Arsip Kategori: Blora

Gerakan Pangan Murah Polres Blora

METRO CEPUPolres Blora menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di depan Koperasi Polres Blora, Jalan Raya Seso-Sayuran, Desa Seso, Kecamatan Jepon, Jumat 13 Maret 2026.

Gerakan ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau di bulan suci Ramadan 1447 H.

Ini sebagai upaya nyata Polri dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mengendalikan laju inflasi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diiringi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyampaikan bahwa komoditas yang dijual dalam GPM ini dipastikan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di pasar.

“Kami menjual bahan kebutuhan pokok berupa beras dan minyak goreng di bawah HET. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban ekonomi bagi warga masyarakat Blora,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto.

Dalam pasar murah ini, Polres Blora menyediakan sebanyak 400 kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram yang dijual dengan harga Rp55.000 per kantong.

Selain itu, disediakan pula 400 liter minyak goreng merek “Minyak Kita” dengan harga Rp15.000 per liter.

Ratusan warga sekitar yang telah mengantre sejak pagi tampak antusias membeli paket pangan murah tersebut.

Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban, sejumlah personel Polwan Polres Blora dikerahkan untuk melayani transaksi masyarakat.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakapolres Blora Kompol Slamet Riyanto, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Blora, serta personel Polres lainnya.

Kapolres berharap, melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan ketersediaan pangan dan fluktuasi harga di bulan Ramadan ini.

“Kami ingin hadir dan berbuat yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Kapolres Blora.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh stok bahan pokok habis terjual.

GPM ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kepolisian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Blora. (red)

Sisa 4 Tahun Menjabat Bupati Blora, Arief Rohman Fokus Tuntaskan 30 Persen Jalan Rusak

METRO CEPU – Di tengah perencanaan pembangunan jangka menengah, Bupati Blora, Arief Rohman, membeberkan capaian signifikan di sektor infrastruktur dalam Musrenbang RKPD Tahun 2027, Kamis 12 Maret 2026.

Program unggulan ‘Dalane Sansoyo Alus’ (Jalan Semakin Halus) dan ‘Omahe Pantes’ (Rumah Layak Huni) menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun dari dasar.

Bupati Arief Rohman melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemkab Blora menggelontorkan anggaran hampir Rp430 miliar untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 kilometer.

Angka tersebut termasuk program Inpres Jalan Daerah sepanjang 20,81 kilometer. Hasilnya, kondisi jalan mantap di Kabupaten Blora kini mencapai 69,51 persen.

Meski demikian, bupati tidak menutup mata terhadap pekerjaan rumah yang masih menanti.

“Alhamdulillah, capaian ini baik, tapi masih kurang 30 persen. Semoga di sisa 4 tahun kepemimpinan kami bersama Bu Wakil Bupati, kami bisa menyelesaikan seluruh jalan yang belum mantap,” harapnya.

Tidak hanya jalan, program ‘Omahe Pantes’ juga telah berhasil menangani 1.102 unit rumah tidak layak huni. Selain itu, program ‘Dalane Dadi Padang’ (Jalan Menjadi Terang) telah merealisasikan pemasangan 658 unit penerangan jalan umum, meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga.

Sekretaris Bapperida Blora, Antonius Nugrahanto, menambahkan bahwa masukan dari masyarakat menjadi fondasi utama dalam perencanaan.

Berbagai usulan prioritas dari tingkat desa (3.892 usulan), hingga usulan dari kelompok rentan dan generasi Z terus diakomodir.

“Hingga 5 Maret, tercatat 3.961 usulan aspirasi masyarakat di SIPD, ini bukti bahwa pembangunan Blora melibatkan seluruh elemen,” pungkas Anton. (red)

Genjot Ekonomi 2027, Pemkab Blora Fokus pada “Ledakan” Sektor Wisata dan Pertanian

METRO CEPU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2027, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam forum yang digelar di Kantor Bapperida tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan komitmennya untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi dua sektor unggulan: pariwisata dan pertanian.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menyebut bahwa Blora memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Kita ingin menciptakan ledakan ekonomi baru. Sektor pertanian, peternakan, dan kehutanan adalah tulang punggung kita, sementara pariwisata dan ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru yang berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Hal itu berdasarkan data ekonomi makro yang cukup positif. Hingga triwulan III tahun 2025, Kabupaten Blora berhasil mencatatkan nilai investasi sebesar Rp1,729 triliun.

