Akibat Hujan Lebat, Cepu Kembali Terendam Banjir

METRO CEPU – Hujan lebat dengan durasi panjang yang melanda wilayah Kecamatan Cepu dan sekitarnya sejak Mingu 12 April 2026, sore, mengakibatkan sejumlah wilayah di kota minyak ini kembali terendam banjir. Ketinggian air di pemukiman warga bervariasi, antara 30 sampai 150 centimeter (cm).

Berdasarkan laporan awal Posko Siaga Banjir Longsor dan Bencana Lainnya Pusdalops BPBD Kabupaten Blora, kejadian berlangsung mulai pukul 17.30 WIB hingga waktu yang belum dapat dipastikan surutnya.

Dua aliran sungai utama meluap akibat tingginya curah hujan di daerah hulu hingga mengakibatkan jalan dan pemukiman warga di Cepu terendam air.

BPBD Blora mencatat enam kelurahan/desa yang tergenang banjir dengan tingkat ketinggian bervariasi. Di Kelurahan Cepu, air masuk pemukiman warga setinggi 30-100 cm. Fasilitas umum terdampak berupa kantor kelurahan.

Di Kelurahan Balun, luapan Sungai Tamansiswa mengakibatkan ketinggian air mencapai 50-150 cm. Di Kelurahan Karangboyo, pemukiman terendam 50-100 cm. Dua unit fasilitas pendidikan dan satu unit fasilitas umum ikut tergenang.

Adapun di Kelurahan Ngelo, banjir merendam rumah warga dengan ketinggian 30-100 cm. di Desa Mulyorejo, selain merendam pemukiman, banjir juga menggenangi Jalan Provinsi Cepu-Singget setinggi 20-50 cm dan dua sekolah terdampak.

Selajutnya, di Kelurahan Tambakromo, air menggenang dengan ketinggian 30-100 cm merendam permukiman warga dan dua unit sekolah.

Hingga laporan awal ini disampaikan, BPBD Kabupaten Blora menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora bersama unsur terkait telah melakukan asesmen, pendataan, dan mengevakuasi warga yang terdampak.

“Kami terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan tindak lanjut. Arus deras dan debit air yang tinggi menjadi kendala utama di lapangan,” demikian kata Anggota TRC BPBD Blora, Agung Triyono dalam laporannya.

Berdasarkan hasil assessment awal, BPBD Blora menyebutkan tiga kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, yaitu Sembako, Peralatan kebersihan, dan Selimut

Data jumlah warga terdampak masih terus didampingi oleh tim TRC BPBD Blora bersama perangkat desa dan kelurahan setempat.

Sebanyak 18 unsur personil dikerahkan ke lokasi bencana, meliputi TRC BPBD Blora, Tagana Dinsos Blora, Ubaloka Pramuka Blora, Pramuli Cepu, Polsek Cepu, Koramil Cepu, Kamboja Rescue, PMI Blora, Exalos, KMC Cepu, LCM Cepu, BBWS Solo, PLN UP Cepu, Banser, Destana Cepu/Ngelo/Karangboyo/Balun, perangkat dan kepala desa/kelurahan setempat, serta Satpol PP Kecamatan Cepu.

Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, di lingkungan Balun Kesehatan, terpantau, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. “Semoga banjir segera surut, supaya warga bisa tenang,” ujar warga setempat Slamet Dwi Cahyono. (red)

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT