Grebek Pasar, Menkomdigi Meutya Hafid: Tingkatkan Digitalisasi UMKM

METRO CEPU – Menteri Komunikasi dan Digital atau Menkomdigi Meutya Hafid meninjau langsung penerapan digitalisasi di kalangan pelaku UMKM saat mengunjungi Pasar Lama Kota Tangerang, Selasa (24/12/2024).

Di tengah keramaian pasar, Menkomdigi Meutya mengapresiasi tingginya adopsi sistem pembayaran digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) oleh para pedagang.

“Ada program pembinaan UMKM Digital di Kota Tangerang ini ya,” ujar Menkomdigi Meutya sembari berdialog santai dengan Pj. Walikota Tangerang, Nurdin.

Meutya menyatakan bahwa penerapan sistem pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk meningkatkan omzet.

Salah satu pedagang yang diajak berdialog oleh Menkomdigi mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 50% hingga 60% omzet hariannya berasal dari penjualan online dan pembayaran digital.

“Dari dulu sama sekarang apa bedanya dengan digitalisasi? Yang pesan lewat digital sudah banyak? Berapa persen yang beli secara online?” tanya Meutya kepada seorang penjual mie ayam.

Pedagang tersebut menjelaskan bahwa digitalisasi sangat membantu kelancaran usahanya, terutama dengan penerimaan pembayaran menggunakan QRIS. Meski masih menerima pembayaran tunai, pesanan daring dari platform digital kini menjadi bagian besar dari penghasilannya.

Menteri Meutya juga menikmati kuliner khas Pasar Lama sembari mengamati aktivitas para pedagang yang semakin aktif memanfaatkan platform digital untuk berjualan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi program digitalisasi yang diusung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, di mana Kota Tangerang menjadi salah satu pilot project program Smart City.

“Kami yakin adopsi teknologi seperti ini dapat menumbuhkan ekonomi digital di daerah-daerah, terutama untuk UMKM. Kota Tangerang telah menjadi contoh yang baik dalam memadukan tradisi pasar dengan inovasi teknologi,” tegas Meutya.

Pj. Walikota Tangerang, Nurdin, turut mendampingi kunjungan tersebut dan menyampaikan bahwa dukungan dari Kementerian Komdigi telah memberikan dampak besar dalam mempercepat transformasi digital di wilayahnya.

Dengan digitalisasi yang terus berkembang, Menkomdigi Meutya Hafid optimis bahwa UMKM di seluruh Indonesia dapat lebih kompetitif di era digital, membuka lebih banyak peluang, dan memberikan kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional.***

Presiden Prabowo Subianto Terima IHPS I Tahun 2024 dari BPK

METRO CEPUPresiden Prabowo Subianto menerima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024 dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Isma Yatun, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (02/01/2025).

Melansir dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, laporan tersebut mengungkapkan berbagai temuan dan upaya perbaikan tata kelola keuangan negara selama semester pertama tahun 2024, termasuk evaluasi atas pengelolaan keuangan pemerintah pusat.

Berdasarkan laporan IHPS I 2024, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2023, yang mencakup 79 Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan satu Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN).

Namun, empat LKKL, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Badan Pangan Nasional, memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

BPK juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah atas kerja sama yang baik dalam mendukung prinsip Good Governance, terutama terkait pengelolaan anggaran selama masa transisi pembentukan Kabinet Merah Putih.

Selain itu, BPK turut mengapresiasi Penerbitan PMK Nomor 90 Tahun 2024 yang mengatur tata cara penggunaan anggaran dan aset pada masa transisi, serta penunjukan kementerian/lembaga pengampu pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2024.

“BPK menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kerja sama yang telah terjalin baik untuk bersama mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa dengan berlandaskan good governance,” ujar Isma Yatun dalam keterangan pers tertulisnya.

Dalam kesempatan tersebut, Isma Yatun juga memaparkan kiprah BPK di kancah internasional, termasuk sebagai auditor eksternal pada berbagai organisasi dunia seperti badan-badan khusus PBB dan UN Panel of External Auditors.

Sedangkan dalam rangka memperkuat peran Indonesia di dunia internasional, BPK minta dukungan Presiden Prabowo dalam pencalonan sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BOA) periode 2026-2032 di mana proses pemilihan anggota UN BOA akan dilakukan pada Maret 2025 dan diputuskan oleh Sidang Umum PBB pada November 2025 mendatang.