Sektor pariwisata juga mulai menunjukkan taringnya dengan berhasil menarik 1,16 juta kunjungan wisatawan.

Keberhasilan ini turut berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen di tahun 2024 menjadi 10,58 persen di tahun 2025, dengan 1.882 orang berhasil keluar dari garis kemiskinan.

Untuk mewujudkan target di tahun 2027, Pemkab Blora tidak bekerja sendiri. Proses perencanaan melibatkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, dunia usaha, hingga komunitas.

Ribuan usulan telah dihimpun, termasuk 3.892 usulan dari Musrenbang desa dan kelurahan, serta 2.218 usulan dari pokir DPRD.

“Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Program yang disusun harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Mas Arief.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan kepala daerah dari wilayah sekitar seperti Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Rembang, Pati, dan Grobogan, yang menandakan sinergi antar daerah dalam perencanaan pembangunan. (red)

Wakil Bupati Blora Sidak SPPG di Randublatung Menyusul Ada Aduan Masyarakat

METRO CEPU – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas sajian Menu Bergizi Gratis (MBG), Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbecici di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, pada Rabu 11 Maret 2026.

Diketahui, baru-baru ini ada aduan dari masyarakat yang menilai sajian MBG yang disediakan oleh SPPG Kedungbecici kurang layak.

“Siang hari ini kami langsung menindaklanjuti laporan masyarakat. Ada aduan dari masyarakat di wilayah SPPG Kedungbecici Desa Kutukan, Randublatung, terkait sajian menu MBG di bulan Ramadan ini yang dinilai kurang layak,” ujar Wakil Bupati Blora, saat meninjau langsung lokasi.

Kesempatan tersebut, Budhe Rini sapaan akrabnya, menegaskan kepada pihak pengelola agar segera melakukan pembenahan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Ia juga menyarankan agar bahan baku makanan diambil dari wilayah sekitar guna mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kami sudah menyampaikan kepada penanggung jawab SPPG agar segera membenahi dan memperbaiki sajian MBG yang akan diberikan. Ke depan kami harapkan bahan pokok diambil atau dibeli dari wilayah sekitar sini, sehingga bisa mengoptimalkan dan memberdayakan UMKM di sekitar SPPG, atau berbelanja di pasar-pasar terdekat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Blora menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau kinerja SPPG Kedungbecici untuk memastikan adanya perbaikan pelayanan.

“Kedepan akan kita pantau terus kinerja SPPG ini, apakah ada perubahan dan perbaikan atau tidak. Jika tidak ada perbaikan seperti yang kita harapkan, maka akan kita laporkan ke BGN,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan tim dapur agar lebih memperhatikan standar kebersihan dan kelayakan makanan.

“Saya titip pesan kepada tim dapur, jangan sampai ada ulat, jangan sampai ada makanan yang basi, dan jangan sampai ada sajian yang tidak layak untuk diberikan kepada anak-anak sekolah,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, penanggung jawab SPPG Kedungbecici juga membuat surat pernyataan kesanggupan untuk memperbaiki pelayanan dan kualitas sajian MBG.

Surat pernyataan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Blora, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Camat Randublatung.

Adapun pihak yang menandatangani surat pernyataan tersebut yakni Kepala SPPG Kedungbecici M. Afif, Akuntan Ahmad Nafiruddin, serta Ahli Gizi Lambang Aryanto.

Dalam surat tersebut, pihak pengelola menyatakan kesanggupan untuk meningkatkan mutu dan kualitas sajian MBG yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Selain itu, mereka juga berkomitmen mematuhi ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk dalam penyediaan bahan baku dengan memberdayakan UMKM di sekitar wilayah SPPG serta memenuhi standar harga yang telah ditetapkan.

Usai peninjauan, Wakil Bupati juga melihat langsung kondisi sarana dan prasarana SPPG Kedungbecici. Ia turut memberikan arahan agar pengelola segera melengkapi fasilitas pengolahan limbah dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna mendukung operasional dapur yang lebih sehat dan ramah lingkungan. (red)

Wabup Blora Soroti Kualitas Menu MBG

METRO CEPU – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyoroti kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sosialisasi regulasi terbaru yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa 10 Maret 2026. Sorotan ini menyusul masih adanya aduan masyarakat terkait kelayakan sajian makanan.

