Arsip Kategori: Blora

Bank Jateng Blora Resmi Dibuka, Bupati: Kunci Baru Pertumbuhan Blora

METRO CEPU – Peresmian Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Bank Jateng Blora menandai tonggak penting dalam upaya memperkuat infrastruktur keuangan daerah dan menjadi katalisator baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Kehadiran lembaga perbankan berjejaring regional ini tidak hanya mempermudah akses layanan keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta masyarakat umum, tetapi juga membuka peluang sinergi dalam pembiayaan proyek pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan UMKM, dan pengelolaan dana desa secara lebih transparan dan efisien.

Dengan adanya layanan perbankan yang lebih dekat, diharapkan perputaran modal di tingkat kabupaten meningkat, memudahkan para pelaku usaha untuk mendapatkan kredit produktif dengan persyaratan yang lebih relevan dengan kondisi lokal, serta mendorong inklusi keuangan yang selama ini menjadi tantangan bagi sebagian komunitas di wilayah pinggiran.

Oleh sebab itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku ekonomi setempat untuk merancang produk keuangan yang adaptif terhadap kebutuhan sektor pertanian, perdagangan, dan jasa maupun sektor-sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Blora serta memastikan program literasi keuangan menyasar kelompok rentan agar manfaatnya menyeluruh.

Kehadiran Bank Jateng di Blora diharapkan menjadi stimulus bagi investasi swasta dan pengembangan ekosistem usaha lokal melalui kemudahan transaksi, layanan digital perbankan, dan akses permodalan yang diperluas, sehingga dalam jangka menengah hingga panjang dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan bagi Kabupaten Blora.

Peresmian Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Bank Jateng Blora yang terletak di jalan Gatot Subroto No. 93 RT 3 RW 1 Blora itu, diresmikan secara langsung oleh Bupati Blora H. Arief Rohman, Rabu (12/11/2025).

Peresmian ditandai dengan pemotongan bunga bersama pimpinan KCPS Bank Jateng Blora, sebagai simbol dimulainya operasional resmi kantor baru tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa peresmian gedung KCPS Bank Jateng Blora menjadi momentum penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Blora.

Kehadiran KCPS ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Kehadiran Bank Jateng Syariah di Blora bukan hanya memperluas layanan perbankan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih inklusif secara finansial,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Bank Jateng, Dewan Pengawas Syariah, serta jajaran Pemkab Blora yang telah bekerjasama menghadirkan layanan perbankan syariah yang profesional, adil, transparan, dan sesuai prinsip syariah.

Lebih lanjut, Mas Arief berharap keberadaan KCPS Bank Jateng Blora dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Kantor ini diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan UMKM dan sektor produktif lainnya, serta menjadi wadah literasi dan edukasi keuangan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan, ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Semoga kehadiran KCPS ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya.***

Dana TKD Blora Dipangkas 370 Miliar, Bupati Blora Minta ASN Tetap Berikan Pelayanan Optimal

METRO CEPU – Pemerintah pusat telah mengambil kebijakan pengurangan anggaran Transfer ke Daerah untuk Kabupaten Blora (TKD Blora) sebesar Rp370 miliar pada tahun 2026, suatu langkah fiskal yang berdampak signifikan terhadap perencanaan keuangan daerah dan kemampuan operasional pemerintah setempat.

Menanggapi hal ini, Bupati Blora H. Arief Rohman dengan tegas mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kabupaten untuk tetap menjaga komitmen layanan publik yang profesional, efisien, dan responsif.

Penyesuaian anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, melainkan tantangan untuk memperkuat disiplin birokrasi, optimalisasi proses kerja, dan pemanfaatan sumber daya yang ada secara lebih produktif.

Hal itu disampaikan Bupati Blora H. Arief Rohman saat memimpin Apel Pegawai di Halaman Kantor Bupati Blora, pada Rabu, 12 November 2025.

Bupati menegaskan, meski alokasi TKD Blora pada tahun 2026 diproyeksikan berkurang sekitar Rp370 miliar, seluruh ASN diminta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kita nanti akan melakukan evaluasi anggaran tahun 2025 dan juga kita melakukan penyesuaian di RAPBD di 2026, karena pengurangan TKD Blora yang jumlahnya lumayan hampir Rp370-an miliar tentunya kita harus melakukan penyesuaian-penyesuaian, tahun 2026 ini kita harus prihatin,” jelas Bupati Blora.

Lebih lanjut, pihaknya juga mewanti-wanti meski di tengah keterbatasan anggaran dan sejumlah penghematan, tetapi pelayanan kepada masyarakat agar tidak boleh terganggu. “Semuanya tidak boleh mengurangi pelayanan kita kepada masyarakat,” pesannya.

