Arsip Kategori: Blora

Go Internasional: Barongan Blora Diusulkan ke UNESCO

METRO CEPU – Kabupaten Blora tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengusulkan Barongan Blora sebagai Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Blora bersama dengan Komunitas Barongan Blora bersama dengan sejumlah tim teknis, menggelar rapat koordinasi guna membahas persiapan teknis pengusulan tersebut, Senin (19/1/2026) di ruang Rapat Bupati Blora.

Rapat tersebut juga menghadirkan narasumber dari Tim Teknis Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen RI, Panca Waluyo, SE, Pamong Budaya Ahli Madya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wil. X Yogyakarta, Erna Purwaningsih, dan Dosen Seni Rupa ITB, Dr. Muchisin, S.Sn.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini ikut hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, beserta sejumlah kepala perangkat daerah untuk mendukung upaya tersebut.

Serta Paguyuban Seni Barongan Kabupaten Blora dan Dewan Kebudayaan Blora juga hadir dilibatkan.

Sekda Blora, Komang Gede Irawadi akan segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut, bersama dengan komunitas/paguyuban Barong Blora dan dinas terkait untuk segera menyusun tim.

Termasuk membuat action plan guna mempersiapkan langkah-langkah dan dokumen yang perlu untuk dilengkapi dalam waktu dekat ini.

“Kita segera akan kita buat tim, kita mapping apa-apa saja tugas sesuai tupoksinya, kita bersama harus punya niat mewujudkan Barongan ini untuk diusulkan ke UNESCO, tapi harus kita persiapkan dengan matang sejak saat ini,” terangnya.

Sebelumnya, Panca Waluyo, dalam rapat tersebut menjelaskan terkait dengan nilai strategis Barongan bagi Kabupaten Blora, tahap penyusunan berkas nominasi ICH UNESCO mulai dari data dan kelengkapan dokumen yang diperlukan, dukungan serta peran dari OPD hingga komunitas, serta timeline kerja pengusulan Barongan Blora menuju ICH UNESCO.

Narasumber lainnya, Erna Purwaningsih menjelaskan terkait dengan pelestarian kebudayaan hingga terkait dengan norma, standar, dan prosedur dalam ICH UNESCO.

Barongan Blora Go Internasional

Go Internasional Barongan Blora Diusulkan ke UNESCO 2

Ia mengungkapkan bahwa Barongan ini penting untuk diusulkan ke UNESCO. Harapannya Barongan tersebut dapat mengangkat nama Indonesia dan go internasional.

Terlebih, Barongan Blora telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemendikbud RI, pada tahun 2017 lalu.

“Ini sangat relevan bahwa dengan rencana Barongan ini diusulkan ke UNESCO, yang pertama ini sudah kita lindungi, bahwa ini wujud perlindungan kita terhadap budaya yang kita miliki, jadi dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2017 ini menjadi salah satu syarat untuk bisa diusulkan,” terang Erna.

Sementara itu, Dr. Muchisin, pada kesempatan tersebut juga menjelaskan terkait dengan hasil risetnya mengenai sejarah hingga perkembangan Barongan.

Pihaknya juga mengungkapkan meski barongan tidak hanya ada di Blora tetapi di Kabupaten Blora ini perkembangan Barongan sangat besar dibanding daerah lain. Sehingga Blora dipandang bisa menginisiasi dalam mengajukan usulan ini ke UNESCO.

Go Internasional Barongan Blora Diusulkan ke UNESCO 3

“Dibanding daerah-daerah lain, di Blora itu perkembangannya sangat luar biasa bahkan sampai pelosok-pelosok daerah bahkan kecamatan, kelurahan itu ada, produsennya juga ada, dan ini menurut saya juga layak dan bisa diajukan,” terang Muchisin.

Ia juga mengungkap di situs pegunungan kendeng yang terletak di antara wilayah Blora-Rembang, terdapat suatu arca/patung batu yang berbentuk kepala totem singa.

“Disitu ada patung-patung kepala totem diantaranya itu singa atau barong dan bentuknya persis mirip dan saya juga analisa, artinya ini bisa jadi pusat yang paling dekat dengan perkembangan itu,” terangnya.