Untuk diketahui, sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Wabup Sri Setyorini ini bertujuan memperkuat pemahaman para pelaksana program terhadap aturan terbaru sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan MBG di Kabupaten Blora.

Hadir mendampingi Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Edi Widayat. Sosialisasi tersebut juga diikuti perwakilan Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, Ketua Satgas Kecamatan se-Kabupaten Blora, Perwira Seksi Teritorial Kodim 0721/Blora, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Daerah, seluruh yayasan yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta para Kepala SPPG di wilayah Kabupaten Blora.

Kesempatan itu, Wakil Bupati Blora menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru yang mengatur penyelenggaraan program MBG. Ia juga menyoroti sejumlah aduan masyarakat yang perlu segera ditindaklanjuti oleh para pengelola SPPG, terutama terkait kualitas menu yang disajikan.

“SPPG harus memahami bagaimana regulasi terbaru terkait program MBG dari Presiden Prabowo. SPPG juga harus segera memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Jika belum memahami, bisa bertanya dan mencontoh ke SPPG yang sudah memiliki IPAL,” ujar Sri Setyorini.

Menurutnya, Program MBG merupakan langkah strategis dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, seluruh pelaksana di lapangan diminta memperhatikan kualitas menu dan kelayakan penyajian makanan.

“Program MBG ini sangat baik untuk pemenuhan gizi anak-anak. Saya memahami seluruh tim sudah bekerja keras mulai dari memasak, menyajikan hingga menyiapkan makanan. Namun kualitas menu dan kelayakan hidangan juga harus diperhatikan. Contohlah SPPG yang penyajiannya sudah baik dan usahakan memberdayakan produk lokal di sekitarnya,” katanya.

Wakil Bupati meminta agar berbagai keluhan masyarakat terkait menu MBG tidak lagi terjadi. Aspek kebersihan dan higienitas, kata dia, sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan, namun kualitas sajian tetap perlu ditingkatkan.

“Jangan sampai ada lagi komplain dan aduan dari masyarakat terkait menu MBG. Saya mengapresiasi kebersihan dan higienitas yang sudah baik, tidak ada lagi laporan terkait temuan ulat. Namun masih ada komplain mengenai kelayakan sajian menu MBG, sehingga perlu segera diperbaiki agar program ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi regulasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Edi Widayat, serta Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita.

Adapun materi sosialisasi mencakup tiga regulasi penting, yaitu Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis, Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, dan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Nomor 78 Tahun 2025 tentang Anggota Pelaksana Harian dan Sekretariat Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG.

Dalam paparan dijelaskan bahwa Perpres Nomor 115 Tahun 2025 menjadi landasan hukum utama penyelenggaraan MBG di Indonesia. Regulasi tersebut mengatur tata kelola program secara komprehensif mulai dari perencanaan, standar gizi, keamanan pangan, hingga mekanisme pengawasan.

Program MBG menargetkan peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, balita, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Penyelenggara utama program ini adalah Badan Gizi Nasional melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pendanaan program bersumber dari APBN, APBD, serta dukungan kemitraan yang sah. Yang menarik, regulasi tersebut juga mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam rantai pasok bahan makanan guna memperkuat perekonomian daerah.

Sementara itu, Keppres Nomor 28 Tahun 2025 mengatur pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan. Tim ini bertugas melakukan sinkronisasi kebijakan, pemantauan, serta evaluasi pelaksanaan program di tingkat pusat maupun daerah. (red)

Kecelakaan Beruntun di Jalur Blora-Cepu, 2 Orang Patah Tulang

METRO CEPU – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional Blora-Cepu, tepatnya di wilayah Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Senin 9 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.

Dua orang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami patah tulang akibat insiden tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya Dwi Gunandoyo, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan satu unit mobil Mitsubishi Xpander, satu truk Hino, serta dua sepeda motor Honda Vario dan Honda Revo.

Kronologi kejadian tersebut, bermula saat mobil Mitsubishi Xpander yang dikemudikan RHM, 25 tahun, warga Medan, melaju dari arah timur menuju barat.

“Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraannya bergerak ke kanan dan melewati marka tengah jalan,” ujar Ipda Bayu.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Hino bernomor polisi N 9980 TM yang dikemudikan BSW, 33 tahun,, warga Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Benturan antara kedua kendaraan pun tidak terhindarkan. Akibat tabrakan tersebut, mobil Xpander terpental hingga menghadap lawan arah atau menghadap ke timur.

