Arsip Kategori: Blora

Baru Tiga Minggu Dibangun, Talud Desa Tinapan Sudah Ambrol

METRO CEPU – Proyek pembangunan talud di RT 1 RW 4 Dukuh Kedungmulyo, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, disorot warga setempat.

Pembangunan talud yang baru selesai sekitar tiga minggu lalu itu sudah ambrol sebagian dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pantauan di lapangan, material batu dan adukan terlihat mudah mengelupas saat dibongkar dengan tangan. Bahkan, campuraan semen juga gampang hancur ketika diremas.

“Kalau proyek seperti itu tidak layak. Harusnya mengutamakan kualitas, bukan hanya mengejar target 100 meter panjangnya,” ujar warga yang akrab disapa Cemplon ini, pada Rabu 27 Agustus 2025.

Menurut dia, semangat Pemerintah Desa Tinapan untuk membangun itu sangat bagus bagus. Akan tetapi, kata dia, harus tetap mengedepankan kualitas.

“Harapannya, kalau membangun lagi harus mengutamakan kualitas, jangan asal jadi,” ungkapnya.

Dirinya juga menyoroti ketiadaan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. “Kalau ada, orang bisa baca dan tahu, anggarannya berapa, sumber dananya dari mana. Dari beberapa proyek yang saya lihat, ini kualitasnya paling jelek,” tambahnya.

Mengetahui kondisi tersebut, pihakya menduga lemahnya kualitas campuran material menjadi penyebab talud cepat rusak. “Bisa jadi semennya kurang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tinapan, Istono, tidak memberi tanggapan saat dikonfirmasi wartawan. Baik melalui pesan whatsapp maupun sambungan telepon.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Blora, Yayuk Windrati, saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Dinas PMD Blora: Jangan Main-main dengan Bankeu, Banyak yang Mengawasi

METRO CEPU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, angkat bicara terkait proyek pembangunan talud di Dusun Bandul, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.

Yayuk menegaskan bahwa peran Dinas PMD dalam penyaluran Bantuan Keuangan (Bankeu) hanya sebatas memfasilitasi, melakukan verifikasi dan validasi (verval) usulan melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), serta menyampaikan rekomendasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh camat dan Dinas PMD. Kami sampaikan agar kegiatan dilaksanakan sesuai regulasi dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” ujar Yayuk, Selasa 26 Agustus 2025.

Terkait pelaksanaan kegiatan Bankeu tahun 2025, menurutnya, saat ini masih dalam proses. Yayuk pun mengingatkan agar pemerintah desa berhati-hati dalam menjalankan proyek.

“Saya minta kepala desa dan TPK melihat kembali RAB yang ada, serta melaksanakan sesuai peraturan. Jangan bermain-main, karena banyak yang mengawasi,” tegasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan talud jalan di RT 2 Dusun Bandul senilai Rp640 juta dari Bankeu 2025 menuai kritik warga. Pasalnya, pemerintah desa tidak memasang papan informasi proyek, sementara beberapa bagian bangunan sudah mengalami keretakan meski baru selesai akhir Juli lalu.

Sugito, Ketua RT 2 Dusun Bandul, mengungkapkan kerusakan cukup parah, terutama di bagian jembatan.

“Ini selesai dua minggu lalu, tapi kerusakannya sudah cukup parah. Papan proyek juga tidak ada,” ujarnya, Rabu 13 Agustus 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik menggunakan material batu lama yang hanya dipoles bagian atasnya.

“Campuran semen 1:14. Bangunan ini juga sempat diterjang banjir. Yang mengerjakan warga sini, pekerjanya dulu ada 18 orang. Papan proyek belum dipasang karena menunggu keputusan pak lurah. Intinya saya garap, dan ada tambahan permintaan warga yang juga kami turuti,” terang Darto, salah satu warga.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tinapan, Istono, menyatakan pihaknya siap melakukan perbaikan.

“Papan proyek akan kami pasang dan kerusakan akan diperbaiki. Proyek ini merupakan pokok pikiran dari Pak Mustopa,” jelasnya.