Dari Paguyuban Seni Barongan Kabupaten Blora, Adi Wibowo menyambut baik dan siap untuk mendukung upaya pengusulan Barongan ke ICH UNESCO.

Pihaknya juga mengapresiasi atas kepedulian dan perhatian dari Pemkab Blora terhadap Seni Barongan.

“Kami perwakilan dari Komunitas Seni Barongan Blora mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Blora yang sudah berinisiatif mengangkat seni Barongan Blora ke tingkat internasional,” ungkap Didik sapaan akrab Adi Wibowo yang juga salah satu pegiat Seni Barongan Risang Guntur Seto.***

Perubahan Struktural: Empat Pejabat Eselon II Pemkab Blora Resmi Berganti

METRO CEPU – Perubahan struktural yang baru saja diumumkan Pemkab Blora menandai momen penting dalam tata kelola Pemerintah Kabupaten Blora, di mana empat pejabat eselon II resmi mengalami rotasi dan pengisian jabatan baru.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas birokrasi, memperkuat sinergi antar-organisasi perangkat daerah, dan menjawab dinamika kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks di lingkungan Pemkab Blora.

Gerbong Pemerintah Kabupaten Blora di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Arief Rohman, dan Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, sedikit mengalami perubahan yang ditandai dengan adanya pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan terhadap empat pejabat eselon II yang dilaksanakan Selasa sore (13/1/2026) di Gedung Keuangan Daerah, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

“Alhamdulillah sore ini telah kami bersama Bu Wakil Bupati dan Pak Sekda telah melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan terhadap 4 Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Ada Bu Retno di Capil, Pak Pitoyo di BPPKAD, Pak Djoko dan Pak Catur di Staf Ahli Bupati. Kami berharap 4 pejabat baru ini bisa segera menyesuaikan dengan tugas dan kewajibannya di kantor yang baru,” ucap Bupati Blora Arief Rohman.

“Utamanya Pak Pitoyo di BPPKAD yang menjadi tumpuan pengelolaan keuangan daerah. Tahun 2026 menghadapi efisiensi anggaran, harus bisa melahirkan inovasi inovasi untuk peningkatan PAD. Oleh karena itulah pelantikan sengaja kami laksanakan di Gedung Keuangan BPPKAD ini, agar tahun 2026 ini keuangan daerah kita bisa lebih baik. Semuanya harus bisa saling membantu, mana mana saja yang punya potensi PAD harus berinovasi, bagi seluruh dinas,” tegas Bupati.

“Begitu juga untuk Kepala Dindukcapil yang baru, Bu Retno harus siap melayani masyarakat dengan baik. Sebagai Kepala Dindukcapil harus 24 siap merespon aduan masyarakat terkait pelayanan catatan sipil. Hp nya harus aktif, karena selama ini masih banyak yang lapor tentang pelayanan capil ini,” lanjut Bupati.

“Sedangkan untuk Staf Ahli nanti bisa membantu saya dan Bu Wakil Bupati di berbagai kegiatan. Mari bersama sama untuk Nyawiji mBangun Blora Akur Makmur Misuwur, Sesarengan mBangun Blora Maju dan Berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Bupati, ini bukan merupakan pelantikan yang terakhir. Dimungkinkan masih akan ada evaluasi dan penataan jabatan hingga eselon 3 dan eselon 4, sekaligus pengisian jabatan eselon 2 yang masih kosong seperti DPUPR, Dinrumkimhub, Dindalduk KB, dan BPBD, yang saat ini masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt).

“Februari nanti saya genap satu tahun bersama Bu Wakil Bupati Sri Setyorini. Nanti akan kita evaluasi bersama perjalanan satu tahun ini sekaligus menata gerbong selanjutnya agar kedepan kinerja bisa semakin baik dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Perubahan Struktural Empat Pejabat Eselon II Pemkab Blora Resmi Berganti 2

Pelantikan empat pejabat eselon II Pemkab Blora itu dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, dan Sekda Komang Gede Irawadi.

Pelantikan juga disaksikan oleh para Asisten Sekda, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, dan seluruh Camat se Kabupaten Blora.

Adapun empat pejabat eselon II Pemkab Blora yang dilantik yaitu:

1. Retno Kusumowati, S.Sos, jabatan lama Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil).

2. Drs. Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, jabatan lama Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan, kini dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

3. Catur Pambudi Amperawan, S.Sos, jabatan lama Sekretaris Dewan, kini dilantik sebagai Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Pembangunan.

4. Drs. Djoko Sulistiyono, jabatan lama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kini dilantik sebagai Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, Drs. Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, usai dilantik, mengaku siap menjalankan tugas barunya sebagai Kepala BPPKAD, menggantikan Plt. Kepala BPPKAD yang sebelumnya dijabat Bawa Dwi Raharja.

“Kami siap menjalankan tugas dari Pak Bupati, insyaAllah siap. Ini merupakan amanah yang diberikan kepada kami demi pembangunan Kabupaten Blora yang lebih baik. Mohon doanya semoga kami diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas kedepannya,” ucap Pitoyo, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Blora.***

Satgasus Sumur Tua Pertamina Amankan 12 Terduga Pelaku Pengangkut Minyak Mentah Ilegal Dari Ledok

METRO CEPU – Aktivitas jual beli ilegal minyak mentah dari sumur minyak tua Ledok ternyata masih marak. Hal ini terbukti dengan diamankannya 12 orang terduga pelaku beserta barang bukti minyak mentah dan sepeda motor oleh Satuan Tugas Khusus Sumur Tua Pertamina pada Kamis 15 Januari 2026.

Selain mengamankan terduga pelaku jual beli ilegal minyak mentah, Satgasus juga berhasil mengamankan 12 sepeda motor dan 72 deriken berisi minyak mentah.

Ipda Cahyoko Kanit Tipiter Polres Blora saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Polres hanya menerima penyerahan pelaku. Sedangkan yang mengamankan dari pihak sekuriti Pertamina.

” Polres hanya menerima penyerahan bukan mengamankan. Yang mengamankan itu dari sekuriti Pertamina, ” ujar Cahyoko saat dihubungi melalui telepon seluler.

Cahyoko juga mengatakan untuk informasi lebih lanjut wartawan disarankan mengkonfirmasi kepada Kasatreskrim Polres Blora.

Field Manager Pertamina EP Field Cepu Dody Tetra Atmadi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa yang mengamankan dari TNI yang menjalankan tugas pengamanan minyak negara.

Negara yang menugaskan TNI untuk mengamankan minyak negara terhadap penjualan.

” Pengakuan dari tersangka begitu infonya ( Ledok-red). Info jelasnya ke BPE mungkin mas, saya juga belum jelas kronologinya. Satgas gakum pengamanan minyak sumur tua atau apa saya belum tercopy,” ujar Dody Tetra Atmadi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu sampai berita ini direlease, Kasatreskrim Polres Blora AKP Zainul Arifin saat dikonfirmasi belum menjawab pertanyaan wartawan.

 

Kenduri dan Galang Dana Korban Bencana Sumatera Warnai Momentum Hari Desa Nasional 2026 di Blora

METRO CEPU – Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Kenduri Desa dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Alun-alun Blora, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen bersama dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, S.Pd. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan sebagai ungkapan syukur atas ditetapkannya Hari Desa Nasional 2026 di Blora.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Blora, Agung Heri Susanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan Kenduri Desa dengan tema “Kenduri Desa Nasional dalam Rangka Hari Desa”.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Jawa Tengah pada 15 Januari 2026, yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah, dengan pusat kegiatan di Kabupaten Boyolali, serta Kabupaten Blora turut berpartisipasi menyemarakkan peringatan tersebut.

“Kami mengajak seluruh kepala desa, perangkat desa, BPD, dan lembaga desa untuk terus membangun desa sesuai dengan arahan dan perintah Presiden Prabowo. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas Hari Desa yang telah ditetapkan secara nasional,” ungkap Agung Heri Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, juga ditampilkan pembacaan puisi “Puisi Harapan Desa” oleh perwakilan kepala desa, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertajuk sama oleh Agung Heri Susanto, sebagai refleksi dan harapan bagi masa depan desa-desa di Kabupaten Blora.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa atas kerja sama, dedikasi, serta pengabdiannya dalam membangun Kabupaten Blora.

Kenduri dan Galang Dana Korban Bencana Sumatera Warnai Momentum Hari Desa Nasional 2026 di Blora 2

“Terima kasih kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Blora atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa tetap diberikan sesuai dengan penghasilan tetap (Siltap) desa tanpa pengurangan.