Dengan diterimanya IHPS I 2024, pemerintah dan BPK berkomitmen untuk terus bersinergi dalam memperbaiki tata kelola keuangan negara yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, Ketua BPK Isma Yatun tampak hadir bersama sejumlah anggota BPK lainnya.***

HARBOLNAS 2024, Produk Lokal Cetak Transaksi Rp31,2 Triliun

METRO CEPU – Program Hari Belanja Online Nasional atau HARBOLNAS 2024, mencatat rekor dengan total transaksi sebesar Rp31,2 triliun.

Transaksi sebesar Rp31,2 trliun tersebut didominasi oleh produk lokal dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta industri dalam negeri pada HARBOLNAS 2024.

Atas hal tersebut, pemerintah terus memberikan dukungan nyata untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta industri dalam negeri.

“Dengan average spending per orang mencapai Rp318 Ribu ini sekaligus mencerminkan antusiasme luar biasa dengan tidak kurang dari 98 juta pelanggan yang melakukan belanja memanfaatkan momentum HARBOLNAS,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2024).

Program HARBOLNAS berlangsung dari tanggal 10 hingga 16 Desember 2024. Tahun ini terjadi peningkatan sekitar 21,4% (yoy) dibandingkan total transaksi pada tahun 2023 yang mencetak angka Rp25,7 Triliun.

“Produk-produk lokal juga mampu mendominasi keseluruhan penjualan dengan porsi sebanyak 52% dan dengan nilai transaksi yang mencapai sebesar Rp16,1 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 31% (yoy),” jelas Airlangga Hartarto.

Dengan tagline #PakaiProdukSendiri, pakaian olah raga dan aksesori fashion, personal care, serta makanan dan minuman menjadi tiga kategori produk yang mendomininasi penjualan dalam HARBOLNAS 2024.

“Para pembeli dalam gelaran program ini juga menjadikan Live Shopping yang menyediakan review produk secara online sebagai fitur yang paling diminati dan 50% pembeli melakukan pembelian melalui link afiliasi yang dibagikan di media sosial,” tutur Menko Perekonomian.

Dalam ajang HARBOLNAS tahun ini, tercatat 407 peserta yang berpartisipasi mulai dari pedagang (merchant), ritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar.

“Ajang HARBOLNAS tahun ini juga menjadi capaian tertinggi untuk seller yang baru onboarding dibandingkan masa sebelum pandemi,” tegas Airlangga Hartaro.

Kehadiran HARBOLNAS 2024 tidak sekadar menjadi perayaan belanja online, melainkan juga langkah nyata untuk mendukung peningkatan perekonomian nasional dan penjualan produk lokal.

Selain program tersebut, Pemerintah juga memberikan dukungan bagi program belanja murah lainnya seperti program Belanja di Indonesia Aja yang berlangsung pada tanggal 20-29 Desember 2024 dan EPiC Sale (Every Purchase is Cheap) yang berlangsung pada tanggal 22-31 Desember 2024.

“Kami optimis dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, target pertumbuhan ekonomi melalui sektor konsumsi dapat tercapai. HARBOLNAS menjadi bukti nyata bahwa aktivitas belanja masyarakat turut menjadi pengungkit dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi,” jelas Menko Airlangga.

Program HARBOLNAS sendiri telah berlangsung sejak 12 tahun lalu dan juga turut berkontribusi bagi peningkatan ekonomi digital nasional. Pertumbuhan yang signifikan pada kontribusi produk lokal menjadi indikator positif terhadap potensi masa depan HARBOLNAS.

“Hal ini juga mencerminkan peningkatan kesadaran konsumen untuk terus mendukung produk dalam negeri melalui platform e-commerce,” ujar Airlangga Hartarto (dilansir Metro Cepu dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI).

Program HARBOLNAS diharapkan dapat terus menunjukkan peran dalam mendorong daya beli masyarakat sekaligus mendukung produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar domestik dan internasional.

“Dalam upaya menciptakan pasar yang kuat bagi produk dalam negeri, Pemerintah terus mendorong promosi dan kampanye agar masyarakat lebih memilih produk lokal. Ketika pasar untuk produk lokal sudah terbentuk, maka suplai akan mengikuti secara otomatis. Langkah ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada produk impor,” pungkas Menko Airlangga.***

Tarif Diskon Listrik 50 Persen Berlaku Sampai Kapan? Ini Penjelasan PLN

METRO CEPU – Dalam upaya meringankan beban masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang semakin sulit, PT PLN telah menerapkan kebijakan diskon listrik 50 persen.

Bagi pelanggan tertentu, per 1 Januari 2025 PLN menghadirkan program tarif diskon listrik sebesar 50 persen untuk membantu meringankan beban masyarakat terkait penggunaan energi listrik.

Namun, banyak pelanggan PLN yang mempertanyakan hingga kapan program diskon listrik sebesar 50 persen ini akan berakhir.

Di mulai pada awal tahun 2025, PLN berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang diambil PT PLN (Persero) adalah dengan memberikan diskon tarif listrik sebagai bentuk kepedulian terhadap pelanggan.

Dengan adanya diskon ini tidak hanya berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.

Diskon tarif listrik 50 persen ini diberikan kepada pelanggan yang masuk dalam kategori pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA (Volt Ampere).

Program ini bertujuan untuk meringankan beban biaya listrik bagi mereka yang paling membutuhkan, mengingat situasi yang serba sulit di tengah gejolak ekonomi di dunia.

Mengenai pertanyaan hingga kapan tarif diskon listrik ini akan berlangsung, PLN melalui Direktur Utama Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa program ini dapat dinikmati sejak 1 Januari 2025, dan program ini akan diberlakukan hingga Februari 2025

Bagi pelanggan pascabayar potongan tarif 50% berlaku otomatis ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk pemakaian periode Januari dan periode Februari 2025.

Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah (50%) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun atau melakukan pembelian token listrik seperti biasanya dan secara otomatis akan mendapat tambahan kWh lebih besar dari sebelumnya.

“Untuk pelanggan pascabayar, nominal tagihan bulanan akan secara otomatis dikurangi 50% pada saat bayar listrik,” terang Darmawan (Jakarta, 1 Januari 2025).

“Sedangkan untuk pelanggan prabayar, potongan 50% akan langsung didapatkan saat pelanggan membeli token listrik, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, di agen, dan di manapun,” imbuhnya.

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap masukan dan harapan masyarakat, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Kebijakan tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Lebih lanjut, dalam Keputusan Menteri ESDM tersebut dijelaskan bahwa pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan yaitu Januari dan Februari 2025.

Diskon tarif listrik 50 persen adalah salah satu langkah strategis PLN dalam membantu masyarakat di tengah situasi sulit akibat gejolak ekonomi.

Meski program ini akan berakhir pada Februari 2025, banyak pelanggan sudah berharap agar kebijakan ini dapat diperpanjang atau diberlakukan secara permanen mengingat situasi ekonomi yang masih fluktuatif.***

Tips Mengelola Penggunaan Listrik Agar Hemat dan Tidak Tekor, Nomor 8 Sering Diabaikan

METRO CEPU – Di era modern saat ini, penggunaan listrik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Baik untuk keperluan penerangan, perangkat elektronik, maupun peralatan rumah tangga, energi listrik memberikan kenyamanan dan efisiensi.

Namun, penggunaan listrik yang tidak terkelola dengan baik dapat mengakibatkan tagihan yang membengkak, sekaligus dampak negatif bagi lingkungan.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengelola penggunaan listrik agar lebih hemat dan efektif yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kenali Konsumsi Listrik Anda
Langkah pertama dalam mengelola penggunaan listrik adalah dengan memahami berapa besar konsumsi listrik yang digunakan oleh setiap perangkat. Gunakan alat pengukur konsumsi listrik untuk mengetahui berapa watt setiap peralatan.

Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat menentukan perangkat mana yang paling banyak menghabiskan energi dan memutuskan untuk mengurangi penggunaan atau menggantinya dengan yang lebih efisien.

2. Matikan Perangkat yang Tidak Digunakan
Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah membiarkan perangkat elektronik tetap menyala meskipun tidak sedang digunakan.

Pastikan untuk mematikan peralatan seperti televisi, komputer, dan lampu saat tidak ada aktivitas. Anda juga bisa menggunakan pemutus sirkuit atau steker dengan saklar untuk memudahkan dalam mematikan beberapa perangkat sekaligus.

3. Gunakan Peralatan dengan Label Energi Efisien
Ketika membeli peralatan baru, pilihlah yang memiliki label efisiensi energi, seperti Energy Star atau label hemat energi lainnya.

Peralatan ini didesain untuk menggunakan lebih sedikit energi dibandingkan dengan model lama. Meskipun harganya mungkin sedikit lebih tinggi, penghematan yang didapat dalam jangka panjang akan sebanding.

4. Manfaatkan Cahaya Alami
Sumber cahaya paling hemat adalah cahaya matahari. Rencanakan tata ruang rumah agar mendapatkan pencahayaan alami yang optimal.

Gunakan tirai atau penutup jendela yang dapat dibuka saat siang hari untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi kebutuhan akan lampu.

5. Pilih Lampu yang Hemat Energi
Berinvestasi di lampu LED atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) juga merupakan langkah efektif untuk mengurangi tagihan listrik.

Lampu-lampu ini tidak hanya lebih hemat energi, tetapi juga memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan lampu pijar tradisional.

6. Atur Suhu AC dan Pemanas dengan Bijak
Penggunaan pendingin udara dan pemanas ruangan dapat mempengaruhi tagihan listrik secara signifikan. Cobalah untuk mengatur suhu pada tingkat yang sedikit lebih tinggi untuk AC dan sedikit lebih rendah untuk pemanas.

Menggunakan kipas angin secara bersamaan dapat membantu mengedarkan udara sehingga suhu terasa lebih nyaman dengan penggunaan energi yang lebih sedikit.

7. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan peralatan rumah tangga juga penting untuk memastikan semuanya berfungsi dengan optimal.

Kabel yang sudah usang atau perangkat yang tidak efisien dapat menyebabkan kebocoran energi. Oleh karena itu, lakukan perawatan secara berkala agar semua tetap dalam kondisi baik.

8. Edukasi Anggota Keluarga
Akhirnya, edukasi semua anggota keluarga tentang pentingnya hemat energi dan bagaimana cara melakukannya. Diskusikan kebiasaan energi yang baik, seperti mematikan lampu ketika keluar ruangan atau menggunakan air hangat secara hemat. Kesadaran bersama akan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung penghematan energi.

Dengan menerapkan beberapa tips sederhana di atas, Anda tidak hanya dapat menghemat penggunaan listrik, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Pengelolaan energi listrik yang baik adalah tanggung jawab bersama, dan setiap langkah kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan.***

Cara Dapat Diskon Listrik 50 Persen dari PLN

METRO CEPU – Diskon listrik 50 persen dari PLN menjadi solusi hemat di tengah meningkatnya kebutuhan energi listrik dan biaya hidup yang kian tinggi.

PLN melakukan berbagai strategi untuk membantu masyarakat, khususnya pelanggan rumah tangga, dalam mengelola pengeluaran listrik yakni dengan menghadirkan diskon listrik 50 persen.

Pemberian diskon listrik sebesar 50 persen dari PLN bagi konsumen atau pelanggan rumah tangga ini berlaku sejak 1 Januari 2025.

Diskon listrik sebesar 50 persen ini tentu menjadi kabar baik bagi pelanggan PLN baik prabayar maupun pascabayar.

Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan diskon listrik sebesar 50 persen dari PLN serta syarat yang harus dipenuhi.

Diskon listrik 50 persen ini diperuntukkan bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 Volt Ampere (VA) ke bawah.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

Dalam Keputusan Menteri ESDM tersebut diterangkan bahwa pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan yaitu Januari dan Februari 2025.

Oleh sebab itu, pelanggan yang mendapat diskon tarif listrik sebesar 50% ini adalah konsumen yang termasuk dalam golongan tarif R1 (kelompok rumah tangga) dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

PT PLN melalui Direktur Utama, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa, diskon tarif listrik sebesar 50% ini dapat dinikmati secara otomatis dan tanpa mekanisme yang berbelit bagi mereka yang tergolong daya tersebut.

Lebih lanjut, Darmawan menerangkan bahwa untuk pelanggan pascabayar potongan tarif 50% berlaku otomatis ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk pemakaian periode Januari dan periode Februari 2025.

