Arsip Kategori: Blora

KDMP Pilang Randublatung Gelar Ramadan Festival, Sajikan Menu Buka Puasa hingga Sembako Murah

METRO CEPU – Memasuki pekan ketiga Ramadan 1447 Hijriah, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pilang Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, menggelar Ramadan Festival 2026 yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (6–7 Maret 2026), di halaman kantor koperasi setempat.

Pantauan hari pertama digelar, sejak pukul 15.00 WIB, warga mulai memadati lokasi Ramadan Festival. Selain menyuguhkan aneka kuliner khas berbuka puasa, panitia juga menyediakan paket sembako murah.

Adapun sembako yang disediakan, diantaranya minyak goreng dua kemasan seharga Rp31.500 dan beras Bulog SPHP 5 kilogram seharga Rp60.000. Harga tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang cenderung fluktuatif menjelang Lebaran.

Festival ini tak lepas dari sentuhan anggota PKK Desa Pilang turut meramaikan dengan aneka kuliner tradisional Jawa Tengah, dari klepon hingga jajanan tradisional lainnya, yang laris manis sejak pembukaan.

Menurut Kepala Desa Pilang Suyatno, Kegiatan ini bukti gotong royong desa yang semakin solid. “Bukan hanya jualan murah, tapi juga jaga silaturahmi agar Ramadan tahun ini penuh berkah untuk semua lapisan masyarakat Pilang,” ujarnya.

Ketua KDMP Pilang, Lamijan, menambahkan bahwa festival ini sengaja dirancang untuk meringankan beban warga di tengah gejolak harga pangan. Ia memastikan stok sembako aman dan harga yang ditawarkan merupakan hasil kerja sama dengan Bulog serta distributor lokal.

“Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi. Selain itu, pelaku UMKM juga kami libatkan agar bisa naik kelas melalui even seperti ini,” jelasnya.

Sekretaris KDMP Pilang, Imam Zamroni, berharap, kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan.

“Selama dua hari kedepan, kami siapkan stok melimpah, didukung PKK. Ini momentum bagus untuk stabilkan harga pangan lokal, sekaligus rayakan Ramadan dengan gembira bersama,” tambahnya.

Ketua PKK Desa Pilang, yang juga istri Kades Suyatno, merasa bangga, Ibu-ibu PKK bisa kontribusi lewat kuliner halal dan sehat. “Festival ini bukan sekadar bazar, tapi pesta kebersamaan yang perkuat ikatan keluarga desa di bulan puasa,” ungkapnya.

MATRA Blora Gelar Dialog Interaktif Bahas Kemandirian Ekonomi dalam Membangun Rantai Sosial Budaya

METRO CEPU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara Kabupaten Blora (MATRA Blora) menggelar dialog interaktif bertema Kemandirian Ekonomi dalam Membangun Mata Rantai Sosial Budaya pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat MATRA DPD Kabupaten Blora dan dihadiri tokoh masyarakat, aktivis budaya, serta perwakilan pemuda.

Hadir sebagai narasumber, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, dan Dewan Kehormatan Adat MATRA Blora, Kushariyadi.

Dalam pemaparannya, Siswanto menekankan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan nilai sosial dan budaya lokal.

Politisi asal Sambong ini menegaskan bahwa faktor utama kemandirian ekonomi adalah pendidikan. Menurutnya, pendidikan memiliki peran sangat penting karena menjadi dasar kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi dan peluang ekonomi.

Bahkan, ia menilai pendidikan yang paling utama adalah pendidikan keluarga sebagai pondasi awal pembentukan karakter, etos kerja, dan pola pikir mandiri. Ia menambahkan bahwa melalui pendidikan akan terbentuk pola pikir dan perilaku mandiri yang mampu menghasilkan produk barang dan jasa unggulan.

Dialog juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Satupena Kabupaten Blora Gunawan Trihantoro, Ketua MATRA Kabupaten Blora Luhur Susilo, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi.

Sementara itu, Kushariyadi menjelaskan bahwa mata rantai sosial budaya tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, ketika masyarakat memiliki kemandirian ekonomi, maka mereka akan lebih mampu mempertahankan identitas budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Ia juga menyampaikan bahwa kemandirian ekonomi sejatinya telah dicontohkan oleh tokoh terdahulu seperti Mbah Samin dan Mbah Penangsang.

Menurutnya, masyarakat masa kini sebenarnya bisa meneladani semangat kemandirian yang pernah dilakukan para tokoh penggerak tersebut dalam membangun kekuatan sosial berbasis nilai lokal.

