Dampak Siswa Libur Sekolah Sepanjang Ramadhan

Setiap tahun, bulan Ramadhan datang sebagai bulan penuh berkah yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, bulan ini sering kali berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah kebijakan libur sekolah sepanjang bulan Ramadhan. Namun, keputusan untuk meliburkan siswa dalam waktu yang cukup panjang ini membawa dampak positif dan negatif yang patut dicermati.

Dampak Positif
1. Memperkuat Ibadah dan Keluarga
Libur panjang selama bulan Ramadhan memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih fokus dalam menjalankan ibadah puasa dan memperdalam spiritualitas mereka.

Dengan waktu yang lebih banyak di rumah, siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan bersama keluarga, seperti tarawih dan kajian Islam. Ini membantu memperkuat ikatan keluarga dan rasa kebersamaan dalam menjalani bulan suci.

2. Mengurangi Stres Akademik
Dalam konteks akademik, puasa dapat menjadi tantangan tersendiri. Dengan belajar di sekolah, siswa mungkin mengalami tambahan stres akibat tuntutan akademik yang terus berjalan.

Libur panjang dapat memberikan jeda yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebiasaan selama bulan Ramadhan, sehingga siswa tidak merasa tertekan untuk menyelesaikan tugas sekolah di saat kondisi fisik mereka mungkin menurun akibat puasa.

Dampak Negatif
1. Kehilangan Momentum Pembelajaran
Salah satu dampak negatif dari libur panjang adalah potensi kehilangan momentum pembelajaran. Hal ini bisa berakibat pada adanya kesenjangan dalam pemahaman materi yang diajarkan.

Bagi siswa yang mungkin kesulitan dalam beberapa subjek, waktu libur yang lama dapat menyebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk belajar dan berinteraksi dengan guru secara langsung.

2. Kesulitan Adaptasi Pasca Libur
Setelah berbulan-bulan libur, siswa sering kali mengalami kesulitan dalam beradaptasi kembali ke rutinitas belajar. Perubahan dari suasana santai di rumah ke lingkungan belajar yang penuh tekanan bisa menjadi tantangan tersendiri.

Siswa mungkin memerlukan waktu untuk kembali ke fokus belajar dan beradaptasi dengan jadwal yang padat serta tugas yang menumpuk.

Memutuskan untuk meliburkan sekolah sepanjang bulan Ramadhan adalah langkah yang memiliki berbagai konsekuensi. Sementara dampak positif dirasakan dalam hal penguatan ibadah dan pengurangan stres, dampak negatif seperti kehilangan momentum pembelajaran dan kesulitan adaptasi juga patut dipertimbangkan.

Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk menemukan keseimbangan dalam mendukung siswa menjalani bulan suci ini, agar mereka dapat merasakan makna Ramadhan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan mereka.

Dalam hal ini, solusi alternatif seperti kelas tambahan setelah Ramadhan atau program pengayaan bisa menjadi langkah yang efektif untuk mengatasi masalah kesenjangan pembelajaran yang mungkin timbul.

Dengan pendekatan yang bijak, kita dapat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momen berharga, tidak hanya untuk menjalankan ibadah, tetapi juga untuk tetap menjaga semangat belajar di kalangan siswa.***

Program Makan Bergizi Gratis: Siswa Lebih Memikirkan Menu Ketimbang Mata Pelajaran

Di tengah upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, keberadaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu inisiatif penting yang patut diperhatikan.

Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan sehat bagi siswa, khususnya di daerah yang kurang mampu, dengan harapan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan mental mereka.

Namun, ada sisi menarik yang muncul dari pelaksanaan program ini, yaitu perhatian siswa yang semakin besar terhadap menu makan mereka dibandingkan dengan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Salah satu tujuan utama dari program ini adalah memastikan setiap siswa mendapatkan asupan gizi yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik.

Makanan yang disediakan tidak hanya sekadar untuk mengisi perut, tetapi juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh yang sedang berkembang.

Makanan bergizi yang disajikan diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi dan daya tahan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Namun, sering kali, diskusi mengenai menu makanan menjadi topik yang lebih hangat daripada pembahasan mengenai mata pelajaran.

Fenomena ini patut dicermati lebih dalam. Ketika siswa lebih banyak memikirkan menu makan, kita bisa menyimpulkan bahwa makanan telah menjadi salah satu faktor penentu motivasi mereka untuk datang ke sekolah.

Di sekolah, suasana makan bersama menjadi waktu yang dinantikan oleh siswa. Hal ini menciptakan interaksi sosial yang dapat mempererat ikatan antar teman. Namun, perlu diingat bahwa fokus utama dari kehadiran siswa di kelas tetaplah untuk belajar.