Pada Apel tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Asisten dan Staf Ahli, dan diikuti oleh seluruh Kepala OPD, Camat, dan ASN Pemkab Blora.

TKD Blora Terbatas: Pembangunan Berlanjut
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora memastikan bahwa pembangunan infrastruktur, maupun sektor-sektor lainnya akan terus dilakukan.

“Walaupun dalam keterbatasan, pembangunan infrastruktur ini masih jadi harapan besar masyarakat, jadi akses jalan yang belum tertangani maupun yang menjadi keluhan warga, kita harus pastikan nanti pembangunan jalan dan jembatan, drainase, lampu dan lainnya, kita teruskan pembangunannya dengan berbagai skema pembayaran kedepan,” tegasnya.

“Termasuk juga di bidang kesehatan, pendidikan dan lainnya,” tambahnya.

Selanjutnya Bupati juga meminta agar seluruh jajarannya dapat melakukan penghematan, seperti halnya dalam kegiatan rapat-rapat dan lainnya.

Ia juga meminta agar para ASN sebagai pelayan masyarakat bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati, mencintai pekerjaannya, serta meniadikan sebagai ibadah.

“Kami mengajak ke depan, bagaimana panjenengan semua dalam melayani masyarakat ini tentunya mengintegrasikan nilai-nilai ibadah dalam etos kerja kita sehari hari, bahwa yang kita lakukan dalam menjalankan tugas ini kita niatkan ibadah,” pungkasnya.***

Dibuka Wakil Bupati: Festival Literasi Blora 2025 Resmi Dimulai

METRO CEPU – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, secara resmi membuka Festival Literasi Blora 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora (DPK Blora), pada Selasa 11 November 2025.

Acara yang mengusung tema “Sesarengan Hebat Berliterasi” ini dihadiri oleh perwakilan dinas perpustakaan dari Kudus, Pati, Rembang, Jepara, serta para pegiat literasi, komunitas baca, pelajar, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blora menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata untuk menjadikan literasi sebagai landasan membangun karakter, inovasi, dan masa depan bangsa.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul untuk merayakan Festival Literasi Blora 2025. ‘Sesarengan Hebat Berliterasi’ bukan sekadar slogan, tetapi ajakan nyata untuk menjadikan literasi sebagai landasan dalam membangun karakter, inovasi, dan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Sri Setyorini menambahkan bahwa literasi adalah pintu menuju transformasi. Untuk mewujudkan Blora sebagai Kabupaten Literasi, masyarakat tidak hanya diajak gemar membaca, tetapi juga berpikir kritis, berdiskusi, dan berkolaborasi aktif dalam pembangunan.

“Kita percaya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil — dari membaca di rumah, berdiskusi di taman baca, hingga berkreasi di panggung festival seperti hari ini,” ujarnya.

Festival ini terselenggara berkat Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Perpustakaan Nasional RI dalam Program Pengembangan Perpustakaan Daerah Tahun 2025.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perpusnas dan semua pihak yang mendukung.

Di akhir sambutan, dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, lalu secara resmi membuka Festival Literasi Blora 2025.

Inovasi dan Ragam Kegiatan Festival Literasi Blora
Sementara itu, Kepala DPK Blora, Muhammad Toha Mustofa, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari program pengembangan perpustakaan daerah.

“Banyak kegiatan yang telah kami laksanakan, mulai dari lomba, bimbingan kepenulisan, pembuatan konten video inovatif, resensi buku, hingga bedah buku. Antusiasme masyarakat luar biasa, pendaftar selalu membludak,” jelas Toha.

Ia juga memaparkan beberapa pencapaian, seperti pemilihan Duta Literasi Blora yang diikuti 170 peserta. Toha berharap kolaborasi antara DPK Blora, TP PKK, dan Dharma Wanita terus memperkuat budaya baca masyarakat.

Sebagai inovasi, DPK Blora meluncurkan perpustakaan digital ‘e-Mustika’ yang dapat diunduh melalui Play Store.

“Melalui e-Mustika, masyarakat bisa membaca buku elektronik dan mencari dokumen arsip daerah. Kami juga mengajak warga yang memiliki foto-foto lama Blora untuk dibagikan sebagai bagian dari pelestarian arsip daerah,” tambahnya.

Bunda Literasi Kabupaten Blora, Ainia Shalihah, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan DPK Blora dalam mendapatkan DAK Non Fisik dari Perpusnas.

“Program ini tidak datang setiap tahun, tapi berdasarkan penilaian dan prestasi. Semoga tiga tahun ke depan Blora kembali mendapat dukungan ini,” ujarnya.

