Arsip Kategori: Blora

Istri Kadus di Blora Diduga Jadi Calo Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Dengan Imbalan 50%

METRO CEPU – Praktik calo pencairan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Blora yang diduga melibatkan istri perangkat desa di wilayah Kecamatan Randublatung, kini menjadi sorotan. Pasalnya, terduga pelaku berinisial NY menawarkan jasa pencairan dan meminta imbalan 50% kepada peserta BPJS.

Salah satu warga menjelaskan, dirinya di datangi seseorang yang merupakan anak buah dari saudara NY dan memberitahukan bahwa NY bisa membantu mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan cepat dengan syarat membawa nomor rekening bank beserta foto wajah (scan).

“Saya di datangi anak buah saudara NY dan ditawari bantuan pencairan BPJS, dan diminta untuk segera datang ke rumah saudara NY secepatnya,” ujarnya belum lama ini.

Sesampainya di rumah NY, korban dimintai biaya administrasi atau jasa sebesar 50 persen dari total dana yang diterima.

“Padahal uang itu kan hak kami, kok mintanya banyak sekali,” ujarnya.

Beberapa warga juga mengeluhkan adanya kebingungan terkait status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Beberapa warga mengaku, sebelumnya tidak pernah terdaftar sebagai peserta, baik yang mandiri maupun yang didaftarkan oleh perusahaan. Namun, tiba-tiba didatangi oleh orang suruhan NY dan diberitahukan bahwa namanya bisa mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya bingung, saya tidak pernah ikut BPJS Ketenagakerjaan, dari kecil gak pernah kerja kemana-mana juga tidak pernah ikut BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri, tapi kok bisa dapat undangan pencairan. Kan aneh?” ucap salah seorang warga yang namanya diminta untuk dirahasiakan.

Suami NY yang juga seorang perangkat desa berinisial P saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa informasi yang dituduhkan tidaklah benar. Kegiatan yang dilakukan oleh istrinya murni untuk membantu.

“Iya memang ada administrasinya, itu juga kesepakatan,” katanya.

Ia pun sempat mengaku sebagai biro jasa, namun saat ditanyakan soal ijin atas biro jasa tersebut, P tidak dapat menunjukkan.

“Apa ya namanya, kalau dikatakan calo kok terlalu kasar,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait kemampuan mencairkan dana seseorang yang tidak pernah ikut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, P menjelaskan, bahwa dirinya mendapatkan data dari grup yang ada Facebook dan grup-grup.

“Masa iya saya bisa bikin data sendiri,” pungkasnya.***

Ratusan Siswa SMPN 1 Blora Diduga Keracunan Menu MBG

METRO CEPU – Ratusan siswa SMPN 1 Blora diduga mengalami keracunan. Kondisi ini ditandai dengan diare massal diduga setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa, 25 November 2025.

Para siswa melapor ke pihak sekolah keesokan harinya dan diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit Djawatan Kesetahan Tentara (DKT) dan RSUD Blora pada Rabu, 26 November 2025.

Kepala SMPN 1 Blora, Ainur Rofiq, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keluhan diare muncul setelah siswa pulang sekolah.

“Mereka makan MBG pada Selasa. Setelah pulang sekolah, banyak yang mengalami diare. Kemudian melapor ke sekolah pada Rabu,” ujarnya.

Wahyu Yuli, guru SMPN 1 Blora yang membidangi MBG, menyebut jumlah siswa yang mengeluhkan diare mencapai lebih dari 204 orang.

Jumlah tersebut, menurut dia, kemungkinan bertambah karena masih ada kelas yang belum melapor.

Dari ratusan siswa itu, dua dirawat intensif di RS DKT Blora, sementara lainnya diperbolehkan pulang setelah diperiksa dan diberi obat.

Wahyu Yuli menambahkan, jatah MBG untuk SMPN 1 Blora mencapai 955 porsi setiap hari.

Zeze, salah seorang siswa SMPN 1 Blora mengaku buang air besar hingga tiga kali sejak malam hari.