Penting bagi para pendidik dan pengelola program untuk menemukan keseimbangan antara penyajian makanan yang menarik dan pengajaran materi pelajaran.

Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah melibatkan siswa dalam proses pemilihan menu makanan. Misalnya, mengadakan diskusi atau survey untuk mengetahui jenis makanan yang mereka sukai dan sesuai dengan gizi yang dibutuhkan. Dengan cara ini, siswa akan merasa lebih terlibat dan bisa belajar mengenai pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas preferensi rasa. Di beberapa daerah, masalah keterbatasan sumber daya masih menjadi kendala dalam menyediakan makanan bergizi secara konsisten.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak sekolah sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini. Melalui kerja sama ini, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga mendukung pertumbuhan akademis siswa.

Mengakhiri diskusi ini, sudah saatnya kita melihat Program Makan Bergizi Gratis sebagai lebih dari sekadar solusi untuk mengatasi masalah gizi di kalangan siswa.

Program ini juga berpotensi menjadi sarana pendidikan yang mendidik generasi muda kita mengenai pentingnya pola makan sehat dan dampaknya terhadap kesehatan dan prestasi belajar mereka.

Mari kita dukung inisiatif ini agar siswa tidak hanya semakin terampil dalam memilih makanan bergizi, tetapi juga tetap berfokus pada pengembangan diri dan akademis mereka di sekolah.***

Sistem Zonasi PPDB: Membuat Murid Bagai Katak dalam Tempurung

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan momen penting dalam dunia pendidikan Indonesia dengan berbagai sistem, salah satunya sistem zonasi.

Setiap tahunnya, orang tua dan siswa menghadapi proses seleksi PPDB dengan sistem zonasi yang sering kali dipenuhi dengan harapan dan tantangan.

Meskipun bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata, sistem zonasi ini juga membangkitkan perdebatan di kalangan masyarakat.

Salah satu kritik yang muncul adalah bahwa sistem zonasi ini justru membuat murid terasa seperti “katak dalam tempurung.”

Memahami Sistem Zonasi
Sistem zonasi PPDB diperkenalkan sebagai upaya untuk menekan kecenderungan sekolah favorit yang sering kali menimbulkan ketimpangan akses dalam pendidikan.

Dengan sistem ini, siswa diharuskan mendaftar ke sekolah yang berada dalam zona geografis tertentu, berdasarkan tempat tinggal mereka. Hal ini diharapkan akan menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi siswa, terutama di daerah dengan akses pendidikan yang terbatas.

Namun, meskipun ada niatan baik di balik penerapan kebijakan ini, tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat konsekuensi yang merugikan.

Proses zonasi sering kali membatasi pilihan siswa, sehingga mereka terpaksa hanya dapat memilih sekolah-sekolah yang berada dalam radius tertentu.

Hal ini mengakibatkan sebagian siswa merasa terjebak dalam “tempurung” mereka, terasing dari kesempatan untuk mengeksplorasi sekolah-sekolah yang mungkin lebih baik bagi perkembangan akademis dan pribadi mereka.

Dampak Terhadap Kualitas Pendidikan
Keterbatasan pilihan ini bukan hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Sebuah sekolah yang berada dalam zona tertentu mungkin tidak memiliki fasilitas atau pengajar yang sebaik sekolah di zona lain.

Akibatnya, siswa yang terpaksa mengenyam pendidikan di sekolah tersebut tidak mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Mereka seperti katak dalam tempurung—terkungkung dalam lingkungan yang tidak mendukung potensi dan bakat mereka.

Lebih jauh lagi, ketidakpuasan terhadap kualitas pendidikan juga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Siswa yang merasa bahwa mereka tidak memiliki pilihan lain selain sekolah yang kurang memadai dapat mengalami penurunan minat belajar, yang pada gilirannya dapat memengaruhi prestasi akademis mereka. Kondisi ini berpotensi menciptakan kesenjangan pendidikan yang lebih besar.

Solusi dan Rekomendasi
Untuk memperbaiki situasi ini, perlu ada evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan sistem zonasi dalam PPDB. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

1. Pembenahan Infrastruktur Pendidikan: Pemerintah perlu memastikan bahwa semua sekolah, terutama yang berada di kawasan zonasi, memiliki fasilitas yang memadai dan kualitas pengajaran yang baik.

2. Peningkatan Kualitas Guru: Pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru harus menjadi prioritas agar setiap sekolah, tanpa memandang zonasi, mampu memberikan pendidikan berkualitas.