Sementara bagi pelanggan prabayar, lanjutnya dikatakan, cukup membeli setengah (50%) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun.

“Untuk pelanggan pascabayar, nominal tagihan bulanan akan secara otomatis dikurangi 50% pada saat bayar listrik. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, potongan 50% akan langsung didapatkan saat pelanggan membeli token listrik, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, di agen, dan di manapun,” papar Darmawan (Jakarta, 1 Januari 2025).

Tips Memanfaatkan Diskon
Agar Anda dapat memanfaatkan diskon ini dengan optimal, pertimbangkan untuk mengurangi penggunaan listrik di rumah. Memanfaatkan teknologi hemat energi dan rutin memeriksa status penggunaan listrik bisa membantu Anda dalam menekan biaya bulanan.

Diskon listrik 50 persen adalah langkah positif dari pemerintah untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Dengan mengetahui cara dan syarat yang jelas, pelanggan rumah tangga, baik prabayar maupun pascabayar, dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.***

Ada R1, B1 dan I1: Jenis-jenis Pelanggan PLN yang Harus Anda Ketahui

METRO CEPU – Di Indonesia, jenis-jenis pelanggan PLN dibedakan menurut kode pelanggan yang berdasarkan pada kebutuhan masing-masing, dari konsumen rumah tangga, usaha kecil hingga bisnis.

Pemerintah Indonesia melalui Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) selalu berupaya memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh pelanggan.

Untuk itu, PLN mengklasifikasikan pelanggannya ke dalam berbagai kategori konsumen atau jenis-jenis pelanggan PLN berdasarkan kebutuhan dan pemakaian listrik.

Di antara berbagai jenis kategori tersebut, konsumen atau pelanggan PLN R1, B1, dan I1 adalah yang paling umum dijumpai di Indonesia.

Berikut istilah atau pengertian dari ketiga jenis pelanggan PLN tersebut serta implikasinya bagi pengguna listrik di Indonesia yang dilansir dari berbagai sumber.

Pelanggan R1
Klasifikasi R1 ditujukan untuk pelanggan rumah tangga dengan kapasitas daya listrik mula 450 VA hingga maksimal 2.200 VA. Jenis pelanggan ini ideal untuk penggunaan sehari-hari di rumah, seperti penerangan, televisi, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Salah satu karakteristik penting dari pelanggan R1 adalah penerapan tarif yang terjangkau, sehingga memungkinkan masyarakat yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan akses listrik.

PLN juga memberikan perhatian khusus bagi pelanggan kategori ini dengan berbagai program subsidi sehingga meringankan beban biaya operasional bagi keluarga.

Pelanggan B1
Kategori B1 merujuk pada pelanggan bisnis kecil. Penggunaan daya listrik untuk kategori ini biasanya berkisar antara 900 VA hingga 6.600 VA.

Pelanggan B1 umumnya terdiri dari usaha kecil seperti warung, toko, atau usaha jasa lainnya. Karakteristik dari pelanggan B1 adalah kebutuhan akan daya listrik yang cukup untuk mendukung aktivitas komersial namun tetap dalam skala kecil.

Berlaku juga tarif yang lebih kompetitif dibandingkan dengan kategori R1, yang mencerminkan potensi penggunaan listrik di sektor bisnis. Dengan dukungan PLN, para pelaku usaha kecil diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar lokal.

Pelanggan I1
Pelayanan kategori I1 ditawarkan kepada pelanggan industri dengan kapasitas daya mulai dari 6.600 VA hingga 200 kVA. Pelanggan I1 terdiri dari berbagai jenis industri, baik kecil maupun besar, yang membutuhkan keandalan dan kontinuitas pasokan listrik.

Jenis pelanggan ini sering kali menggunakan listrik dalam jumlah besar untuk menjalankan mesin dan peralatan produksi. Oleh karena itu, PLN menyediakan tarif yang disesuaikan berdasarkan penggunaan daya. Dalam hal ini, dukungan PLN terhadap pelanggan I1 sangat penting untuk menjaga kelancaran operasi bisnis dan meningkatkan produktivitas industri nasional.

Memahami berbagai kategori pelanggan PLN, seperti R1, B1, dan I1, sangatlah penting, baik bagi konsumen itu sendiri maupun bagi pengelola PLN.