Menurutnya, menu MBG yang dibagikan pada Selasa itu adalah ayam dengan bumbu basah atau rica-rica ayam, sayur pakcoy wortel dan buah melon.

“Beberapa kali saya diare sejak Selasa malam dan juga Rabu pagi. Tapi sekarang sudah agak baikan,’’ katanya.

Zauzah, siswa lainnya mengaku juga mengalami diare meski tidak sampai menghabiskan lauk ayam dalam menu MBG. “Saya makan ayamnya sedikit, tapi juga diare,” ujarnya.

Tidak hanya di SMPN 1 Blora, kasus serupa juga terjadi di SMP Kristen Blora. Sebanyak 47 siswa mengalami diare setelah menyantap menu MBG Selasa.

Sejumlah siswa dari sekolah tersebut datang ke RS DKT dengan kondisi pucat dan lemas pada Rabu siang.

Karena membludaknya siswa SMPN 1 yang hendak memeriksakan kesehatannya di RS DKT, siswa SMP Kristen kemudian dialihkan pemeriksaannya di RSUD Blora.

Kapolsek Blora AKP Rustam membenarkan kejadian itu. “Untuk SMP Kristen sebanyak 47 orang,” ujarnya saat ditemui di RS DKT.

Dari informasi yang dihimpun, menu MBG untuk SMPN 1 Blora dan SMP Kristen berasal dari dapur SPPG yang sama.

Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, membenarkan adanya kejadian tersebut namun belum dapat memberikan penjelasan rinci.

“Saya masih di perjalanan. Laporannya memang seperti itu,” katanya singkat.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menegaskan bahwa tim Satgas MBG telah turun ke sekolah, rumah sakit, hingga dapur SPPG untuk menyelidiki dugaan diare massal tersebut.

“Hasilnya akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” ujarnya.

Akibat kasus tersebut, menu MBG untuk SMPN 1 Blora pada Rabu 26 November 2025, diputuskan tidak dibagikan meski sudah tiba di sekolah.

Tumpukan ompreng berisi nasi dan lauk soto serta buah jeruk yang merupakan menu hari itu terlihat dibiarkan di ruang lobi sekolah.

“Setelah koordinasi dengan pihak terkait, menu MBG di SMPN 1 Blora pada Rabu tidak dibagikan,” kata Kapolsek Blora Kota AKP Rustam.

Pantauan di lapangan menunjukkan para siswa SMPN 1 Blora dipulangkan lebih awal sekitar pukul 12.00 WIB. Padahal biasanya pulang pukul 14.00 WIB.

Sebagian dari mereka sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di RS DKT. Siswa yang dinyatakan sehat diperbolehkan pulang dengan membawa obat mual dan diare.

“Pada Selasa malam itu, anak saya mengalami diare. Saya kira diare karena sebab lain. Pada Rabu pagi saya baru tahu kalau kasus diare itu menimpa banyak siswa SMPN 1 Blora,’’ kata Riki, salah seorang orang tua siswa. ***

Polsek Sambong Panggil Warga Terkait Dugaan Perusakan Tanaman Jati di Desa Giyanti

METRO CEPU – Polsek Sambong, Kepolisian Resor Blora, melakukan pemanggilan seorang warga bernama Rusdianto terkait dugaan tindak pidana perusakan tanaman jati yang terjadi di wilayah Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor B/315/XI/RES.1.10/2025/Sek.Sambong tertanggal 21 November 2025.

Dalam surat tersebut, Rusdianto diminta hadir di ruang Unit Reskrim Polsek Sambong pada Senin, 24 November 2025.

“Untuk memberikan klarifikasi tambahan terkait laporan perusakan tanaman jati yang terjadi pada Selasa, 14 Oktober 2025 sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Kapolsek Sambong, AKP Subardi dalam surat tersebut.

Kasus ini bermula dari laporan bernomor LP/B/6/X/2025/SPKT/Polsek Sambong yang masuk pada 14 Oktober 2025. Dalam laporan itu disebutkan adanya dugaan tindakan pengrusakan sejumlah pohon jati di lahan milik warga yang berada di Dusun Giyanti RT 01 RW 01, Desa Giyanti, Kecamatan Sambong.

