribu, sehingga diharapkan peternakan di Blora tetap nomor satu di Jawa Tengah,” jelasnya.

Adapun gejala klinis pada ternak mengalami demam tinggi 39-41 derajat Celcius, hipersalivasi atau mengeluarkan banyak air liur, ada lepuh atau erosi pada mulut, lidah dan hidung, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku.

Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan penderita, kontak tidak langsung melalui droplet, leleran hidung, atau keropeng luka kulit, transportasi ternak, peralatan dan kandang, tersebar melalui angin.

Jika menemui gejala PMK, tindakan yang perlu dilakukan adalah, pisahkan antara hewan yang sakit dan sehat, desinfeksi kandang atau semprot kandang menggunakan air campur desinfektan berupa cairan pemutih (sodium hipoklorid) atau pembersih lantai (benzalkonium klorida) atau citrun dengan rincian minimal 2x sehari jika ada kasus PMK, minimal 1x sehari jika dekat kandang kasus PMK, minimal 2 hari sekali di wilayah kasus PMK, minimal 1 Minggu sekali jika belum ada kasus.

“Upayakan agar hewan sakit tetap makan, meskipun nafsu makannya menurun. Jangan panik, jangan jual ternak yang sakit, PMK bisa sembuh dengan penanganan yang tepat, segera lapor pada petugas kesehatan hewan DP4,” terangnya.

Cara mencegah PMK, yaitu: desinfeksi kandang, jangan berikan sisa makanan hewan yang sakit ke yang sehat, vaksinasi.

Ngaliman menegaskan pentingnya upaya pencegahan terhadap penyakit PMK ini. Ia mengajak kepada seluruh stakeholder dan masyarakat agar aktif mengetahui kondisi hewan ternak di sekitar lingkungannya.

“Untuk saat ini zero PMK. Meski demikian, upaya-upaya pencegahan ini agar dimaksimalkan, ini merupakan langkah preventif untuk penyakit PMK pada ternak sapi dan lainnya,” tandasnya.***