Kegiatan seperti ini, kata dia, sangat penting untuk memberi ruang bagi anak-anak kita tampil dan belajar menjadi masyarakat yang gemar membaca serta berpikir kritis.

Festival Literasi Blora 2025 akan berlangsung hingga 15 November 2025. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya memberikan kesan positif, tetapi juga menjadi bukti bahwa dukungan dana dari pusat telah dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan budaya literasi di Kabupaten Blora. ***

TKD Blora Dipotong Rp370 Miliar, Bupati: Pelayanan Publik Harus Tetap Optimal

METRO CEPU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memproyeksikan penurunan alokasi Transfer ke Daerah Kabupaten Blora (TKD Blora) sebesar Rp370 miliar pada tahun 2026.

Menghadapi hal ini, Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal bagi masyarakat.

Perihal tersebut disampaikan Bupati Arief Rohman saat memimpin Apel Pegawai di Halaman Kantor Bupati Blora, Rabu 12 November 2025.

Apel ini dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, Sekretaris Daerah, serta seluruh Kepala OPD, Camat, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Blora.

“Kita akan melakukan evaluasi anggaran tahun 2025 dan penyesuaian di RAPBD 2026. Pengurangan TKD Blora hampir Rp370 miliar mengharuskan kita untuk berprihatin dan melakukan penyesuaian,” jelas Bupati Arief Rohman.

Meski di tengah keterbatasan anggaran, ia mewanti-wanti agar pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu.

“Semuanya tidak boleh mengurangi pelayanan kita kepada masyarakat,” pesannya tegas.

Pembangunan Infrastruktur dan Sektor Lain Tetup Dijalankan
Di tengah situasi penghematan, Bupati Blora memastikan bahwa pembangunan di wilayahnya akan tetap berlanjut. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi harapan besar masyarakat.

“Walaupun dalam keterbatasan, akses jalan yang belum tertangani atau menjadi keluhan warga, pembangunan jalan dan jembatan, drainase, lampu, dan lainnya akan kita teruskan dengan berbagai skema pembayaran ke depan,” tegasnya.

Komitmen pembangunan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga mencakup sektor penting lainnya. “Termasuk juga di bidang kesehatan, pendidikan, dan lainnya,” tambah Arief Rohman.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta seluruh jajarannya untuk melakukan efisiensi anggaran. Penghematan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas, seperti penyelenggaraan rapat.

Lebih dari itu, Bupati Arief Rohman mengajak seluruh ASN untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan mencintai pekerjaannya.

“Kami mengajak ke depan, bagaimana panjenengan semua dalam melayani masyarakat ini mengintegrasikan nilai-nilai ibadah dalam etos kerja kita sehari-hari. Yang kita lakukan dalam menjalankan tugas ini kita niatkan ibadah,” pungkasnya.***

Bupati Blora Tegaskan Komitmen Anti-Bullying di SMP Negeri 1 Blora

METRO CEPU – Usai menunaikan ibadah umrah, Bupati Blora, Arief Rohman, menunjukkan komitmen nyatanya terhadap dunia pendidikan dengan langsung memimpin apel pagi di SMP Negeri 1 Blora, Rabu 12 November 2025.

Kunjungan ini menjadi respons atas viralnya kasus bullying yang sempat menyita perhatian publik di media sosial.

Dalam arahan tegasnya di hadapan ratusan siswa, guru, dan pejabat terkait, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan keprihatinan mendalam.

Ia menegaskan bahwa insiden serupa tidak boleh terulang di lingkungan sekolah manapun di Kabupaten Blora.

“Hari ini saya datang untuk mendengarkan, memahami, dan mengajak kita semua belajar bersama. Peristiwa ini harus menjadi titik balik, menuju lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan berempati,” tegas Bupati yang juga merupakan alumni SMP Negeri 1 Blora tersebut.

Ajakan Tanamkan Empati dan Berpikir Sebelum Bertindak
Bupati Arief secara khusus mengajak seluruh siswa untuk menumbuhkan rasa empati dan saling menghargai. Ia menekankan pentingnya kontrol diri dalam setiap interaksi.

“Anak-anakku, sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri apakah kata-kataku membuat orang lain senang atau justru terluka. Sebelum bertindak, pikirkan apakah aku ingin diperlakukan seperti itu. Empati adalah dasar dari persahabatan sejati dan lingkungan belajar yang sehat,” pesannya.

Langkah Konkret Pencegahan Bullying di Sekolah
Tidak hanya memberikan motivasi, Bupati Arief juga memaparkan sejumlah langkah konkret pencegahan perundungan yang harus diimplementasikan sekolah. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  1. Penambahan Kegiatan Positif: Memperbanyak ekstrakurikuler di bidang olahraga, seni, fotografi, sinematografi, serta mengadakan lomba vlog edukatif.
  2. Penguatan Pengawasan: Menambah CCTV di titik-titik rawan dan konsisten menerapkan indikator Sekolah Ramah Anak.
  3. Program Duta Anti Bullying: Mengumpulkan seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Blora untuk menyusun strategi dan mencanangkan program Duta Anti Bullying.
  4. Kolaborasi dengan Dinas Terkait: Mengajak Dinas Pendidikan dan Dinsos PPPA untuk melakukan pendampingan serta sosialisasi intensif kepada siswa, guru, dan orang tua.

“Saya titipkan anak-anak Kabupaten Blora kepada para guru. Mari bersama ciptakan lingkungan belajar yang aman, positif, serta membangun karakter anak-anak Blora yang berempati dan beretika,” pungkas Bupati Blora Arief Rohman.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa, usai apel, Bupati Blora juga menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada sejumlah siswa SMPN 1 Blora yang berhasil meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Kepala Dinsos PPPA, serta seluruh jajaran guru dan siswa SMP Negeri 1 Blora.***

Duta Literasi Kabupaten Blora Siap Gerakkan Gen-Z

METRO CEPU – Enam finalis Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025 telah terpilih. Bunda Literasi Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman mengatakan bahwa pemilihan Duta Literasi ini diikuti 170 peserta dan menyisakan 6 finalis.

“Duta Literasi diharapkan mampu menguatkan dan meningkatkan daya literasi di wilayah Blora, khususnya angkatan Gen-Z dan pelajar secara spesifik,” ungkap Ainia.

Pemilihan Duta Literasi ini adalah kolaborasi yang didukung banyak pihak, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Bunda Literasi Blora.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh komunitas literasi Satupena Blora. Visi mereka menumbuhkan budaya literasi berbasis kearifan lokal di kalangan pelajar Blora.

Gunawan Trihantoro, Ketua Satupena Blora, dalam pembekalannya (8/11/2025), menekankan visi yang reflektif, realistik, dan berdampak.

“Penumbuhan budaya literasi memanfaatkan potensi budaya lokal,” ungkap Gunawan di hadapan para finalis Duta Literasi Kabupaten Blora 2025 yang mencermati paparannya.

Potensi itu seperti Budaya Samin, cerita rakyat (Sungai Lusi, Samin Surosentiko, Blora tempo dulu). “Juga seni Barongan, dan permainan tradisional beserta khasanah edukasionalnya,” lanjut Gunawan.

Contoh aksi nyatanya beragam. Misalnya, menghidupkan kembali tradisi membaca dongeng rakyat Blora, mendorong pelajar menuliskan karya dengan jelas dan inspiratif, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan baca kreatif digital.

Duta Literasi Kabupaten Blora Siap Gerakkan Gen-Z 2

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Blora, Mohamad Toha Mustofa, menegaskan bahwa prioritas kegiatan ini adalah membangun peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Literasi adalah salah satu komponen penting yang memengaruhi IPM,” katanya.

Sebab, lanjut Toha, kemampuan literasi yang baik akan mendukung peningkatan IPM. Ini berkaitan erat dengan pendidikan dan pengetahuan yang lebih luas.

Di Indonesia, pengukuran literasi diwakili oleh Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). IPLM berfungsi mengukur sejauh mana pemerintah daerah membina dan mengembangkan perpustakaan, serta mengukur efektivitas program dalam menumbuhkan budaya literasi.

Inilah yang dijawab DPK Blora melalui strategi nyata dengan menegaskan pentingnya jumlah koleksi, pengunjung, dan layanan perpustakaan (SD, MI, MTs, SMP, hingga Perpustakaan Desa). “Idealnya jumlah koleksi buku sejumlah 2 kali jumlah penduduk Blora,” ujar Toha.

Harapannya, kebutuhan buku akan tercapai dalam waktu yang tidak lama. Karena substansi peningkatan kegemaran membaca masyarakat adalah satu, yaitu meningkatnya jumlah masyarakat pembaca buku.***

Samsat Paten Masih Menjadi Primadona Bagi Warga Blora Selatan

METRO CEPU – Keberadaan Samsat Paten di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora ternyata masih menjadi primadona bagi warga Blora Selatan, tepatnya masyarakat Randublatung dan sekitarnya. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah wajib pajak kendaraan bermotor yang memanfaatkan Samsat Paten.

