Arsip Kategori: Cepu

Safari Ramadan 2026, BNI Kantor Cabang Cepu Salurkan 458 Paket Sembako di Blora dan Sekitarnya

METRO CEPU – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyelenggarakan program Safari Ramadan 2026 di Kabupaten Blora dan sekitarnya. Melalui BNI Kantor Cabang (KC) Cepu, sebanyak 458 paket sembako didistribusikan secara serentak kepada masyarakat dan yayasan pendidikan mulai Kamis 12 Maret 2026 hingga Jumat 13 Maret 2026.

Penyaluran bantuan ini menyasar sejumlah titik di Kecamatan Cepu, Randublatung, dan Kabupaten Blora. Di antaranya adalah TPQ An-Nahdliyah Cabang Cepu, Yayasan Perguruan Islam PSM Randublatung, Ponpes Islam Al-Balad, SDIT Permata Mulia, Yayasan Alkautsar, serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Pemimpin BNI KC Cepu, Yurika Skripsianingrum, didampingi Wakil Pemimpin BNI KC Cepu, Lia Ratnasari, terjun langsung untuk berinteraksi dengan anak-anak yatim dan warga penerima manfaat.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih BNI. Harapannya dapat membawa manfaat serta menghadirkan senyum kebahagiaan sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” ujar Yurika dalam keterangan resminya.

Program Safari Ramadan 2026 ini merupakan agenda tahunan BNI yang dilaksanakan di lebih dari 10 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Selain pembagian sembako, rangkaian kegiatan sosial secara nasional juga mencakup pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Melalui aksi ini, BNI berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat sesuai dengan moto perusahaan, “Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa.” (red)

Siaga Cegah Kecelakaan, Damkar Cepu Sigap Tangani Tumpahan Solar di Jalan Ronggolawe

METRO CEPU – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Cepu bergerak cepat membersihkan tumpahan solar di jalan raya yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, Sabtu 14 Maret 2026 siang di kawasan Pertigaan Ketapang, Jalan Ronggolawe.

Dalam laporannya, Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyono Winarno, tindakan ini merupakan respons atas laporan warga yang khawatir dengan kondisi jalan licin akibat tumpahan bahan bakar minyak tersebut.

“Menindaklanjuti laporan warga, tim kami langsung bersiap dan meluncur ke lokasi,” ujarnya dalam laporan kegiatan Pos Damkar Cepu.

Sesampainya di Pertigaan Ketapang, petugas segera mempersiapkan peralatan dan melakukan imbauan kepada warga sekitar untuk tidak mendekat demi keamanan selama proses pembersihan berlangsung.

Dengan sigap dan peralatan yang memadai, tim berhasil menuntaskan pembersihan jalan dalam waktu kurang dari 30 menit. Mengembalikan kondisi jalan seperti sedia kala dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Beruntung, dalam peristiwa tumpahan solar ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Damkar Cepu dalam menangani berbagai situasi darurat non-kebakaran yang membahayakan masyarakat,” kata dia. (red)

Kebakaran Landa Rumah di Karangboyo Cepu, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

METRO CEPU – Sebuah rumah kayu di wilayah Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, dilalap si jago merah pada Minggu 8 Maret 2026 dinihari.

Peristiwa kebakaran yang diduga akibat konsleting listrik tersebut mengakibatkan kerugian materi hingga puluhan juta rupiah, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.

Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyono Winarno, dalam laporannya menyebutkan, bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada pukul 02.45 WIB.

“Informasi masuk dari Damkar Satpol PP Kecamatan Cepu. Tim segera bergerak menuju lokasi dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 02.55 WIB,” ujar dia dalam laporanya.

Lokasi kebakaran berada di RT 4 RW 5, Lingkungan Jatirejo (Sumber Agung), Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu. Rumah milik Minawati yang terbuat dari material kayu beserta seluruh isi perabot di dalamnya hangus terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta.

Tim Damkar Pos Cepu yang terdiri dari lima personel, dibantu oleh Satpol PP Kecamatan Cepu serta relawan, langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Berkat kesigapan tim, api berhasil dijinakkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 04.30 WIB.

“Penyebab kebakaran diduga kuat karena korsleting listrik. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi,” jelasnya.

Petugas tidak bekerja sendiri. Proses pemadaman dan pengamanan lokasi berjalan lancar berkat sinergi lintas instansi.