Selain itu, Bupati menjelaskan adanya kebijakan efisiensi anggaran akibat pemotongan TKD, sehingga pelaksanaan rapat di lingkungan Pemerintah Daerah dilakukan secara sederhana.

“Ini merupakan bentuk pelaksanaan efisiensi anggaran sesuai dengan perintah Presiden, sehingga dalam rapat tidak lagi disediakan konsumsi, kecuali air putih,” jelasnya.

Terkait program nasional, Bupati Blora meminta dukungan desa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Di Kabupaten Blora, bahan baku MBG diarahkan untuk disuplai melalui koperasi desa, dengan melibatkan Ibu PKK dalam pengelolaan sayuran, serta TPS3R dalam pengelolaan sampah agar memiliki nilai ekonomi.

Bupati juga menyampaikan keberlanjutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dari 275 peserta sebelumnya, sebagian peserta telah dinyatakan lulus. Pada tahun 2026, program ini akan dilanjutkan bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan kuota 250 kepala desa atau perangkat desa, yang mendapatkan subsidi biaya sebesar 30 persen.

“Dengan program ini, kami berharap kualitas SDM kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Blora dapat terus meningkat,” tambahnya.

Kenduri dan Galang Dana Korban Bencana Sumatera Warnai Momentum Hari Desa Nasional 2026 di Blora 2

Selain itu, Bupati menegaskan dukungan Kabupaten Blora terhadap program ketahanan pangan melalui pengembangan perkebunan organik.

Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan dan akan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, guna mewujudkan Blora sebagai kabupaten organik. Bupati juga mengajak seluruh kepala desa untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilaksanakan penggalangan dana bagi korban bencana banjir di Sumatra, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Kabupaten Blora.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes PDTT, Dr. H. Tabrani, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Kenduri Desa menjadi momentum positif bagi pembangunan desa.

“Membangun desa harus dimulai dari bawah untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan sesuai arahan Presiden,” ujarnya.

Dirjen Kemendes PDTT juga menyampaikan bahwa program nasional seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat mampu memberikan dampak ekonomi, khususnya di sektor peternakan dan pangan.

Kemendes PDTT mengapresiasi gagasan desa tematik organik yang digagas oleh Bupati Blora, serta menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terdapat 191 koperasi desa Merah Putih dalam proses pembangunan dan banyak dapur SPPG yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Pada akhir kegiatan, sejumlah desa menerima penghargaan atas peningkatan Indeks Prestasi Pembangunan Desa, di antaranya Desa Pilang (Randu), Sumber (Keradenan), Kapuan, Kentong, Mulyorejo, Nglanjuk (Cepu), Gadu dan Sambongrejo (Sambong), Bangsri, Tempellemahbang, Balong (Jepon), Sukorejo (Tunjungan), Banjarejo (Banjarejo), Trembulrejo, Berbak, Sarimulyo, Sambongrejo (Ngawen), Sempu dan Jagong (Kunduran).***

Kementerian Desa Apresiasi Peringatan Hari Desa 2026 di Blora

METRO CEPU – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT RI) menyampaikan apresiasi yang mendalam atas penyelenggaraan peringatan Hari Desa 2026 di Kabupaten Blora, yang dinilai berhasil menjadi wadah penting untuk menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan desa dan mengatasi ketertinggalan daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keberhasilan program-program pemberdayaan masyarakat, infrastruktur dasar, serta inovasi ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan yaitu pemerintah pusat dan daerah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, serta komunitas adat dalam mengoptimalkan potensi desa sebagai fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Kementerian berharap momentum tersebut dapat dijadikan inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik baik yang telah ditunjukkan di Blora, sekaligus mendorong penguatan kapasitas pemerintahan desa, peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi digital untuk akselerasi pembangunan, sehingga tujuan pemerataan kesejahteraan dan pengurangan kesenjangan antarwilayah semakin terwujud.

Perihal tersebut disampaikan Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT RI) Dr. H. Tabrani saat menghadiri “Kenduri Desa” di Alun-Alun Kabupaten Blora dalam rangka Peringatan Hari Desa 2026 di Blora yang diikuti sekitar 4.000 peserta dari unsur pemerintahan kecamatan dan desa se-Kabupaten Blora, Senin (12/1/2026).