Klasifikasi ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan dan kapasitas daya yang berbeda-beda, tetapi juga strategi tarif yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Diharapkan semua jenis pelanggan dapat merasakan manfaat dari layanan listrik yang dihadirkan PLN, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dengan pengetahuan yang tepat, konsumen atau pelanggan PLN dapat bersinergi dalam memaksimalkan potensi yang ada serta berperan aktif dalam menggunakan sumber daya listrik secara bijaksana.***

Bikin HEMAT! PLN Kasih Bonus Diskon Listrik 50 Persen ke Semua Pelanggan Kategori Ini

METRO CEPU – PLN kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu meringankan ekonomi masyarakat, yakni dengan menghadirkan program diskon listrik 50 persen.

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, perhatian terhadap biaya kebutuhan sehari-hari semakin meningkat.

Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah tagihan listrik, khususnya bagi pelanggan atau konsumen rumah tangga kecil hingga menengah.

Namun, ada kabar baik bagi Anda pelanggan PT PLN: perusahaan listrik negara ini menawarkan diskon yang sangat menarik, yaitu potongan sebesar 50 persen untuk semua pelanggan, baik prabayar maupun pascabayar.

Diskon listrik 50 persen ini berlaku untuk pelanggan rumah tangga prabayar maupun pascabayar dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa potongan tarif listrik 50% dapat dinikmati secara otomatis dan tanpa mekanisme yang berbelit bagi mereka yang tergolong daya tersebut.

“Kami menginformasikan bahwa paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik 50% bagi pelanggan PLN daya 2.200 VA ke bawah sudah bisa dinikmati mulai 1 Januari 2025. Kami juga memastikan dengan sistem layanan pelanggan yang sudah terdigitalisasi, pelanggan dapat dengan mudah untuk menikmati program ini tanpa perlu ada proses registrasi maupun mekanisme berbelit,” jelas Darmawan.

Bagi pelanggan prabayar, ini berarti Anda akan mendapatkan potongan langsung pada pembelian token listrik. Sedangkan bagi pelanggan pascabayar, diskon ini akan tercermin pada tagihan bulanan Anda.

Penawaran ini tentunya menjadi solusi tepat untuk mengurangi beban pengeluaran bulanan akan tagihan listrik dan kebutuhan konsumtf lainnya.

Untuk mendapatkan diskon ini, pelanggan perlu memastikan bahwa mereka termasuk dalam kategori konsumen rumah tangga atau yang telah ditentukan oleh PLN. Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Kriteria Pelanggan: Diskon ini diberikan kepada pelanggan atau konsumen rumah tangga dengan daya 540 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

2. Mekanisme Pembayaran: Untuk pelanggan prabayar, diskon akan otomatis diterapkan pada pembelian token, sedangkan untuk pelanggan pascabayar, diskon berlaku otomatis ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk pemakaian periode Januari dan periode Februari 2025.

3. Waktu Berlaku: Berdasarkan keterangan resmi dari PLN, diskon ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2025 dan akan berakhir hingga Februari 2025.

Ketentuan diskon listrik dari PLN ini juga tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan yaitu Januari dan Februari 2025.

Diskon listrik sebesar 50 persen dari PLN ini tentu memiliki banyak manfaat, di antaranya:
– Penghematan yang Signifikan: Dengan potongan 50 persen, pelanggan dapat menghemat pengeluaran untuk listrik, yang dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

– Mendorong Penggunaan Energi yang Bijaksana: Dengan adanya insentif seperti ini, masyarakat diharapkan lebih cerdas dalam menggunakan energi listrik, berkomitmen pada penghematan energi yang berdampak positif bagi lingkungan.

– Dukungan pada Usaha Kecil: Bagi rumah tangga pemilik usaha kecil, diskon ini bisa menjadi angin segar untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka di tengah persaingan yang ketat.

Diskon listrik 50 persen yang ditawarkan oleh PLN merupakan langkah positif bagi pelanggan yang ingin mengurangi beban tagihan listrik untuk kebutuhan rumah tangga. Memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak adalah cara yang tepat untuk memaksimalkan manfaat yang ditawarkan.***

Berita Cepu, Blora, Bojonegoro dan Sekitarnya