Menurut Aipda Gunawan Baur STNK Samsat Pembantu Cepu, Samsat Paten tersebut bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat hingga pelosok wilayah di kabupaten Blora, khususnya yang ada di Kecamatan Randublatung, Jati dan Kradenan.

“Samsat Paten ini buka setiap hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 08.00 sampai dengan 13.00 wib,” ujar Gunawan, Senin 3 November 2025.

Seperti diketahui program Samsat Paten ini diprakarsai Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) / Samsat Kabupaten Blora bekerjasama dengan Polres Blora melalui Satlantas Polres Blora, Jasa Raharja serta Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan Samsat Paten yang ada di Randublatung ini didirikan untuk menjemput bola bagi para wajib pajak sehingga para wajib pajak lebih dekat untuk melakukan kewajiban wajib pajak.

“Ini salah satu program kita untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak, sehingga masyarakat wajib pajak lebih dekat saat membayar kewajibannya,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya Samsat Paten yang ada di kecamatan Randublatung ini nantinya bisa meningkatkan kesadaran wajib pajak masyarakat yang berada di daerah Randublatung dan sekitarnya.

“Kalau biasanya hanya Samsat keliling yang jadwalnya Rabu dan Kamis, dengan adanya Samsat Paten ini masyarakat bisa lebih mudah dan dekat saat membayar pajak kendaraan,” jelasnya.

Sehingga di harapkan dengannya adanya Samsat Paten ini bisa meningkatkan pendapatan pajak serta mempermudah agar masyarakat bisa melaksanakan pembayaran pajak kendaraannya tanpa harus keluar biaya ke kota.

“Pajak merupakan tumpuan pelaksanaan pembangunan. Jika pajak banyak yang nunggak, maka secara otomatis akan berdampak pada lambannya pembangunan. Sehingga kami berharap adanya Samsat Paten ini bisa memberikan solusi pada masyarakat wajib pajak,” imbuhnya.

Menurut Hanafi salah satu warga Randublatung menuturkan program ini bagus, harus didukung dan sukseskan bersama. Dengan adanya Samsat Paten ini masyarakat sadar akan kewajiban wajib pajak kendaraan dan lebih mempermudah masyarakat.

“Ya seneng mas lebih dekat, dan lebih cepat pelayanannya, tentu lebih irit biaya ketimbang harus kekota yang jaraknya hingga puluhan kota,” ujar pria yang berprofesi sebagai wartawan tersebut. ***

Polres Blora Tangkap Pemuda Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Bawah Umur

METRO CEPU – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Seorang pemuda berinisial FERA, 23 tahun, ditangkap karena diduga kuat melakukan tindak pidana terhadap seorang anak berinisial CHO, 14 tahun.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menegaskan bahwa pelaku telah diamankan dan akan dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Kronologi Terungkapnya Kasus

Kejadian bermula pada Minggu, 27 Juli 2025, ketika korban yang berdomisili di Kecamatan Cepu, meninggalkan rumah tanpa pamit. Ia dijemput oleh ojek online dan membawa tas ransel.

Khawatir karena tidak bisa dihubungi, ibu korban, bersama kerabat langsung melakukan pencarian. Setelah satu hari, pada Senin 28 Juli 2025 malam, telepon korban akhirnya aktif.

Melalui bujukan, korban memberitahukan alamat kosnya di Kecamatan Jepon, Blora.

Saat ditemukan di kos “YCL”, korban sedang sendirian. Pencarian di lokasi menemukan barang bukti penting, seperti alat kontrasepsi dan tisu basah bekas di dalam lemari.

Pengakuan Korban dan Dampak Trauma

Awalnya korban bungkam, namun pada Rabu 30 Juli 2025, korban akhirnya mengaku kepada ibunya bahwa ia telah disetubuhi oleh tersangka sebanyak satu kali. Korban juga menyatakan tidak suka dengan perbuatan tersebut.

Akibat kejadian ini, korban mengalami trauma psikologis yang berat, sering murung, dan mengalami perubahan kondisi fisik.

Tindak Lanjut dan Pendampingan untuk Korban

Kapolres Blora menyatakan bahwa tersangka FERA, yang berdomisili di Kedungjenar, Blora, kini ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) atau (2) UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, yang ancamannya bisa mencapai 15 tahun penjara.

“Proses penyidikan akan kami lakukan secara profesional. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinsos P3A Kabupaten Blora untuk memberikan pendampingan dan pemulihan psikologis (trauma healing) bagi korban,” tegas AKBP Wawan.

Untuk memperkuat berkas perkara, penyidik juga menunggu hasil Visum et Repertum (VeR) dari rumah sakit sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.***