Sejumlah pihak yang tergabung di lokasi kejadian antara lain Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, jajaran Polsek Cepu, Koramil Cepu, perangkat kelurahan setempat, serta warga sekitar yang bahu-membahu membantu petugas.

Pasca kejadian, tim Damkar Pos Cepu langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan dan rencana tindak lanjut guna membantu korban. (red)

Menu MBG Minimalis, Camat Cepu Minta Pengelola SPPG Tingkatkan Kualitas Layanan 

METRO CEPU – Dalam rapat evaluasi pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan hari ini, Selasa 3 Maret 2026, Camat Cepu Endah Ekawati, menekankan para pengelola dapur, untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengantisipasi tantangan operasional selama bulan Ramadan.

Camat berpesan kepada seluruh pengelola untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi pemberitaan dan informasi yang beredar.

Menurutnya, informasi tersebut harus direspons secara dewasa dan tidak reaktif, agar tidak memengaruhi stabilitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Camat menekankan pentingnya menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.

Ia meminta agar seluruh proses kerja berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan SPPG.

Mulai dari komposisi bahan makanan, kualitas produk yang dihasilkan, hingga mekanisme distribusi harus diawasi ketat sesuai aturan yang berlaku.

“Cekatan dalam pelayanan, tapi tetap harus on the track sesuai SOP. Masyarakat ingin dilayani dengan baik dan jujur,” ujar Camat.

Terkait bulan Ramadan, Camat mengakui bahwa kenaikan harga bahan pokok merupakan tantangan tersendiri yang tidak bisa dihindari.

Namun, ia menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dijadikan dalih untuk menurunkan kualitas gizi atau mengabaikan komponen yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Meskipun harga naik, jangan sampai komposisi gizi dikurangi. Itu sudah menjadi standar nasional yang harus kita jaga,” tegasnya.

Saat itu, camat jugamenyoroti masalah pengelolaan sampah produksi. Ia mengingatkan bahwa wilayah Cepu saat ini menghadapi permasalahan sampah yang cukup kompleks, mulai dari banyaknya aduan warga hingga persoalan teknis penanganan di lapangan.

Oleh karena itu, kata dia, pembuangan sampah dari hasil produksi SPPG harus menjadi perhatian serius agar tidak menambah beban persoalan yang sudah ada.

“Ini PR kita bersama. Jangan sampai pelayanan kita baik, tapi justru menimbulkan masalah baru bagi lingkungan dan warga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, informasi yang dihimpun dilapangan, warga masih menemukan menu MBG minimalis yang diterima anak sekolah.

Di Desa Nglanjuk, anak sekolah menerima menu berupa kurma sebanyak tiga biji, roti, keripik singkong, dan tahu.

Lalu di Kelurahan Karangboyo, anak sekolah menerima menu berupa jeruk hijau, karing tempe, makaroni keju dan kacang telur. (red)

Pemanfaatan Lahan Koperasi Merah Putih di Wilayah KPH Cepu Belum ada Kepastian

METRO CEPU – Rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah Kabupaten Blora masih terkendala lahan. Sebab, sebagian lokasi KMP bakal menempatan lahan milik Perhutani.

Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu menyatakan bahwa mekanisme penggunaan lahan hutan seluas 1.000 meter persegi tersebut hingga kini belum menemui titik terang, terutama terkait penanggung jawab aset.

Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan dan Komper Perum Perhutani KPH Cepu, Ari Susanto, menjelaskan bahwa, sesuai dengan aturan internal Perhutani, penggunaan lahan untuk kepentingan komersial seperti gedung Koperasi Merah Putih, diarahkan pada skema sewa.

“Untuk mempercepat proses, sebenarnya bisa mengikuti skema Pemda melalui mekanisme sewa. Bahkan, ada peluang tahun pertama digratiskan, namun itu sangat bergantung pada hasil negosiasi antara Bupati Blora dengan Direktur Utama Perhutani,” ujar Ari Susanto, Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya, Salah satu hambatan utama di lapangan adalah belum adanya kejelasan mengenai siapa yang akan menjadi penanggung jawab pelimpahan aset tersebut.

Pihak KPH mengaku masih bingung apakah tanggung jawab koperasi berada di tangan Lurah, Kepala Desa, Camat, atau langsung di bawah Pemerintah Kabupaten Blora.