Adapun volume pekerjaan proyek talud tersebut yakni sisi kiri sepanjang 307,50 meter dan sisi kanan 260,50 meter, dengan alokasi biaya fisik Rp624 juta serta biaya operasional Rp16 juta. ***

Setelah Berjuang Selama Tujuh Hari, Kebakaran Sumur Minyak di Blora Berhasil Dipadamkan

METRO CEPU – Tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api yang membakar sumur minyak ilegal di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora.

Api yang berkobar sejak Minggu 17 Agustus 2025 akhirnya dapat dipadamkan secara total pada Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 18.05 WIB.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Agung Triyono, melaporkan, tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran. “Selanjutnya dilakukan monitoring,” ujar Agung.

​Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan kekompakan semua pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman ini.

​”Saya sangat mengapresiasi dan bersyukur atas usaha serta sinergi yang luar biasa dari semua tim, termasuk para relawan. Berkat kekompakan dan kerja sama yang solid, api akhirnya bisa dipadamkan dan tidak meluas,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto.

​Proses pemadaman dilakukan dengan strategi gabungan, di mana tim berfokus pada pendinginan area sekitar sumur minyak dan menutup sumber api dengan material yang tepat untuk mencegah api kembali menyala

Kapolres Blora menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi bekas terbakarnya Sumur minyak Desa Gandu sebelum dinyatakan aman oleh pihak terkait. ***

Pertamina EP Field Cepu Bantu Penanganan Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora

METRO CEPU – Pertamina EP Field Cepu, secara tanggap mengirimkan bantuan kendaraan dan personel pemadam untuk membantu memadamkan kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Menurut, Manager Communication Relations & CID Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Rahmat Drajat, hal ini sejalan dengan prioritas Pertamina untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan, serta atas dasar kemanusiaan.

Pertamina EP Field Cepu, kata dia, sebagai bagian dari Grup Pertamina senantiasa berkomitmen untuk menjalankan operasional bisnis dan produksi minyak dan gas sesuai prinsip-prinsip keselamatan, serta tetap patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Hal ini guna terciptanya keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, baik di lingkungan Perusahaan maupun masyarakat sekitar,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima wartawan.

Sebagaimana diketahui, nerdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Blora, telah terjadi kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah pada Minggu 17 Agustus 2025 siang.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Blora menyikapi kejadian tersebut dengan melakukan pemadaman di lokasi dan melakukan pendataan bersama tim gabungan agar kebakaran tidak merembet lebih luas ke permukiman masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Mulyowati, menyampaikan api yang keluar dari sumur minyak tersebut cukup besar sehingga perlu penanganan ekstra.

“Meskipun kejadian ini bukan pada sumur milik Pertamina EP Field Cepu, tetapi karena _blow out_ api yang cukup besar dengan gas yang cukup tinggi, kami berkoordinasi dengan Pertamina dan meminta bantuan unit pemadam beserta tim-nya, untuk melakukan penanganan bersama Pemkab,” jelas Mulyowati.

Proyek Rp640 Juta di Tinapan Bermasalah, Dinas PMD Blora Angkat Bicara, DPRD Bungkam

METRO CEPU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, akhirnya angkat bicara terkait dugaan ketidaksesuaian proyek pembangunan talud di Dusun Bandul, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.

Proyek dengan nilai anggaran Rp640 juta tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Dinas PMD berjanji segera mengonfirmasi Kepala Desa Tinapan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Saya coba klarifikasi lewat telepon dulu, sesuai RAB atau tidak,” ujar Yayuk, Senin 18 Agustus 2025.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan media yang telah mengingatkan kepala desa terkait pekerjaan-pekerjaan yang dimungkinkan kurang pas. “Terimakasih sudah diingatkan, agar bisa diperbaiki lebih awal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Blora Mustopa saat dikonfirmasi tidak menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan talud jalan Dusun Bandul RT 2 Desa Tinapan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora, dibiayai Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Blora tahun anggaran 2025.

Pasalnya, selama pembangunan pemerintah desa tidak memasang papan informasi proyek. Selain itu, beberapa titik bangunan sudah mengalami keretakan. Padahal bangunan tersebut selesai dikerjakan pada akhir Juli lalu.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sugito yang juga Ketua RT 2 Dusun Bandul mengungkapkan, beberapa bagian rusaknya cukup parah terutama di jembatan.

“Papan proyeknya tidak ada. Selain itu, proyek ini baru selesai 2 minggu lalu. Tapi kerusakan cukup parah,” ujar Sugito belum lama ini.

Dari pantauan di lapangan, beberapa titik juga menggunakan material batu lama dan hanya dipoles bagian atasnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja proyek yang berhasil diwawancari mengatakan kalau campuran semennya 1:14.

“Memang yang mengerjakan warga. Papan informasi proyek belum keluar. Itu tergantung Pak Lurah ( Kades). Pak Lurah pasrah garapan. Intinya saya garap. Dulu pekerjanya ada 18 orang. Dan ada pengembangan permintaan masyarakat dan kita turuti,” ujar Darto warga lain.

Terpisah, Istono Kepala Desa Tinapan, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan proyek tersebut.

“Akan kami pasang papan proyeknya. Dan akan kami perbaiki. Proyek ini merupakan pokok pikiran (Pokir) dari Pak Mustopa,” ujarnya.

Diketahui volume proyek talud Dusun Bandul tersebut sisi kiri sepanjang 307,50 meter dan kanan 260,50 meter. Dengan biaya fisik Rp 624 juta dan biaya operasional senilai Rp 16 juta.

Bupati Blora Minta Aktivitas Sumur Minyak Ilegal Dihentikan

METRO CEPU – Bupati Blora, Arief Rohman, menyayangkan adanya aktivitas pengeboran sumur minyak yang belum berizin atau ilegal, sehingga mengabaikan aspek keselamatan.

Itu dia sampaikan saat meninjau lokasi kebakaran sumur minyak tradisional yaang diopersikan secara illegal, di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Senin 18 Agustus 2025.

“Lahannya milik warga, dan ini sumur minyak masyarakat yang belum legal. Kalau mau beroperasi ada syaratnya. Kami menyayangkan karena lokasi sumur berada di belakang rumah. Seharusnya memperhatikan keamanan, safety, dan hal lainnya,” tegas Arief Rohman.

Ledakan yang terjadi pada Minggu 17 Agustus 2025 tersebut, mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia serta dua lainnya mengalami luka bakar serius.

Para korban yang selamat kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Yogyakarta.

Arief mengimbau masyarakat agar menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas pengeboran minyak tanpa izin.

Menurutnya, aturan mengenai pengelolaan sumur minyak rakyat sudah jelas tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 14.

“Saya menghimbau masyarakat menahan diri, urus dulu izinnya. Kalau sudah ada izin, baru bisa beroperasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Blora menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Plt Dirjen Migas, Kepala SKK Migas, hingga Gubernur Jawa Tengah terkait peristiwa ini.

“Sumur minyak di sini kita minta untuk diberhentikan dulu, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Kita bersama-sama juga berupaya memadamkan api,” jelasnya.

Selain itu, Arief mengimbau agar warga yang tinggal berdekatan dengan titik api segera mengungsi, mengingat hingga kini kobaran api masih belum dapat dipadamkan.

“Kita dari kemarin sudah koordinasi dengan warga untuk mengungsi sementara, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

RSUD Blora Jelaskan Kronologi Perawatan Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora

METRO CEPU – Tragedi Kebakaran sumur minyak tradisional di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam.

Hingga Senin pagi 18 Agustus 2025, tiga orang warga dinyatakan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta karena luka bakar serius.

Kabid Pelayanan RSUD dr R Soetijono Blora, dr Farida Laela, menjelaskan, pada Minggu 17 Agustus 2025, siang ada lima korban yang dibawa ke RSUD Blora. Dari jumlah itu, satu korban sudah dalam kondisi meninggal dunia setiba di rumah sakit.

“Dari lima korban, satu sudah dalam kondisi meninggal dunia, dengan inisial Ny. T,” jelasnya.

Empat korban lain mengalami luka bakar berat antara 70–95 persen. Karena kondisi tidak memungkinkan ditangani di RSUD Blora, pihak rumah sakit mengajukan rujukan melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).