“Atas nama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Bupati Blora, bahwa pelaksanaan Hari Desa Nasional ini diwarnai dengan kegiatan yang berbeda, biasanya kemarin kami melepas gerak jalan, melepas acara lain, tapi hari ini acaranya adalah duduk bersama yang dikemas dalam acara Kenduri, berdoa bersama yang dipimpin oleh ulama kita, mudah-mudahan apa yang dilakukan pagi ini doa kita didengar oleh Allah SWT,” terangnya.

Kementerian Desa Apresiasi Peringatan Hari Desa 2026 di Blora 2

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Desa seperti di kabupaten Blora ini nantinya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

“Di Blora ini mengadakan Hari Desa secara bersama-sama, ini akan langsung, nanti dinaikkan beritanya untuk menjadi contoh wilayah-wilayah lain,” terangnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa Asta cita Pak Presiden Prabowo yang ke-6, itu sangat jelas dan nyata. Disampaikan, bahwa Asta Cita ke-6 itu adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dalam rangka memberantas kemiskinan.

Dengan didirikannya koperasi desa merah putih, dapur-dapur SPPG, mendirikan sekolah rakyat, Ini adalah upaya untuk mensejahterakan, masyarakat yang ada di desa.

Pihaknya juga mengapresiasi komitmen dan capaian dari Pemkab Blora dalam melaksanakan program-program tersebut. Termasuk kaitanya dengan mewujudkan ketahanan pangan melalui pertanian organik.

“Mari bersama-sama, kita wujudkan, niat baik, dari asta cita pak Presiden, membangun dari desa, dan dari bawah, untuk pemeratan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan,” tambahnya.

Kegiatan Kenduri tersebut diisi dengan Doa Bersama, penggalangan dana bagi korban bencana Sumatera dan Aceh hingga daerah lainnya, pemotongan tumpeng oleh Dirjen dan Bupati Blora, hingga pemberian apresiasi kepada desa mandiri yang ada di Kabupaten Blora.

Pada momen tersebut, dihadiri oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, beserta Forkopimda Blora, Ketua Praja Blora serta ribuan peserta yang terdiri dari seluruh camat dan ketua tim penggerak PKK kecamatan, seluruh kepala desa, perangkat desa, dan BPD se-Kabupaten Blora, serta tenaga pendamping profesional se-Kabupaten Blora.***

Peringatan Hari Desa 2026 di Blora: Kenduri, Galang Dana Hingga Doakan Korban Bencana

METRO CEPU – Peringatan Hari Desa 2026 di Blora yang dihelat di Alun-Alun Kabupaten Blora pada Senin (12/1/2026) menjadi momen kebersamaan dan kepedulian kolektif yang ditandai dengan rangkaian kegiatan tradisional dan kemanusiaan.

Sekitar 4.000 peserta dari unsur pemerintahan kecamatan dan desa se-Kabupaten Blora menggelar “Kenduri Desa” sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan sebagai ruang silaturahmi antargenerasi, sambil menyelenggarakan penggalangan dana yang terkoordinasi untuk membantu korban bencana di Sumatera, Aceh, dan daerah lain yang terdampak, menunjukkan bahwa solidaritas lokal melampaui batas geografis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum refleksi terhadap pentingnya ketangguhan desa menghadapi bencana, penguatan jaringan sosial, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas mitigasi dan respons lokal demi melindungi warga pada masa mendatang.

Peringatan Hari Desa tahun 2026 tersebut dihadiri oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT RI, Dr. H. Tabrani, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, beserta Forkopimda Blora, Ketua Praja Blora, ribuan peserta yang terdiri dari seluruh camat dan ketua tim penggerak PKK kecamatan, seluruh kepala desa, perangkat desa, dan BPD se-Kabupaten Blora, serta tenaga pendamping profesional se-Kabupaten Blora.

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menyampaikan, “Kenduri Desa” sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat hasil bumi yang telah diberikan oleh desa.