3. Diversifikasi Pilihan Sekolah: Membuka opsi untuk mendaftar ke sekolah-sekolah di luar zona tertentu—dengan prosedur yang transparan—akan memberi siswa lebih banyak kebebasan dalam memilih sekolah yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

4. Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Edukasi kepada orang tua dan siswa tentang sistem zonasi dan pilihan yang ada juga sangat penting agar mereka dapat membuat keputusan yang bijaksana.

Meskipun sistem zonasi PPDB memiliki tujuan mulia untuk menciptakan kesetaraan dalam pendidikan, implementasinya harus diperhatikan dengan seksama.

Hindari membuat siswa seperti “katak dalam tempurung” yang terjebak dalam sistem yang membatasi potensi dan kesempatan mereka.

Hanya dengan pendekatan yang inklusif dan proaktif, kita dapat memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.***

Pembelajaran Coding di Tingkat Pendidikan Dasar: Ciptakan Hacker Sejak Dini

Dalam era digital saat ini, pembelajaran coding atau pemrograman sudah mulai diperkenalkan ke berbagai tingkatan pendidikan, termasuk pendidikan dasar.

Meskipun inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi kebutuhan keterampilan abad 21, ada sejumlah bahaya yang perlu diperhatikan dalam penerapannya.

Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi untuk menciptakan hacker dan perilaku negatif lainnya sejak dini alih-alih mencetak generasi unggul dan pintar.

Pendidikan yang Tidak Terarah
Salah satu masalah utama dalam pengajaran coding di tingkat dasar adalah kurangnya kurikulum yang terarah dan pendekatan yang profesional.

Tanpa panduan yang jelas, siswa dapat belajar dengan cara yang salah atau hanya fokus pada hasil akhir, tanpa memahami prinsip-prinsip dasar keamanan dan etika. Ini dapat mengarah pada pengembangan keterampilan yang dapat disalahgunakan, seperti hacking, yang dapat memiliki konsekuensi serius di dunia nyata.

Perkembangan Mental yang Tidak Seimbang
Mempelajari coding membutuhkan pemikiran logis dan analitis, namun jika tidak diajarkan dengan cara yang seimbang, siswa mungkin terjebak dalam pola pikir mekanis. Mereka bisa saja cenderung melihat teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi, tanpa mempertimbangkan implikasi etisnya.

Hal ini berpotensi memunculkan individu-individu yang hanya fokus pada pencarian keuntungan atau prestasi pribadi, tanpa mempertimbangkan dampak dari tindakan mereka terhadap orang lain.

Ketidakpahaman tentang Etika Digital
Ketika anak-anak belajar tentang pemrograman tanpa bimbingan yang memadai, mereka mungkin tidak mendapatkan pemahaman yang cukup tentang etika digital.

Pengetahuan yang terbatas tentang dampak dari tindakan online dapat membuat mereka terdorong untuk melakukan kegiatan yang merugikan orang lain, seperti peretasan, penipuan, atau penyebaran informasi palsu. Tanpa bekal etika yang kuat, mereka mungkin menganggap bahwa kegiatan tersebut adalah hal yang biasa atau bahkan sah.

Penyalahgunaan Teknologi
Ketika siswa belajar untuk memanipulasi sistem komputer dan aplikasi, mereka dapat dengan mudah terjebak dalam praktik-praktik yang tidak etis.

Dengan akses ke berbagai alat dan sumber daya online, mereka mungkin merasa terdorong untuk mengeksplorasi batas-batas keterampilan mereka dengan cara yang salah.

Hal ini bisa berujung pada penyalahgunaan teknologi, yang tidak hanya merugikan individu lain, tetapi juga memiliki dampak negatif pada reputasi mereka di masa depan.

Solusi dan Pendekatan yang Bijak
Meskipun ada risiko terkait pembelajaran coding di tingkat pendidikan dasar, langkah-langkah preventif bisa diambil untuk meminimalkan bahaya tersebut.

Pendekatan yang lebih terarah dan sistematis dalam kurikulum pembelajaran coding sangat diperlukan. Pendidikan harus mencakup komponen penting mengenai etika digital dan keamanan siber.

Selain itu, pengajaran harus melibatkan kombinasi antara teori dan praktik, sehingga siswa tidak hanya mempelajari cara membuat program, tetapi juga memahami tanggung jawab yang datang bersama dengan kemampuan tersebut.

Pembelajaran coding di tingkat pendidikan dasar memiliki potensi yang besar untuk membangun keterampilan yang relevan dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dunia digital.