“Keempat korban perlu penanganan khusus oleh dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi. Di sini (RSUD Blora) tidak tersedia, jadi harus dirujuk,” jelas dr Farida.

Namun, pada Minggu malam pukul 22.00 WIB, sistem rujukan hanya menerima dua korban, yakni anak berusia 1 tahun dengan inisial AD dan ibunya, Ny. Y, 30 tahun. Keduanya segera dibawa ke RSUP Dr. Sardjito pada pukul 23.00 WIB.

Dua korban lainnya, lanjut Farida, Ny. S, 52 tahun, dan Ny. W, 56 tahun, masih menunggu persetujuan rujukan. Namun, nahas keduanya meninggal dunia di RSUD Blora akibat luka bakar 95 persen.

“Ny. S meninggal pukul 01.22 WIB, lalu Ny. W menyusul pukul 06.55 WIB,” ungkap dr Farida.

Dengan demikian, kata Farida, hingga Senin pagi jumlah korban meninggal dunia akibat tragedi ini mencapai tiga orang, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUP dr. Sardjito dengan kondisi luka bakar 78–80 persen.

“Semua korban perempuan, kecuali satu anak laki-laki yang kini dirawat di Sardjito,” tambahnya.

Untuk diketahui, Sebanyak 50 KK mengungsi ke rumah kerabat, sementara hewan ternak juga dievakuasi, terdiri dari enam ekor sapi dan tiga kambing.

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 12.30 WIB itu juga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Satu rumah rusak berat dan tiga rumahh mengalami rusak sedang.

Hingga hari ini, hingga pukul 06.30 WIB, semburan gas dan kobaran api dari sumur minyak pengeboran baru itu, masih belum berhasil dipadamkan.

Tim gabungan dari BPBD Blora, Damkar Satpol PP, Damkar Pertamina Cepu, Polsek Bogorejo, Koramil Bogorejo, perangkat desa, serta warga masih berjibaku melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi.

“Untuk update semburan mulai berkurang. Hari ini rencananya akan dilakukan pemadaman oleh tim gabungan,” ujar Tim Reaksi Cepat BPBD Blora, Agung Triyono. ***

Tiga orang Tewas dalam Tragedi Kebakaran Sumur Minyak di Blora 

METRO CEPU – Korban meninggal dunia akibat kebakaran Sumur Minyak Tradisional di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, terus bertambah.

Hingga Senin 18 Agustus 2025 pagi, tercatat tiga warga meninggal dunia akibat karena bakar serius.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa korban pertama, Mbah Tanek, 60 tahun, meninggal di lokasi kejadian pada Minggu 17 Agustus 2025 siang.

“Mbah Tanek langsung meninggal di tempat, belum sempat dibawa ke rumah sakit,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Korban kedua adalah Mbah Sureni, 52 tahun, yang sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.

“Mbah Sureni sempat kita bawa ke rumah sakit tapi tadi malam jam 01.30 meninggal,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, korban ketiga, Mbah Wasini, yang merupakan adik dari Mbah Sureni, juga menyusl meninggal dunia pada Senin pagi 18 Agustus 2025. sekitar pukul 07.00 WIB.

“Kondisi beliau hampir 90 persen luka bakar. Sudah sempat dirawat di RSUD Blora, tapi tidak tertolong,” terang Mulyowati.

Sebanyak 50 KK mengungsi ke rumah kerabat, sementara hewan ternak juga dievakuasi, terdiri dari enam ekor sapi dan tiga kambing.

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 12.30 WIB itu juga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Satu rumah rusak berat dan tiga rumah mengalami rusak sedang.

Hingga hari ini, hingga pukul 06.30 WIB, semburan gas dan kobaran api dari sumur minyak pengeboran baru itu, masih belum berhasil dipadamkan.

Tim gabungan dari BPBD Blora, Damkar Satpol PP, Damkar Pertamina Cepu, Polsek Bogorejo, Koramil Bogorejo, perangkat desa, serta warga masih berjibaku melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi.

“Untuk update semburan mulai berkurang. Hari ini rencananya akan dilakukan pemadaman oleh tim gabungan,” ujar Tim Reaksi Cepat BPBD Blora, Agung Triyono, melalui video yang dikirim kepada wartawan.