Dialog berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Diskusi ini diharapkan dapat melahirkan gagasan dan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya di wilayah Blora.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya MATRA untuk terus mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan keberlanjutan nilai budaya sebagai jati diri bangsa.*

Satgas Pangan Polres Blora Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar

METRO CEPU – Tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Blora bersama Pemerintah Kabupaten Blora melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting). Monitoring dilakukan di dua pasar utama, yakni Pasar Sido Makmur dan Pasar Jepon, pada Rabu 25 Februari 2026.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mewakili Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto. Turut hadir dalam pengecekan tersebut perwakilan dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Blora, Dindagkop UKM, DP4 Kab. Blora, serta personil Kodim 0721/Blora.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, mayoritas harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, daging sapi, dan aneka cabai terpantau stabil. Bahkan, ditemukan adanya penurunan harga pada komoditas daging ayam potong.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, melalui Kasat Reskrim AKP Zaenul Arifin menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat memberatkan masyarakat di tengah menjalankan ibadah puasa.

“Kami dari Satgas Pangan hari ini turun langsung ke Pasar Sido Makmur dan Pasar Jepon untuk memastikan stok pangan tersedia dan harganya tetap terjangkau,” kata dia.

Dari hasil pengecekan, menurut Arifin, stok bahan pokok cenderung aman dan stabil. Menariknya, harga ayam negeri atau ayam potong justru mengalami penurunan dari yang semula Rp42.000 menjadi kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Di Pasar Sido Makmur, harga daging sapi terpantau di angka Rp120.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Jepon mencapai Rp135.000 per kilogram. Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram, sementara bawang merah stabil di angka Rp35.000 per kilogram.

AKP Zaenul Arifin, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara rutin hingga menjelang Hari Raya Idulfitri guna menjaga kondusivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Blora.

“Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung situasi di kedua pasar terpantau aman dan kondusif. Kami menghimbau para pedagang untuk tetap mengikuti aturan harga yang ada dan tidak melakukan spekulasi stok yang dapat merugikan konsumen,” pungkasnya. (red)

Dindik Blora Perkuat Literasi, Tangani ATS, dan Cegah Bullying

METRO CEPU – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora (Dindik Blora) menggelar Forum Perangkat Daerah untuk penyusunan RKPD 2027, Kamis (19/2/2026), di Aula Yudistira. Forum ini menjadi ruang sinkronisasi program dan penajaman arah kebijakan pendidikan daerah.

Tiga isu strategis mengemuka, yakni penguatan literasi dan numerasi, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), serta pencegahan bullying dan diskriminasi. Ketiganya diposisikan sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan.

Sekretaris Dindik Blora, Nuril Huda, menegaskan pentingnya Gerakan Literasi Sekolah yang terstruktur dan berkelanjutan. “Setiap satuan pendidikan perlu membiasakan membaca 10–15 menit setiap hari sebagai budaya belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bahan bacaan harus diperluas. “Literasi tidak hanya buku pelajaran, tetapi juga literatur populer, pengetahuan umum, dan buku keterampilan untuk memperkaya wawasan siswa,” katanya.

Dalam aspek numerasi, pembelajaran diarahkan secara kontekstual dan aplikatif. “Matematika perlu dihadirkan melalui praktik nyata, seperti menghitung luas lahan atau menyusun anggaran kegiatan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui peningkatan kapasitas guru dengan metode pembelajaran aktif dan media inovatif. “Guru harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna,” tegasnya.

Penanganan ATS dipahami sebagai persoalan multidimensi yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. “Sebagian ATS berasal dari kategori belum pernah sekolah dan anak berkebutuhan khusus, sehingga perlu intervensi terarah,” ungkapnya.

Dindik Blora Perkuat Literasi Tangani ATS dan Cegah Bullying 2

Sinergi dilakukan bersama perangkat daerah, termasuk DPRD Kabupaten Blora dan dinas teknis terkait. “Kami juga merencanakan pembentukan Unit Layanan Disabilitas untuk memperkuat pendidikan inklusif,” tambahnya.

Upaya pencegahan bullying diperkuat melalui pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah (TPPKS) di setiap satuan pendidikan. “Tim ini menjadi mekanisme deteksi dini dan penanganan kasus secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Forum turut dihadiri pimpinan perangkat daerah, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan pendidikan. Hadir pula Ketua Satupena Kabupaten Blora serta pimpinan Suara Merdeka sebagai mitra literasi publik.

Ketua Satupena Kabupaten Blora, Gunawan Trihantoro, mengapresiasi forum tersebut sebagai langkah strategis penguatan literasi. “Forum ini penting untuk membangun budaya literasi yang sistematis dan berkelanjutan di sekolah,” katanya.