Peringatan Hari Desa 2026 di Blora Kenduri Galang Dana Hingga Doakan Korban Bencana 2

“Hari ini kita mengadakan Kenduri, dalam rangka mensyukuri nikmat yang sudah diberikan dalam hari desa ini, semoga desa-desa di Blora ke depan akan semakin maju, dan semoga Bapak Ibu semuanya diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan, dalam rangka untuk menjalankan amanah, mengawal pembangunan yang ada di desa-desa yang ada di Kabupaten Blora,” harap Bupati Arief.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan doa bersama. Bupati beserta seluruh peserta Kenduri Desa, mendoakan sejumlah daerah yang tengah mengalami musibah, mulai Sumatera, Aceh, hingga daerah sekitar, agar lekas pulih.

”Terima kasih ini ada peduli bencana juga, nanti kita akan salurkan untuk Sumatera dan Aceh, sebagai bentuk empati kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Sumatera dan Aceh,” ungkapnya.

Di peringatan Hari Desa ini, Bupati Arief mengapresiasi peran dan dukungan dari Kepala Desa, perangkat desa, atas pengabdian dan dedikasinya dalam memajukan desanya.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini tentunya kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi, terima kasih kepada Bapak/Ibu Kepala Desa dan seluruh perangkat desa yang ada di Kabupaten Bora atas semua kerjasamanya, atas semua dedikasinya, atas semua pengabdiannya,” Jelas Bupati.

“Selamat Hari Desa, tentunya semoga dengan adanya Hari Desa ini, peran-peran desa akan semakin bisa kita optimalkan ke depan,” tandas Bupati Blora Arief Rohman.***

Hari Desa Nasional 2026: Ratusan Camat, Kades dan Perangkat Desa Tumplek Blek Padati Alun-Alun Blora

METRO CEPU – Acara peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 di Kabupaten Blora berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dengan kehadiran sekitar 4.000 peserta yang tumpah ruah dari berbagai desa dan elemen masyarakat.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi momen selebrasi budaya dan kearifan lokal, tetapi juga platform penting untuk memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam upaya percepatan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sekitar 4.000 peserta dari unsur pemerintahan kecamatan dan desa se-Kabupaten Blora, menggelar ‘Kenduri Desa’ di Alun-Alun Kabupaten Blora, Senin (12/1/2026).

Mereka juga memanjatkan doa sekaligus menggalang dana untuk korban bencana banjir Sumatera, Aceh hingga daerah lainnya.

Kenduri Desa di Blora tersebut digelar dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026, dengan dihadiri oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT RI, Dr. H. Tabrani, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, beserta Forkopimda Blora, Ketua Praja Blora.

Hadir ribuan peserta yang terdiri dari seluruh camat dan ketua tim penggerak PKK kecamatan, seluruh kepala desa, perangkat desa, dan BPD se-Kabupaten Blora, serta tenaga pendamping profesional se-Kabupaten Blora.

“Hari ini kita mengadakan Kenduri, dalam rangka mensyukuri nikmat yang sudah diberikan dalam hari desa ini, semoga desa-desa di Blora ke depan akan semakin maju, dan semoga Bapak Ibu semuanya diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan, dalam rangka untuk menjalankan amanah, mengawal pembangunan yang ada di desa-desa yang ada di Kabupaten Blora,” harap Bupati Arief.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan doa bersama. Bupati beserta seluruh peserta Kenduri Desa, mendoakan sejumlah daerah yang tengah mengalami musibah, mulai Sumatera, Aceh, hingga daerah sekitar, agar lekas pulih.

”Terima kasih ini ada peduli bencana juga, nanti kita akan salurkan untuk Sumatera dan Aceh, sebagai bentuk empati kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Sumatera dan Aceh,” ungkapnya.

Di peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 ini, Bupati Arief mengapresiasi peran dan dukungan dari Kepala Desa, perangkat desa, atas pengabdian dan dedikasinya dalam memajukan desanya.

“Dalam kesempatan yang berbahagia ini tentunya kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi, terima kasih kepada Bapak/Ibu Kepala Desa dan seluruh perangkat desa yang ada di Kabupaten Bora atas semua kerjasamanya, atas semua dedikasinya, atas semua pengabdiannya,” jelas Bupati.

