Arsip Kategori: Blora

Unit Usaha Lele Bioflok KKMP Kunden Blora Diresmikan

METRO CEPU – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Blora, mulai mengoperasikan unit usaha peternakan ikan lele sistem kolam bioflok.

Unit usaha yang terletak tidak jauh dari SPPG Kunden ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Peresmian ditandai dengan pelepasan benih ikan lele, dihadiri oleh perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Forkopimda, dinas teknis, dan pengelola koperasi.

Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyampaikan bahwa unit usaha ini merupakan bantuan dari Program Budidaya Ikan Tematik KKP RI. Pembangunan kolam, pelatihan SDM, hingga bibit sepenuhnya dibiayai oleh KKP sejak akhir 2025.

“Semoga kami bisa menjalankan budidaya lele ini dengan baik untuk mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” ungkap Rohmah.

Perwakilan KKP RI, Bayu Romadhona dari Balai Perikanan Jepara, mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora menerima bantuan perikanan lele sistem bioflok terbanyak se-wilayah eks Karesidenan Pati.

“Ada empat lokasi yang disetujui: Kunden, Kentong (Cepu), Kamolan (Blora), dan Sambongrejo (Sambong). Potensi di Blora luar biasa dan harus dikawal baik,” tegas Bayu.

Bayu menekankan bahwa kunci sukses budidaya ikan terletak pada kualitas air, bukan ikannya. Dia mengungkapkan karakteristik khusus air di Blora yang memiliki TDS (Total Dissolved Solids) hingga 900 ppm, padahal ideal untuk ikan adalah di bawah 300 ppm.

“Oleh karena itu, air di Blora harus diendapkan terlebih dahulu beberapa hari sebelum dialirkan ke kolam ikan,” jelasnya.

Untuk mendukung keberhasilan, pengelola diharapkan menerapkan prinsip 3M: Manajemen Air, Manajemen Pakan, dan Manajemen Sortir.

Setiap paket bantuan untuk satu lokasi, senilai sekitar Rp 600 juta dari APBN 2025, terdiri dari 24 kolam bioflok bulat (diameter 4 meter); Sarana aerasi, listrik, dan jaringan air; Atap peneduh; 60.000 ekor benih lele; dan Pelatihan SDM di Banyuwangi.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Menteri KKP atas program ini.

Bupati berencana mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk memastikan hasil pertanian dan peternakan lokal, termasuk lele bioflok ini, dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG (Makanan Bergizi) di SPPG.

“Kita berharap tidak hanya empat titik ini, akan kita ajukan untuk kecamatan lain,” ujar bupati.

Terpisah, Tenaga Teknis Budidaya Ikan Lele sistem Bioflok di KKMP Kunden, Aklis, menyampaikan bahwa untuk membuat kolam bioflok ini harus mengendapkan air selama satu minggu terlebih dahulu.

Satu kolam bioflok berdiameter 4 ini, harus diisi air yang sudah ditampung selama 7 hari. Agar TDS airnya pas untuk kolam lele. Satu kolam diisi 2.500 benih ikan lele berukuran 6-7 cm. Sehingga total dari 24 kolam diisi 60 ribu ekor.

“Untuk panen nanti menunggu perkembangan hingga usia tiga bulan kedepan. Selama 24 jam kolam diaerasi dengan gelembung udara menggunakan tenaga listrik,” jelas Aklis. (red)

TMMD 2026 di Blora: Kodim 0721/Blora Bangun Jalan dan Rehab Rumah Warga di Desa Sumber

METRO CEPUKodim 0721/Blora resmi menggelar TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 di Desa Sumber, Kradenan. Program ini fokus pada pembangunan jalan beton 280 meter dan rehabilitasi dua rumah warga, diiringi berbagai kegiatan nonfisik untuk pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa 10 Feburari 2026.