Ketidakjelasan ini dianggap penting karena gedung KMP dikategorikan sebagai Aset Komersial. “Kami belum bisa menjawab setelah Koperasi berdiri nanti, aset tersebut akan menjadi milik siapa,” tambahnya.

Ari merinci tedapat 36 titik KMP di seluruh Blora yang masuk dalam rencana penggunaan lahan Perhutanj.

Khusus di wilayah KPH Cepu, kata dia, ada 6 titik desa dan kelurahan. “Khusus di Kecamatan Cepu, hanya Kelurahan Ngelo yang akan memanfaatkan lahan Perhutani untuk Koperasi Merah Putih,” katanya.

Diungakannya, mengenai status pelepasan kawasan, KPH Cepu menyebutkan bahwa aset tersebut nantinya akan masuk dalam pengelolaan Danantara.

Prosedur pelepasan atau penggunaan lahan saat ini merujuk pada Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2021 yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 20 Tahun 2025.

Saat ini, tim di lapangan selesai melakukan Verifikasi Teknis (Vertek) dan hasilnya sudah diserahkan ke kementerian terkait.

Keputusan akhir apakah lahan tersebut akan menggunakan skema Pinjam Pakai atau Pelepasan Kawasan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Kehutanan.

“Pembangunan masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Kehutanan,” tuturnya.

Sementara itu, di Kelurahan Ngelo Kecamatan Cepu, belum ada tanda-tanda pembungunan gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Mengingat, belum ada keputusan dari Kementerian Kehutanan

Lurah Ngelo Sumiati, menyatakan, bahwa lahan untuk pendirian bangunan masih dalam proses. “Lahan masih proses,” ujarnya singkat.

Terkait penanggung jawab koperasi yang bakal menempati lahan Perhutani, pihakna mengaku belum mengetahui. “Saya belum paham. Karena kami belum sampai asset,” ujarnya.

KKMP Ngelo, telah memulai kegiatan keanggotaan, meskipun lahan dan gedung masih berproses . “Pengurus dan pengawas terus semangat , terbukti dengan sudah berjalannya agen BRILINK dan Pos Pay , juga kerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Ngelo terkait pembayaran pajak PBB tahun 2026” kata dia .

Pihaknya juga telah melaksanakan kewajiban KKMP melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). “Walaupun hanya membahas progres kegiatan saja,” ujar Sumiati. (red)

Tim Gabungan Tertibkan PKL di Taman Seribu Lampu Cepu

METRO CEPU – Tim Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta instansi terkait melakukan aksi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan ikonik Taman Seribu Lampu Cepu, Taman 1 hingga 6, pada Rabu 25 Februari 2026.

Langkah ini diambil guna mengembalikan fungsi estetika taman serta memastikan para pedagang mematuhi regulasi yang berlaku.

Penertiban dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan apel bersama di bawah pimpinan Sekretaris Camat (Sekcam) Cepu.

Menurut Camat Cepu Endah Ekawati, melalui Kasi Trantib Liatyo Winanrno, menyampaikan, operasi ini melibatkan personel lintas sektoral, termasuk Kasi Trantib Cepu, Satpol PP Kabupaten Blora dan Kecamatan Cepu, Polsek, Koramil, serta perwakilan dari Dindagkop dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora.

Penertiban ini merujuk pada Surat Izin Bupati Blora Nomor: 621.94/1192/2019 tentang izin penggunaan Taman Seribu Lampu.

Dalam operasi tersebut, petugas di lapangan menemukan banyak pelanggaran terhadap poin-poin perizinan yang telah ditetapkan sejak tahun 2019 tersebut.

“Kegiatan ini sifatnya mengingatkan kembali. Kami ingin para pedagang kembali berkomitmen pada aturan yang ada di surat izin Bupati demi kenyamanan bersama,” ujarnya.

Adapun poin-poin penting yang ditegaskan kembali kepada para PKL meliputi, waktu berjulan di taman 1, 2, dan 3 hanya diperbolehkan mulai pukul 16.00 – 05.00 WIB.

Khusus Taman 4, diizinkan beroperasi pagi pukul 09.00 – 15.00 WIB dan sore hingga malam pukul 6.00 – 05.00 WIB.