Hari Desa Nasional 2026 Ratusan Camat Kades dan Perangkat Desa Tumplek Blek Padati Alun-Alun Blora 2

“Selamat Hari Desa, tentunya semoga dengan adanya Hari Desa ini, peran-peran desa akan semakin bisa kita optimalkan ke depan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Bupati juga berpesan kepada desa-desa agar turut mendukung dan mensukseskan program dari Presiden Prabowo Subianto, seperti halnya program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga program-program dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.

Termasuk kedepan Bupati juga mendorong agar ada regulasi bagaimana Koperasi Desa Merah Putih yang ada di desa-desa, dapat men-supply kebutuhan bahan baku untuk program MBG yang ada.

“Oleh karena itu nanti kita akan sinkronkan agar program Koperasi Desa Merah Putih ini unit usahanya adalah yang mendukung untuk program dari MBG ini,” paparnya.

“Kita harus siap termasuk nanti PKK, bagaimana nanti kaitannya dengan sayur mayur dan sebagainya, nanti bisa kita selaraskan agar bisa memenuhi kebutuhan MBG. Termasuk juga nanti pengelolaan sampah-sampah MBG dan sebagainya, TPS 3R yang ada, nanti tolong bisa dikerjasamakan,” sambungnya.

Lanjut Bupati, bahwa di Blora ini pihaknya berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya pertanian organik.

Ia juga meminta agar desa-desa mau berinovasi untuk mendukung program tersebut. “Ini ada beberapa desa yang sudah menjadi contoh, nanti kami minta desa-desa yang lainnya, untuk menyiapkan bengkoknya, percontohan sekitar 1 Hektare per desa, untuk kita olah menjadi produk organik,” ungkapnya.

Termasuk dengan menggandeng Ormas dari NU, Muhammadiyah, dan LDII, untuk bisa berperan agar Blora menjadi kabupaten organik.

“Ini mohon dukungan dari Bapak Ibu kepala desa, agar kita menjadi daerah yang memang cinta terhadap lingkungan, dan pelestarian pertanian yang berbasis organik ini,” ungkap Bupati.

Kemudian Bupati Arief juga terus mendukung upaya peningkatan kualitas SDM aparatur desa, salah satunya melalui program RPL dengan perguruan tinggi.

“Dan untuk tahun 2026 ini, kami melanjutkan untuk program RPL, nanti dengan UNNES, ini kita akan buka kesempatan untuk 250 kepala desa atau perangkat desa yang mau ikut RPL. Nanti kita akan beasiswanya 30% kita subsidi,” pungkas Bupati Blora Arief Rohman.

Polres Blora Buka Suara Kebakaran Sumur Minyak di Gandu

METRO CEPU – Polres Blora buka suara, terhadap dugaan kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Selasa (06/01/2026).

“Ada kebakaran, disana itu (TKP) ada beberapa bull (penampungan minyak). Jadi itu terbakar, oleh warga dipadamkan. Kita juga datang, dari BPBD dan saat ini sudah padam,” ujar Wakapolres, Kompol Slamet Riyanto saat ditemui seusai mendatangi lokasi kejadian.

Wakapolres mengungkapkan di TKP terdapat belasan Bull yang masih berada di lokasi, dan masih dalam tahap penyelidikan.

“Ada 17 bull, yang masih ada disana. Entah terbakar atau tidak masih di cek anggota,” katanya.

Dikatakan, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran. Sehingga sumber api yang mengakibatkan kebakaran belum dapat disimpulkan.

“Makanya yang dari bull itu apakah berisi minyak ataukan minyak mentah itu rekan-rekan masih dilapangan, nanti akan di cek. Apakah itu memang minyak bekas, atau memang minyak baru,” terangnya.

“Karena disana juga dulu juga ada rembesan-rembesan bekas-bekas sumur lama,” sambungnya.

Diungkapkan, lokasi kebakaran berdekatan dengan permukiman warga, dan terletak tidak jauh dari lokasi kebakaran pada 17 Agustus 2025, yang telah menewaskan 5 warga setempat dengan salah satunya adalah seorang balita.

“Yang terbakar kemarin itu yang diatas. Ini kurang lebih 200 sampai 300 meter, perkiraan saja ya. Ke arah kiri kalau kita jalan ke sana,” ujarnya.

“(Lokasi kebakaran) Berdekatan dengan rumah warga, pemukiman. Jarak sekitar 20-30 meter,” sambung Kompol Slamet.