Pemanggilan klarifikasi dilakukan sebagai bagian dari rangkaian proses penyelidikan untuk memastikan peristiwa tersebut serta mengonfirmasi keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

Sementara itu, Rusdianto, menyampaikan, dalam pemeriksaan tersebut dirinya ditanya tentang seputar laporan pengerusakan.

“Sebenarnya tidak ada pengrusakan, karena pohon jati tersebut ditanam sendiri oleh orang tua saya pada tahun 2004,” ujar Rusdianto.

“Yo tidak ada pengrusakan mas, yang ada itu penebangan kayu jati oleh pemiliknya. Lha wong itu menebang tanamannya sendiri kok dikatakan pengrusakan, kan yo aneh,” tandasnya.

Satlantas Polres Blora Rutin Gelar Giat Pagi, Kasatlantas: Kedepankan Sikap Humanis dan Responsif 

METRO CEPU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora rutin melakukan pengaturan lalu lintas pagi.

Seluruh personel dikerahkan ke titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan di wilayah Kabupaten Blora untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.​

Kasatlantas Polres Blora, AKP Anggito, secara tegas memberikan arahan kepada anggotanya. Beliau menekankan pentingnya mengedepankan sikap humanis dan responsif dalam setiap pelayanan.​

Kehadiran polisi di jalan harus dirasakan sebagai bentuk pertolongan dan pengayoman, bukan sekadar penegakan hukum.​

“Saya tekankan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar selalu bersikap humanis. Bantulah masyarakat, terutama saat menyeberangkan anak sekolah dan lansia. Selain itu, harus responsif terhadap setiap situasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau kecelakaan. Jadikan kegiatan AG Pagi ini sebagai wujud nyata pelayanan prima Polri,” ujar AKP Anggito.

​Tugas ini difokuskan di beberapa lokasi padat, seperti persimpangan jalan utama, depan sekolah, dan pasar tumpah.

Personel Satlantas sigap mengatur arus kendaraan serta membantu masyarakat yang membutuhkan penyeberangan, mencerminkan komitmen Polres Blora dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Kegiatan ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesainya jam sibuk pagi hari,” pungkasnya. ***

Bude Rini Tegaskan Buruh Tani Tembakau Blora Terima Utuh BLT DBH CHT

METRO CEPU – Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini yang akrab disapa Bude Rini, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora untuk memastikan bahwa para buruh tani tembakau Blora menerima penuh bantuan langsung tunai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBH CHT) tanpa potongan sedikit pun.

Bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau tanpa adanya potongan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap peran strategis mereka dalam menjaga kelangsungan mata pencaharian dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi transparansi dan akuntabilitas dalam mekanisme penyaluran bantuan, yang diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan keluarga buruh tani; langkah-langkah pengawalan administrasi dan monitoring distribusi akan diperkuat agar setiap rupiah bantuan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan.

Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Blora berupaya menumbuhkan rasa keadilan dan kepercayaan publik serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri tembakau, dan komunitas pekerja tani, sehingga manfaat DBH CHT benar-benar dirasakan oleh pihak yang paling membutuhkan dan berperan langsung dalam rantai produksi.

Perihal tersebut disampaikan Bude Rini saat menyerahkan BLT DBH CHT 2025 Tahap Pertama kepada perwakilan buruh tani tembakau Blora penerima bantuan dari Kecamatan Blora pada Senin (10/11/2025) di Kantor Kecamatan Blora.

Berdasarkan data Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, terdapat 3.888 buruh tani tembakau Blora penerima BLT DBH CHT 2025 tahap pertama di Kabupaten Blora yang masing-masing penerima manfaat menerima bantuan uang tunai senilai Rp600.000.

“Bahwa bantuan ini harus diterima dengan utuh, tanpa ada potongan dalam bentuk apapun, dengan alasan apapun, jumlah yang diterima Rp 600 ribu rupiah penuh dan tidak boleh dikurangi Rp1 ribu pun,” tegas Bude Rini.