Upacara pembukaan dipimpin oleh oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Agus Puji Mulyono.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, unsur Forkopimda Kabupaten Blora, para kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pejabat utama Kodim 0721/Blora, Forkopimcam Kradenan, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Sumber, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Bupati Blora yang dibacakan Agus Puji Mulyono, disampaikan ucapan selamat datang kepada Dandim 0721/Blora yang baru.

Ia berharap kemanunggalan TNI dan rakyat di Kabupaten Blora semakin kokoh di bawah kepemimpinan yang baru.

“TMMD merupakan potret nyata kolaborasi lintas sektoral dengan mengusung tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa. Program ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia dimulai dari desa,” ujarnya.

Ia menegaskan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi sarana merawat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa.

Melalui TMMD, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bersinergi dalam satu irama pembangunan.

Pada TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Sumber, sasaran utama meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter guna memperlancar akses dan mobilitas warga, serta rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Kasri dan Bapak Tarmudji agar menjadi lebih layak dan sehat.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik berupa pembekalan wawasan kebangsaan, edukasi hukum dan kesehatan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Agus Puji Mulyono mengajak masyarakat Desa Sumber untuk berpartisipasi aktif dan menjadikan TMMD sebagai momentum membangkitkan kembali semangat kerja bakti.

“Kepada seluruh personil yang bertugas, laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, perhatikan faktor keamanan, serta jalin komunikasi yang harmonis dengan masyarakat,” pungkasnya. (red)

Karyawan BPR BKK Cabang Kedungtuban Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Pasang Tiang Bendera

METRO CEPU – Insiden kecelakaan kerja menimpa empat orang pria di halaman Kantor BPR BKK Cabang Kedungtuban, Kabupaten Blora, Senin 9 Februari 2026, sore.

Keempat korban terpental dan mengalami luka bakar serius setelah tiang bendera besi yang mereka dirikan oleng dan mengenai kabel jaringan listrik tegangan tinggi milik PLN.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Adapun para korban yang merupakan karyawan kantor tersebut diketahui berinisial RDY 39 tahun, warga Kecamatan Kradenan, PRA 26 tahun, warga Kecamatan Blora, N 53 tahun, warga Kecamatan Cepu, serta seorang warga sipil berinisial CB 40 tahun, asal Kecamatan Kedungtuban yang saat itu berada di lokasi untuk menjemput istrinya.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, melalui Kapolsek Kedungtuban Iptu Hadi Setyo P, menjelaskan, kejadian bermula saat para korban berupaya mendirikan kembali tiang bendera setinggi 15 meter yang sebelumnya diturunkan karena tali nilonnya putus.

“Awalnya dua orang karyawan berusaha menaikkan tiang bendera tersebut. Kemudian dua orang lainnya datang membantu karena tiang pipa besi itu cukup berat,” kata dia.

Namun, saat proses menaikkan, tiang tersebut oleng dan menempel pada kabel PLN tegangan tinggi yang melintas di depan kantor.

Seketika, arus listrik berkekuatan besar merambat melalui pipa besi tersebut. Keempat korban tersengat hingga terpental ke lantai.

Warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dengan melarikan para korban ke Puskesmas Kedungtuban.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Korban RDY mengalami luka bakar di telapak tangan hingga pergelangan, sementara korban CB mengalami luka di bagian kepala, bahu, serta pergelangan kaki.

Korban N dilaporkan mengalami luka robek di kepala sepanjang 9 cm, dan korban PRA mengalami luka bakar di bagian tangan serta kaki.

Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa luka-luka yang diderita murni akibat sengatan listrik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.

“Karena kondisi luka bakar yang memerlukan penanganan khusus, pada pukul 18.30 WIB, keempat korban dirujuk ke RSUD Cepu untuk mendapatkan perawatan lebih intensif,” ujar Kapolsek.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa tiang bendera pipa besi serta tali nilon hijau.