Nahas, di saat yang sama dari arah belakang melaju dua sepeda motor, yakni Honda Vario K 2704 ZY yang dikendarai JP, 23 tahun, warga Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban, serta Honda Revo AB 6466 EI yang dikendarai ARM, 32 tahun, warga Desa Jiken, Kecamatan Jiken.

“Karena jarak (mobil dan motor) yang sudah terlalu dekat, kedua sepeda motor tersebut akhirnya turut terlibat kecelakaan,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka serius.

Pengendara Honda Vario mengalami patah tulang kaki kanan, sedangkan pengendara Honda Revo mengalami patah tangan kanan, hematoma di kepala, serta luka lecet pada wajah.

“Keduanya dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke RSUD Blora untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian memperkirakan kerugian materi akibat kecelakaan karambol tersebut mencapai Rp 10 juta.

Petugas dari Satlantas Polres Blora telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat untuk penyelidikan lebih lanjut. (red)

Kebakaran Hanguskan Rumah dan Pasar Darurat Ngawen, Kerugian Mencapai Rp2,2 Miliar

METRO CEPU – Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman dan pasar darurat di sisi barat Jalan Raya Ngawen – Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora pada Sabtu 7 Maret 2026 malam.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.10 WIB tersebut menghanguskan sejumlah rumah beserta bedak (los) pedagang, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2,225 miliar.

Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah satu bedak milik warga.

Material bangunan yang didominasi kayu serta banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan, bahwa api pertama kali diketahui oleh korban berinisial S, yang saat itu berada di dalam rumahnya.

Korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari bedak milik korban A.

“Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi,” ujar AKP Lilik.

Warga setempat segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen.

Petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, namun saat itu api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian.

Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian bervariasi.

Kerugian terbesar dialami oleh SP yang kehilangan bedak dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar. Disusul oleh S yang rumah, barang dagangan, serta satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R ludes dilalap api dengan taksiran kerugian Rp605 juta.

Korban lainnya kehilangan bedak berikut dagangan berupa pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat,” kata Kapolsek Ngawen.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (red)

Rem Blong! Truk Tronton Hantam Pemotor di Tamanrejo

METRO CEPU – Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah truk tronton dan lima sepeda motor terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di perempatan traffic light Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, pada Sabtu 7 Maret 2026 siang. Insiden nahas ini dipicu oleh rem truk yang blong saat melintasi jalan menurun.

Kasatlantas Polres Blora melalui Kanit Gakkum, Ipda Bayu Destya, menjelaskan kronologi kejadian. Truk Hino Tronton bernomor polisi L-9771-UA yang dikemudikan oleh R , 49 tahun, warga Kabupaten Bojonegoro, melaju dari arah Barat menuju Timur.

Setibanya di lokasi kejadian, tepat di perempatan traffic light, kendaraan berat tersebut mengalami kegagalan fungsi rem saat berada di jalur menurun.

“Pada saat itu, ada lima sepeda motor yang sedang berhenti di lampu traffic light. Karena jarak yang dekat dan rem tidak berfungsi, truk tidak dapat menguasai lajunya dan akhirnya menghantam kendaraan yang ada di depannya,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, lima orang pengendara motor mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi.

Mereka adalah K seorang perempian usia 27 tahun mengalami luka lecet pada kedua kaki, RAS seorang laki-laki usia 31tahun mengalami patah tulang tangan kanan, K seorang laki-laki usia 61 tahun mengalami robek pada bibir atas dan lecet di kedua kaki, serta RF seorang laki-laki usia 25 tahun mengalami lecet di kedua tangan dan kaki.

Sementara itu, seorang korban lainnya, M seorang laki-laki usia 59 tahun mengalami hematum di bagian belakang kepala. Kondisinya sempat kritis dan dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

“Untuk korban yang mengalami fraktur (patah tulang) saat ini menjalani rawat inap karena membutuhkan penanganan khusus. Korban lainnya sempat dirawat di Klinik Citra Mulia,” jelas Ipda Bayu.

Pascakejadian, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Seluruh korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Citra Mulia untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ipda Bayu Destya mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama fungsi rem.

“Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur menikung, menurun, dan padat kendaraan. Cek selalu kondisi kendaraan Anda demi keselamatan bersama,” tuturnya. (red)