Lebih lanjut, Bude Rini mengingatkan bahwa bila kemudian hari ditemukan adanya pemotongan atau pungutan maka hal tersebut akan menjadi perhatian serius dan akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bude Rini Tegaskan Buruh Tani Tembakau Blora Terima Utuh BLT DBH CHT 2

Dijelaskan bahwa adanya BLT DBH CHT ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian dari pemerintah kepada buruh tani tembakau yang ada di Kabupaten Blora.

“Ini merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat, ini khususnya yang tergabung di dalam sektor tembakau yang selama ini telah memberikan konstribusi penting bagi pemerintah,” ungkap Bude Rini.

Ia berharap agar bantuan langsung tunai sebesar Rp600 ribu ini dapat meringankan beban ekonomi dari para buruh tani tembakau Blora dalam membantu memenuhi kebutuhan pokoknya maupun menghadapi fluktuasi harga.

“Lebih dari itu saya ingin menengangkan bahwa bantuan ini juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras panjeringan semua, untuk menjaga keberlangsungan di sektor tembakau di kabupaten Blora,” papar Bude Rini.

Bude Rini meminta agar para masyarakat penerima BLT DBH CHT dapat menggunakan bantuan ini secara bijak dan bertanggungjawab.

“Saya berharap bantuan ini dapat digunakan secara bijak dan bertanggung jawab gunakanlah BLT ini untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, mendukung pendidikan anak-anak, menjaga kesehatan untuk kebutuhan produktif, yang dapat meningkatkan kesejahteraan jangka panjang, jangan sampai bantuan ini disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesan Bude Rini.

Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten Blora juga berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tembakau, agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah, khususnya bagi buruh tani tembakau Blora.

“Pemerintah Kabupaten Blora mendorong para petani dan guru petani tembakau untuk terus meningkatkan produktivitas dengan cara-cara yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Kualitas tembakau yang baik bukan hanya akan meningkatkan pendapatan petani tetapi juga memperkuat posisi Blora sebagai salah satu daerah penghasil tembakau yang berdaya saing,” pungkas Bude Rini.***

BLT DBH CHT 2025 Tahap 1 Cair, Buruh Tani Tembakau Blora Terima Rp600 Ribu

METRO CEPU – Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBH CHT) untuk tahun 2025 tahap pertama telah resmi disalurkan, menandai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung kesejahteraan para pelaku usaha tembakau skala kecil.

Ribuan buruh tani tembakau Blora menerima bantuan sebesar Rp600.000 per orang yang disalurkan tanpa potongan, sehingga penerima dapat memanfaatkan penuh BLT DBH CHT tersebut untuk kebutuhan mendesak maupun meningkatkan produktivitas usaha tani mereka.

Penyaluran dana ini dilaksanakan melalui mekanisme yang transparan dan melibatkan pihak terkait di tingkat kabupaten untuk memastikan akurasi data penerima serta mencegah tumpang tindih bantuan, sekaligus disertai sosialisasi agar manfaat program dapat dirasakan oleh kelompok sasaran, termasuk keluarga buruh tani yang sering menghadapi ketidakpastian pendapatan musiman.

Bantuan uang tunai dari DBH CHT 2025 tahap pertama tersebut mulai disalurkan oleh Pemkab Blora, pada Senin (10/11/2025) di Kantor Kecamatan Blora. Secara simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, bersama Forkopimda Blora kepada perwakilan buruh tani penerima bantuan dari Kecamatan Blora.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengemukakan bahwa penyerahan BLT DBH CHT 2025 tahap pertama untuk Kabupaten Blora ini dilakukan pada bulan November.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan penyaluran BLT di BHCHT tahap pertama yang dilaksanakan pada bulan November ini dan ini tahap pertama dan nanti tahap kedua diberikan pada bulan bulan Desember,” terang Luluk.