Jarak antara posisi berdiri tiang dengan jaringan listrik diketahui hanya sekitar 2 meter, yang dinilai sangat rawan jika terjadi kemiringan pada tiang saat proses pemasangan. (red)

Bupati Blora Masuk 10 Kepala Daerah Penerima Trofi AK PWI Pusat 2026

METRO CEPU – Bupati Blora Arief Rohman menerima Trofi Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama 10 Kepala Daerah lainnya, di Banten, Senin 9 Februari 2026.

AK PWI Pusat 2026 mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”.

Dari tiga sub tema yang ditawarkan, kebanyakan Bupati/wali kota memilih sub-tema “Penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif”.

Melalui potensi budaya masing-masing, yang terkait dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, yang ada dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Bupati Blora Arief Rohman, mengangkat aktualiasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan Blora yang berkelanjutan.

Penyerahan trofi langsung dari Mentri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto, didampingi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid, Ketua PWI Pusat Ahmad Munir, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

“Ini momentum luar biasa. Terimakasih kepada Tim penyusun materi yang sudah bekerja keras, sehingga di puncak HPN 2026, bisa menerima trofi AK PWI Pusat 2026,” ungkap Arief.

Ditambahkan Arief, bahwa keberhasilan ini bukan untuk Bupati, tapi untuk masyarakat Blora, karena selama ini sudah mendukung Pemerintah Kabupaten Blora, dalam hal ikut serta memelihara dan memajukan Kebudayaan.

“Terimakasih juga kepada PWI Jawa Tengah, PWI Blora dan tidak lupa PWI Pusat yang sudah mensupport kami,” ujarnya.

Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada sepuluh Bupati/Walikota yang telah menerima trofi AK PWI Pusat dalam pemajuan kebudayaan daerah yang Inklusif dan berkelanjutan, berbasis media dan Pers.

Tidak lupa ucapan selamat juga ditujukan kepada wartawan senior , dan wartawan peliput kebudayaan yang juga menerima trofi penghargaan dari PWI di puncak acara HPN 2026.

Pada kesempatan itu Muhaimin menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Serta mendukung agenda pembangunan nasional di tengah tantangan disrupsi digital,” katanya.

Muhaimin menyampaikan bahwa pemerintah memandang pers sebagai mitra penting dalam menjaga arus informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, informasi yang jernih menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga kohesi sosial bangsa.

“Pers yang sehat adalah fondasi penting bagi demokrasi dan pembangunan. Pemerintah memandang pers sebagai mitra strategis dalam memberdayakan masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa,” ujar Muhaimin.

Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap kritik konstruktif yang disampaikan insan pers.

Kritik yang berangkat dari fakta dan etika jurnalistik dinilai sebagai bagian dari mekanisme evaluasi kebijakan publik.

“Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab justru menjadi pengingat agar kebijakan tetap berada di jalur kepentingan rakyat,” katanya.

Untuk diketahui 10 Kepala Daerah yang menerima Trofi AK PWI Pusat 2026 adalah, Wali Kota Malang, Jawa Timur Wahyu Hidayat mengangkat Malang sebagai kota kreatif sejajar dengan 59 kota di dunia versi UNESCO.

Bupati Temanggung, Jawa Tengah Agus Setyawan, mengangkat kiprah kesenian Kuda Lumping Temanggung yang berusaha menembus kancah internasional.

Wali Kota Mataram, NTB, H. Mohan Roliskana mengangkat landmark dan inspirasi baru Gerbang Sangkareang.

Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur H. Andi Harun, mengangkat sarung tenun, dari wastra lokal menuju pusaka nasional.

Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit menampilkan program revitalisasi Mbaru Gendang (rumah adat) atas gorong royong pemerintah dan masyarakat lokal.

Bupati Blora, Jawa Tengah H. Arief Rohman, mengangkat aktualiasi ajaran Samin sebagai spirit pembangunan Blora yang berkelanjutan.

Bupati Lampung Utara, Lampung, Hamartoni Ahadis menampilkan tarian tradisi Cangget Bakha, sebagai sarana pertemuan muda-mudi di bawah bulan purnama.

Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Hj.Maya Hasmita, mengangkat Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakarat) sebagai penguatan karakter dan budaya sejak dini.

Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, H. John Kenedy Azis mengangkat revitalisasi beberapa tradisi religius dalam wajah baru Maulik Gadang.

Dan Bupati Manokwari Hermus Indou menjadikan Festival Teluk Boreh sebagai penguatan harmoni sosial dan toleransi, yang amat diperlukan Papua. (Red)

Patung Samin Surosentiko dan Tirto Adhi Soerjo Pukau Dialog Kebudayaan PWI

METRO CEPU – Dua patung tokoh bersejarah asal Kabupaten Blora, patung Samin Surosentiko dan patung Tirto Adhi Soerjo, mencuri perhatian dan memukau seluruh peserta Acara Dialog Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Hotel Horison UPI, Serang, Banten, Minggu 8 Februari 2026.

Diketahui, dialog kebudayaan ini diikuti oleh para bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat beserta tim kebudayaan dari masing-masing daerah.

Acara diawali dengan pertunjukan seni budaya dari perwakilan Papua bertajuk “Papua Menari”, dilanjutkan dengan penampilan Tari Bedayo Abung Siwo Migo dari perwakilan Lampung Utara.

Mewakili Bupati Blora, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Blora menyerahkan dua patung tokoh penting asal Blora, yakni Bapak Pers Nasional Tirto Adhi Soerjo dan tokoh budaya Samin Surosentiko.

Kedua patung tersebut merupakan karya seni ukir dari akar kayu jati berkualitas tinggi hasil karya pemahat asal Kelurahan Beran, Kecamatan Blora.

Karya tersebut diciptakan oleh seorang pemahat lokal bersama Wartono, yang dikenal sebagai salah satu pemahat andal di Kabupaten Blora.

Keindahan dan detail patung berhasil menarik perhatian peserta Dialog Kebudayaan dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Bahkan, kedua patung tersebut menjadi “primadona dadakan” dan banyak dimanfaatkan sebagai latar berfoto bersama maupun swafoto oleh para peserta.

Apresiasi datang dari budayawan sekaligus wartawan seni-budaya nasional, Agus Dermawan T. Ia menilai karya tersebut memiliki kualitas artistik yang sangat baik.

“Saya pikir, untuk hasil pemahat yang bersifat otodidak, ini merupakan karya yang luar biasa,” ungkap Agus Dermawan.

Dari aspek presisi dan teknik pemahatan, kata dia, patung ini sangat berhasil menggambarkan sosok tokoh yang sudah dikenal luas, khususnya Samin Surosentiko.

“Mencapai representasi tokoh seperti ini sangat sulit, namun karya ini benar-benar berhasil. Begitu pula patung Tirto Adhi Soerjo yang dieksekusi dengan sangat baik,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Yusuf Susilo Hartono selaku perwakilan PWI Pusat. Ia menilai kehadiran dua patung tokoh asal Blora tersebut sangat relevan dan bermakna dalam momentum Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

“Momentum ini sangat tepat, mengingat besok diperingati Hari Pers Nasional. Patung yang dihadirkan adalah tokoh pers nasional asal Blora, Tirto Adhi Soerjo, serta tokoh budaya Samin Surosentiko, yang sangat selaras dengan semangat dan tema Anugerah Kebudayaan PWI Pusat,” ujarnya.

KDMP Pilang Randublatung Sukses Gelar RAT Tahun Buku 2025

METRO CEPU – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pilang, sukses melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, itu berjalan tertib, lancar, dan dipenuhi semangat gotong royong dari seluruh pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.

RAT KDMP Pilang dihadiri oleh seluruh Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa Merah Putih Pilang, serta sejumlah tamu undangan penting. Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Blora, Kiswoyo; Plt Camat Randublatung; perwakilan Koramil Randublatung; serta Polsek Randublatung.