Ia mengusulkan program Klinik Menulis bagi guru dan siswa. “Tahapannya meliputi pelatihan dasar menulis populer, proses editing dan coaching, hingga publikasi karya,” jelasnya.

Menurutnya, skema tersebut akan melahirkan penulis muda yang produktif dan percaya diri. “Sekolah perlu menjadi ruang lahirnya generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga terampil menulis,” pungkasnya.

Melalui forum ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora (Dindik Blora) menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Hasil pembahasan menjadi rujukan penting dalam penyusunan RKPD 2027.***

Awal Bulan Puasa, MBG di Sambong Sajikan Menu Kering untuk Jatah Tiga Hari 

METRO CEPU – Memasuki Bulan Puasa, pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora mulai melakukan penyesuaian.

Di Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, mekanisme pembagian menu mengalami perubahan signifikan guna mengantisipasi libur panjang dan kebutuhan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

Pantauan media di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sambong 1, ditemukan keunikan dalam pendistribusian paket MBG, Kamis 19 Februari 2026.

Berbeda dari hari biasanya yang menyajikan makanan siap santap, kali ini para penerima manfaat mendapatkan paket berisi bahan pangan kering.

Seorang warga penerima manfaat yang ditemui usai mengambil jatahnya membawa paket berisi tiga kotak susu UHT, dua buah jeruk, sebungkus kurma, serta tiga bungkus roti.

Saat dikonfirmasi mengenai isi paket yang cenderung banyak, ia mengungkapkan bahwa jatah tersebut diperuntukkan untuk konsumsi tiga hari ke depan.

“Ini menu untuk tiga hari, Pak,” ujar wanita yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Dikonfirmasi, Ahli Gizi yang bertugas di SPPG Sambong 1 Mita, membenarkan adanya modifikasi menu tersebut. Menurutnya, perubahan ini adalah bentuk adaptasi program memasuki bulan puasa serta mengakomodasi hari libur.

“Menu ini tetap memenuhi komposisi gizi yang dianjurkan. Ada karbohidrat dari roti, serat dari buah dan kurma, protein dari susu, serta lemak,” jelas Mita saat ditemui di lokasi.

Terkait potensi ketahanan pangan, Mita memastikan paket tersebut relatif aman dikonsumsi dalam kurun waktu yang ditentukan. Hal ini dikarenakan paket didesain sebagai “menu kering” atau non-basah.

“Menu relatif aman karena berupa paket keringan. Buah diberikan secara utuh. Yang terpenting, penerima manfaat harus menghindarkan paket dari paparan panas berlebihan agar kualitasnya tetap terjaga hingga dikonsumsi,” tambahnya.

Meski secara teknis dinyatakan aman, di kalangan warga muncul beragam reaksi. Seorang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengomentari keseragaman menu yang diterimanya.

“Lha ini menunya kok sama terus untuk tiga hari, itu-itu saja,” tuturnya sambil bergurau. “Apa wilayah lain juga sama, Pak, menunya?” tanyanya lebih lanjut.

Seorang warga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan program ini, mengingat di berbagai daerah lain sempat terjadi kasus keracunan massal usai konsumsi makanan program serupa.

“Harusnya program MBG ini ya hati-hati. Jangan sampai menunya seperti itu, diberikan sekarang untuk tiga hari ke depan. Khawatir kalau penyimpanannya tidak tepat,” pungkasnya. (red)

 

Ganggu Akses Rumah, Warga Blora Ancam Potong Kabel Telekomunikasi yang Menjuntai dan Semrawut

METRO CEPU – Pemasangan kabel telekomunikasi yang semrawut di Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Blora memicu kemarahan warga.

Seorang warga, Ely Nyunanto, mengancam akan memotong paksa kabel tersebut jika dalam waktu 7×24 jam tidak ada penanganan dari pihak provider, karena menjuntai hingga ke bawah dan sangat mengganggu aktivitas keluar masuk rumah.

“Ini ngawur. Masang kabel kok kaya gini. Tidak ada tiang, hanya di nunutkan di tiang listrik. Bahkan sampai ke bawah , kalau ada aliran listriknya, bisa kesetrum ini”, ungkap Ely dengan nada geram, Senin, 16 Februari 2026.

Menurutnya Ia sudah menanyakan ke semua tetangganya , kabel telekomunikasi yang menjuntai sampai bawah itu, diduga milik provider Telokomsel. “Saya sudah tanya ke warga, katanya milik Telkomsel”, Imbuhnya.