BLT DBH CHT 2025 Tahap 1 Cair Buruh Tani Tembakau Blora Terima Rp600 Ribu 2
Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi (Dok foto Tim Kominfo Blora).

Disampaikan, berdasarkan data Dinas Sosial P3A Blora, terdapat 3.888 penerima BLT DBH CHT 2025 tahap pertama di Kabupaten Blora, masing-masing penerima manfaat menerima bantuan uang tunai senilai Rp600.000.

“Bahwa dasar pelaksanaan ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 tahun 2024, dimana kesejahteraan sosial ini porsinya 50 persen, 20 persen yang untuk industri dan sebagainya, lalu yang 30 persen ini dialokasikan untuk BLT buruh, tani, tembakau. Kemudian dalam BLT ini nanti panjenengan akan terima Rp600 ribu untuk tahap pertama,” papar Luluk.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengungkapkan, bahwa selain Pemkab Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga ikut membantu para buruh di Kabupaten Blora.

“Untuk buruh pabrik rokok itu sejumlah 1.392, untuk buruh tani tembakau sejumlah 796. Sehingga total buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Blora sudah dibantu Provinsi kurang lebih 2.188,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial P3A Blora itu berharap, BLT DBH CHT 2025 ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi penerimanya.

“Kami harapkan tepat sasaran kalau memang ada yang belum tepat sasaran nanti di BLT tahap 2 akan kita verval kembali kita mencoba untuk benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Keputusan untuk memberikan jumlah yang relatif signifikan tanpa potongan mencerminkan komitmen fiskal Pemkab Blora dalam memitigasi dampak fluktuasi harga dan permintaan di pasar tembakau, meningkatkan daya beli masyarakat lokal, serta mendorong stabilitas ekonomi sektor pertanian tembakau yang menjadi sumber penghidupan penting di wilayah Kabupaten Blora.***

Blora Terima DBH Cukai Hasil Tembakau 2025, Ribuan Buruh Tani Tembakau Blora Kecipratan BLT

METRO CEPU – Ribuan buruh tani tembakau Blora menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) tahap pertama tahun 2025.

Bantuan uang tunai dari DBH Cukai Hasil Tembakau 2025 tersebut mulai disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Blora, pada Senin (10/11/2025) di Kantor Kecamatan Blora.

Peluncuran penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, bersama Forkopimda Blora kepada perwakilan buruh tani penerima bantuan dari Kecamatan Blora.

Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi mengungkapkan bahwa penyerahan BLT DBH CHT 2025 tahap pertama untuk Kabupaten Blora ini dilakukan pada bulan November.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan penyaluran BLT di BHCHT tahap pertama yang dilaksanakan pada bulan November ini dan ini tahap pertama dan nanti tahap kedua diberikan pada bulan bulan Desember,” terang Luluk.

Berdasarkan data Dinas Sosial P3A Kabupaten Blora, terdapat 3.888 penerima BLT DBH CHT tahap pertama di Kabupaten Blora.

Masing-masing penerima manfaat, jelas Luluk, pada tahap pertama ini akan menerima bantuan uang tunai senilai Rp600.000.

“Bahwa dasar pelaksanaan ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 tahun 2024, dimana kesejahteraan sosial ini porsinya 50 persen, 20 persen yang untuk industri dan sebagainya, lalu yang 30 persen ini dialokasikan untuk BLT buruh, tani, tembakau. Kemudian dalam BLT ini nanti panjenengan akan terima Rp600 ribu untuk tahap pertama,” papar Luluk

Lebih lanjut, pihaknya juga mengungkapkan, selain Pemkab Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga ikut membantu para buruh di Kabupaten Blora.

“Untuk buruh pabrik rokok itu sejumlah 1.392, untuk buruh tani tembakau sejumlah 796. Sehingga total buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Blora sudah dibantu Provinsi kurang lebih 2.188,” jelasnya.

Luluk berharap BLT DBH CHT 2025 ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi penerimanya.

“Kami harapkan tepat sasaran kalau memang ada yang belum tepat sasaran nanti di BLT tahap 2 akan kita verval kembali kita mencoba untuk benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.