Acara RAT berfungsi sebagai forum pertanggungjawaban pengurus atas kinerja selama Tahun Buku 2025, sekaligus wadah evaluasi dan perencanaan program kerja mendatang. Tujuan utamanya adalah memperkuat posisi KDMP Pilang sebagai pilar ekonomi desa yang berdaya saing, melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan sinergi program pemberdayaan anggota.

Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Koperasi sekaligus Kepala Desa Pilang, Suyatno, menyampaikan harapannya agar KDMP Pilang terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.

“Koperasi ini harus terus tumbuh transparan, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pilang. Pemerintah desa siap mendukung penuh setiap langkah positif koperasi,” ujar Suyatno.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Blora, Kiswoyo, menambahkan, RAT ini menggambarkan semangat kebersamaan yang positif.

“KDMP Pilang menjalankan prinsip koperasi secara tepat, dan kami berharap terus tumbuh sehat, inovatif, serta menjadi contoh koperasi desa yang kuat di Kabupaten Blora,” katanya.

Ketua KDMP Pilang, Lamijan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan anggota dan dukungan semua pihak. “Hasil RAT akan menjadi dasar kami untuk memperbaiki kinerja dan memperluas manfaat koperasi bagi anggota serta masyarakat Desa Pilang,” tutur Lamijan.

Kapolsek Randublatung menekankan aspek keamanan dan kenyamanan acara. “RAT berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Koperasi yang kuat berdampak positif pada stabilitas sosial dan ekonomi warga. Polsek Randublatung siap mendukung kegiatan koperasi yang bermanfaat bagi warga,” ungkapnya.

Bupati Resmikan SPPG Polres Blora 2, Diharapkan Jadi Dapur Percontohan Program MBG di Blora

METRO CEPU – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kepolisian Resor Kabupaten Blora (SPPG Polres Blora) 2 yang berlokasi di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Blora, Senin (26/1/2026).

Peresmian SPPG Polres Blora 2 itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Blora, disaksikan jajaran Forkopimda dan tamu undangan.

Sebelumnya, rangkaian acara peresmian dibuka oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, melakukan pelepasan kendaraan distribusi MBG sebagai simbol dimulainya operasional pelayanan SPPG kepada penerima manfaat.

Dalam peninjauan dapur, Bupati Blora menyampaikan bahwa SPPG Polres Blora 2 telah memenuhi standarisasi dapur MBG, terutama pada aspek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurutnya, IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta sanitasi lingkungan dapur.

Bupati berharap, di bawah pengawasan Ketua Satgas MBG, SPPG Polres Blora dapat dijadikan dapur percontohan, mulai dari proses awal pengolahan bahan makanan, penyajian, hingga sanitasi yang berkelanjutan.

“Mulai dari pengolahan bahan, proses memasak, sampai sanitasinya sudah sesuai standar. Ini penting agar kualitas makanan bergizi benar-benar terjaga,” ujar Dr. H. Arief Rohman.

Selain aspek teknis, Bupati Blora juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Blora atas penyerapan tenaga kerja lokal. Sebanyak 45 tenaga kerja yang dilibatkan dalam operasional SPPG Polres Blora 2 seluruhnya berasal dari warga sekitar lokasi dapur.

Usai meninjau fasilitas dapur, Bupati Blora bersama para tamu undangan turut mencoba langsung makanan hasil olahan SPPG Polres Blora 2, yang dinilai layak, higienis, dan sesuai standar gizi Program MBG.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, menegaskan bahwa kebersihan dan sanitasi merupakan faktor utama dalam mencegah terjadinya keracunan makanan.

Seluruh dapur SPPG Polres Blora, baik SPPG Polres Blora 1 maupun 2, telah dilengkapi IPAL sebagai bentuk komitmen pelayanan terbaik bagi penerima manfaat.

Dengan penerapan standar sanitasi yang ketat, dukungan tenaga kerja lokal, serta pengawasan Satgas MBG, SPPG Polres Blora 2 diharapkan menjadi contoh pengelolaan dapur MBG yang profesional dan berkelanjutan di Kabupaten Blora.***

Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Catat Harinya

METRO CEPU – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke Pasar Tradisional mulai diluncurkan Bupati Blora Arief Rohman, di halaman Pasar Sido Makmur Blora, Jumat (23/1/2026).