Ia akan melaporkan kejadian ini ke pihak Telkomsel untuk memastikan apakah kabel tersebut milikm telkomsel atau milik provider lainnya besuk.

Pemandangan serupa tak hanya berada di Bogorejo saja, hampir seluruh kota Blora pemasangan jaringan telekomunikasi terlihat sangat semrawut dan mengganggu keindahan kota.

Banyak pula warga yang mengeluh terhadap pemasangan kabel yang terkesan asal – asalan dan tidak profesional. Selain merusak pemandangan, pemasangannya pun terkadang tidak ijin sama pemilik rumah yang dilewati kabel – kabel tersebut.

Warga berharap ada penertiban dari Pemerintah, atau ada aturan yang memberi sanksi berat terhadap provider yang melanggar aturan tersebut. Sampai berita ini diterbitkan pihak Telkomsel yang dihubungi belum bisa dikonfirmasi. (red)

Pelaku Kekejaman pada Kucing Ditetapkan Tersangka

METRO CEPU – Polisi telah menetapkan tersangka, pelaku kekejaman pada kucing di Lapangan Kridosono, Blora pada Minggu 25 Januari 2026 lalu. Atas tindakannya, pelaku terancam hukuman satu tahun penjara.

Kepolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyampaikan, dugaan tindak pidana penganiayaan hewan kucing, telah melewati serangkaian penyidikan hingga dilakukan gelar perkara.

“Memeriksa saksi-saksi dan dua orang saksi ahli, menyita barang bukti, dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum,” ujar AKBP Wawan, saat ditemui di Mapolres setempat, Jumat 13 Februari 2026.

Disampaikan, barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian diantaranya, Flashdisk, Screen shot (tangkapan layar) dari pemilik akun di sosial media, Tali (hermes) kucing.

“Penyidik telah menetapkan Saudara PJ menjadi tersangka, dengan persangkaan pasal 337 ayat 1 huruf A KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak kategori 2,” jelasnya.

Selanjutnya, penyidik akan melengkapi berkas perkara dugaan penganiayaan hewan, untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora.

“Jadi, untuk ke depan penyidik segera melengkapi berkas, untuk segera di dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum,” tegasnya.

Pihaknya berharap masyarakat dan pecinta kucing untuk mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum atau polres Blora.

AKBP Wawan berkomitmen akan menuntaskan perkara tersebut. “Kami berkomitmen akan transparan dan profesional dalam penanganan kasus tersebut,” tandas Kapolres Blora.

Sebagai informasi tambahan, kasus tersebut sempat dilaporkan oleh Cat Lovers in The World (CLOW) Solo ke Polres Blora.

Selanjutnya CLOW menolak restoratif justice (RJ) sebagai upaya mendapatkan keadilan atas tindakan yang dilakukan PJ yang telah ramai mendapatkan sorotan publik. (red)

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Blora Mandek

METRO CEPU – Pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Kecamatan Blora, mengalami hambatan dan terhenti. Kendala utama terletak pada proses perizinan terkait status lahan yang merupakan aset Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, mengungkapkan hal tersebut dan telah meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Blora untuk turun tangan.

“Kami meminta bantuan Bupati agar proses perizinan pembangunan gedung KKMP Kunden bisa ikut dikawal hingga ke Kemenpora RI, karena lahan yang digunakan merupakan aset di bawah naungan kementerian tersebut,” jelas Rohmah, belum lama ini.

Ia berharap dengan pendampingan dari pemerintah daerah, proses birokrasi yang menghambat realisasi pembangunan dapat dipercepat. KKMP sendiri merupakan program yang digulirkan pemerintah pusat untuk mendorong ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Menanggapi hal ini, Bupati Blora Arief Rohman mengakui bahwa persoalan lahan bukan hanya dialami oleh KKMP Kunden. Ia menyebutkan beberapa KKMP dan Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) lain di wilayahnya juga menghadapi masalah serupa terkait kepastian lahan.

“Di Blora ini ada beberapa KKMP dan KDMP yang lahannya belum tuntas. Ada yang memakai tanah di bawah kelola Kementerian maupun aset BUMN seperti Perhutani maupun Pertamina,” ujar Bupati Arief.

Untuk menyelesaikan masalah yang berlarut-larut ini, Bupati berjanji akan melakukan koordinasi intensif.

“Nanti akan dirapatkan kembali bersama dengan pihak-pihak terkait. Sehingga akan kita koordinasikan lebih lanjut agar bisa bersama-sama mendukung KKMP dan KDMP, yang merupakan program Bapak Presiden,” tegasnya. (red)