BLT DBH CHT 2025: Tak Ada Potongan

Blora Terima DBH Cukai Hasil Tembakau 2025 Ribuan Buruh Tani Tembakau Blora Kecipratan BLT 2
Wakil Bupati Hj Sri Setyorini, menegaskan agar BLT DBH CHT tersebut dapat diterima sepenuhnya oleh penerima yang berhak, tanpa ada potongan sepeserpun.

“Bahwa bantuan ini harus diterima dengan utuh, tanpa ada potongan dalam bentuk apapun, dengan alasan apapun, jumlah yang diterima Rp600 ribu rupiah penuh dan tidak boleh dikurangi Rp1 ribu pun,” tegasnya.

Disampaikan, bila kemudian hari ditemukan adanya pemotongan atau pungutan maka hal tersebut akan menjadi perhatian serius dan akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa adanya BLT DBH CHT ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian dari pemerintah kepada buruh tani tembakau yang ada di Kabupaten Blora.

“Ini merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat, ini khususnya yang tergabung di dalam sektor tembakau yang selama ini telah memberikan konstribusi penting bagi pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap agar bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi dari para buruh tani, dalam,membantu memenuhi kebutuhan pokoknya maupun menghadapi fluktuasi harga.

“Lebih dari itu saya ingin menengangkan bahwa bantuan ini juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras panjeringan semua, untuk menjaga keberlangsungan di sektor tembakau di kabupaten Blora,” paparnya.

Wabup meminta agar para masyarakat penerima dapat menggunakan bantuan ini secara bijak dan bertanggungjawab.

“Saya berharap bantuan ini dapat digunakan secara bijak dan bertanggung jawab gunakanlah BLT ini untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, mendukung pendidikan anak-anak, menjaga kesehatan untuk kebutuhan produktif, yang dapat meningkatkan kesejahteraan jangka panjang, jangan sampai bantuan ini disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesannya.

Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Blora juga berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tembakau, agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah.

“Pemerintah Kabupaten Blora mendorong para petani dan guru petani tembakau untuk terus meningkatkan produktivitas dengan cara-cara yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Kualitas tembakau yang baik bukan hanya akan meningkatkan pendapatan petani tetapi juga memperkuat posisi Blora sebagai salah satu daerah penghasil tembakau yang berdaya saing,” pungkasnya.***

Perkuat Kemitraan, Gus Arief Sambangi PDM Blora

METRO CEPUBupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP, M.Si, atau yang akrab disapa Gus Arief, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Blora.

Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua PDM Blora, HM. Saifuddin, bersama jajaran pleno pada Jumat (14/11/2025).

HM. Saifuddin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan sinergi positif antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah.

Ia menilai silaturahmi ini membuka ruang dialog konstruktif untuk mendorong kemajuan masyarakat Blora.

PDM Blora juga menyampaikan terima kasih atas jalinan komunikasi yang terus terbangun. Kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat disebut sebagai agenda bersama yang akan terus diperkuat.

Dalam sambutannya, Gus Arief mengungkapkan rasa syukur dapat hadir secara langsung ke kantor PDM.

“Alhamdulillah sore hari ini kami, saya didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Agus Puji Mulyono, bisa hadir di kantor PDM Kabupaten Blora,” ujarnya.

Ia sempat berkelakar bahwa biasanya ia belum sampai naik ke lantai atas saat berkunjung ke kantor PDM. “Beberapa kali pertemuan di bawah, sambil bercanda,” tambahnya disambut tawa para pengurus.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, Gus Arief menyampaikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah.

“Kami menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PDM yang selama ini sudah bersinergi dan berkolaborasi,” tegasnya.

Kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemitraan strategis dengan organisasi keagamaan.

Pemerintah menilai Muhammadiyah telah menjadi mitra penting yang konsisten mendorong kemajuan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

PDM Blora menyatakan kesiapannya melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu memajukan Kabupaten Blora sebagai daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkemajuan.***