Peluncuran Gerakan ASN Blora belanja ke pasar tradisional itu dilakukan setelah senam pagi bersama yang dihadiri Sekda, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blora, seluruh Kepala OPD dan seluruh ASN.

Kepada seluruh ASN Blora, Bupati menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud dukungan pemerintah untuk meningkatkan geliat perputaran ekonomi di pasar tradisional.

“Setiap Jum’at kami himbau ASN untuk belanja ke pasar tradisional terdekat. Terimakasih Pak Sekda atas inovasinya. Biar pasar kita semakin ramai. Sebut saja ASN Blora jumlahnya 11.000 orang. Jika satu ASN sehari belanja 50 ribu ke pasar tradisional, akan ada perputaran uang sebesar Rp 550 juta sehari. Perekonomian pasar akan lebih hidup. Kita akan ajak juga PKK dan Dharma Wanita, akan kita gilir di pasar pasar lainnya,” ucap Bupati.

Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud syukur ASN untuk membantu para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional.

“Di tengah kondisi ekonomi daerah yang tidak pasti ini. Alhamdulillah Pak Bupati tidak memotong TPP ASN, sedangkan daerah lain banyak yang dipotong. Sehingga sebagai wujud syukur mari kita belanja ke pasar tradisional agar ekonomi pedagang juga ikut terbantu. Kalau ibu ibu belanja Rp 100 ribu, ya bapak bapaknya sekitar Rp 50 ribuan. Kalau saja ada 1000 orang ASN yang belanja, bisa Rp100 juta lebih. Bisa membantu ekonomi pedagang kira. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan,” ungkap Sekda Komang.

Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional Catat Harinya 2

Sementara itu, Kiswoyo, selaku Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, memaparkan bahwa Pasar Sido Makmur akan terus ditata dan diperbaiki pengelolaannya agar konsumen atau pembeli merasa aman dan nyaman ketika belanja.

“Untuk parkir, alhamdulilah sekarang sudah berlaku e parkir. Keamanan dan kenyamanan parkir sudah banyak berubah. Sebelum lebaran nanti akan kita tambah dua pintu keluar agar antrian tidak memanjang. Kemarin saat peresmian masih 30 persen yang pakai e-money, 70 persen kupon manual. Selanjutnya kita tingkatkan 50:50, semoga kedepan bisa 70:30 agar semakin sedikit transaksi tunainya,” terang Kiswoyo.

“Untuk hal kebersihan, kita pakai tenaga outsourcing. Termasuk pengelolaan toilet umumnya. Jika dulu ke toilet bayar, sekarang gratis dan kebersihannya terjaga oleh petugas kebersihan dari outsourcing. Jika ada yang kurang baik, dilaporkan saja kepada pengelola pasar agar kami bisa mengevaluasi. Terimakasih Pak Bupati dan Pak Sekda atas peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional ini. Selain membantu nglarisi pedagang, juga membantu peningkatan PAD dari sisi parkir,” tambahnya.

Usai peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Bupati langsung praktek belanja ke dalam pasar. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Aini Sholihah, Bupati nampak belanja kebutuhan dapur seperti cabai merah, aneka bumbu, jajanan hingga berkuliner sarapan pagi lontong sayur di Warung Bu Sri.

Sedangkan ASN Blora lainnya juga banyak yang menyebar membeli berbagai kebutuhan dapur dan rumah tangga lainnya.

Darni (43), salah satu pedagang mengaku senang dengan adanya gerakan ASN belanja ke Pasar Tradisional ini.

“Kalau bisa jangan hanya hari Jum’at saja Pak. Hari hari lainnya juga. Biar pasar lebih ramai lagi, apalagi sebulan lagi Ramadhan disusul Lebaran,” ungkap Darni singkat.***