Adapun demi menjaga keberaihan, PKL dilarang keras membuang sampah sembarangan di area taman,” tegasnya.

“Setelah jam operasional berakhir, pedagang dilarang meninggalkan lapak, tenda, atau media jualan lainnya di area taman,” ungkapnya.

Operasi berjalan kondusif tanpa ada perlawanan berarti dari para pedagang.  Petugas tetap melakukan tindakan tegas dengan mengamankan sejumlah barang bukti ke Kantor Kecamatan Cepu sebagai bentuk penegakan disiplin. (red)

Kebakaran Rumah di Desa Mernung Cepu, Kerugian Ditaksir Capai Puluhan Juta

METRO CEPU – Peristiwa kebakaran rumah, terjadi di Mernung, Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, pada Sabtu 14 Februari 2026, pagi. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, beruntung dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Laporan resmi dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cepu, kejadian nahas tersebut pertama kali dilaporkan masuk melalui emergency call sekitar pukul 08.05 WIB. Api dengan cepat membakar bagian depan rumah yang berfungsi sebagai ruang tamu dan teras.

Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Pos Cepu langsung bergerak cepat menuju lokasi. Berkat kesigapan petugas dibantu oleh berbagai elemen relawan dan instansi terkait, api berhasil dipadamkan sebelum sempat merambet ke bangunan utama maupun rumah-rumah warga di sekitarnya.

Korban kebakaran diketahui bernama Marsidin, seorang wiraswasta yang beralamat di RT 2 RW 2, Desa Mernung.

“Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa (nihil). Namun, bagian rumah yang terbakar masuk dalam kategori rusak sedang dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah),” kata Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyo Winarno dalam laporannya.

Dari hasil investigasi sementara di lokasi kejadian, kata dia, petugas menduga kuat api berasal dari korsleting listrik atau hubungan arus pendek pada kabel rumah.

Untuk diketahui, proses pemadaman dan pengamanan lokasi melibatkan berbagai pihak. Adapun tim gabungan yang diterjunkan di lokasi kejadian antara lain, Damkar Satpol PP Kecamatan Cepu, TRC BPBD Blora, Polsek Cepu, Koramil Cepu, Exalos (Relawan) Squad Nusantara (Relawan), Perangkat Desa Mernung dan warga sekitar

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi korsleting listrik dengan memeriksa instalasi secara berkala guna mencegah kejadian serupa. (red)

Puluhan Relawan Gotong Royong Bongkar Rumah Korban Tanah Ambles di Cepu

METRO CEPU – Puluhan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Blora, TNI-Polri, serta relawan dikerahkan untuk membongkar rumah milik Supadmi dan Nimas Lusiana di Lingkungan Nglajo, Kelurahan Cepu, yang rusak parah akibat tanah ambles, Kamis 12 Februari 2026.

Kegiatan kerja bakti yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu dilakukan sesuai denga surat permintaan bantuan dari Kelurahan Cepu.

Rekomendasi pembongkaran dikeluarkan menyusul kondisi bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan penghuni serta bangunan lain di sekitarnya.

Blora melalui Operator Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Blora, Agung Triyono, melaporkan bahwa rumah milik Supadmi dan Nimas Lusiana menjadi fokus utama dalam pembongkaran kali ini.

“Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan perabotan dan material bangunan yang masih bisa digunakan, sekaligus mencegah potensi reruntuhan susulan,” tulisa Agung Triyono dalam laporan resmi yang diterima redaksi, pukul 15.58 WIB.

Tak hanya melakukan pembongkaran, BPBD Blora juga mengirimkan bahan bangunan ke Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya dukungan logistik bagi warga yang terdampak.

Koordinasi lintas sektor pun terus digencarkan guna menyusun rencana tindak lanjut pascabencana, termasuk kemungkinan relokasi atau bantuan rekonstruksi rumah warga.

Dalam operasi ini, TRC BPBD Blora bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain SAR MTA, SAR PAM Blora, TAGANA, KMC, PMI, Relawan Baznas, Squad Nusantara, Satpol PP Kecamatan Cepu, serta personel dari Polsek dan Koramil Cepu.

Lurah Cepu beserta jajaran perangkat kelurahan dan masyarakat sekitar turun langsung bergotong-royong di lokasi.

BPBD Kabupaten Blora masih melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah susulan di wilayah tersebut. (red)