Namun, tanpa pengawasan yang tepat dan pendekatan yang bijak, kita berisiko menciptakan individu yang tidak bertanggung jawab, bahkan hacker di usia dini.

Oleh karena itu, penting bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, etis, dan terarah untuk masa depan yang lebih baik.***

Mahalini dan Rizky Febian Akhirnya Sah secara Negara, Akad Nikah Digelar Ulang

METRO CEPU – Pernikahan Mahalini dan Rizky Febian akhirnya sah secara negara setelah menggelar akad nikah ulang.

Prosesi akad nikah Mahalini dan Rizky Febian ini kembali digelar lantaran pernikahan keduanya tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Akad nikah ulang Mahalini dan Rizky Febian digelar pada 27 Desember 2024 di Hotel Raffles, Jakarta, tempat yang sama dengan pernikahan mereka pada 10 Mei 2024 lalu.

Melansir dari Lifestyle SindoNews Senin, (6/1/2025), perihal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Unit Agama (KUA) Setiabudi Nasrullah.

“Pernikahan mereka sudah dilangsungkan, mereka sekarang sudah sah secara negara dan agama. Pernikahannya di Hotel Raffles,” kata Nasrulloh dikutip dari kanal YouTube Cumicumi, Jumat (3/1/2024).

Ini artinya, sejak tanggal 27 Desember 2024, pernikahan pasangan musisi itu telah tercatat di KUA dan diakui secara resmi oleh negara.

“Kemarin persisnya sesuai tercatat di KUA pada hari Jumat tanggal 27 Desember 2024 jam 9 (pagi),” jelasnya.

Nasrullah juga memastikan bahwa jebolan Indonesian Idol itu dinikahkan oleh wali hakim, dan rukun pernikahan sesuai syariat Islam telah terpenuhi. Beberapa perwakilan keluarga turut hadir untuk menyaksikan akad nikah tersebut.

“Perwakilan dari keluarga pasti ada, meskipun nggak banyak, tapi ada. Yang jelas rukunnya terpenuhi. Pengantin ada, kemudian walinya kan wali hakim, kemudian saksi ada,” ujarnya.

Sebelumnya, putra komedian Sule itu mengajukan permohonan pengesahan atau itsbat pernikahannya dengan Mahalini. Humas Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan Taslimah, mengonfirmasi bahwa pernikahan mereka belum tercatat secara resmi di negara.

Permohonan itsbat ini didaftarkan oleh kuasa hukum Rizky Febian secara online pada 10 Oktober 2024. Ternyata, Rizky Febian dan Mahalini belum mendaftarkan pernikahan mereka ke KUA Setiabudi, meskipun acara pernikahan berlangsung di Hotel Raffles yang berada di kawasan tersebut.

Nasrullah, juga mengaku tidak mengetahui siapa penghulu yang menikahkan Rizky Febian dan Mahalini pada 10 Mei 2024.

Spekulasi bahwa Mahalini dan Rizky Febian hanya menikah siri sempat beredar luas. Mahalini akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal ini.

Pelantun Sial itu menjelaskan bahwa ketidaksahihan pernikahan mereka di mata negara disebabkan oleh kesalahan dari pihak wedding organizer (WO) yang mengurus administrasi pernikahan.

Pasangan ini menegaskan bahwa sejak awal berniat agar pernikahan mereka sah secara agama maupun negara. Karena permohonan itsbat ditolak, pasangan ini mengikuti saran untuk melangsungkan akad nikah ulang.***

Meski Banyak Teman Kencan Wanita, Leonardo DiCaprio Tidak Ingin Menikah Seumur Hidup

METRO CEPU – Selebriti Hollywood papan atas, Leonardo DiCaprio dikabarkan tidak ingin menikah seumur hidupnya.

Meski menjalin hubungan asmara dengan banyak wanita, sebagai artis Hollywood, Leonardo DiCaprio menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan.

Dilansir dari Lifestyle SindoNews, Senin (6/1/2025), spekulasi tentang status hubungan dan rencana masa depann artis Hollywood tersebut terus menjadi perbincangan publik.

Lebih lanjut, baru-baru ini, sebuah sumber terpercaya mengungkapkan bahwa Leonardo DiCaprio tidak memiliki niat untuk menikah.

Menurut laporan dari Page Six, seorang sumber dekat dengan aktor berusia 50 tahun ini mengatakan bahwa DiCaprio tidak melihat pernikahan sebagai sesuatu yang diperlukan untuk mengukuhkan hubungannya.

“Leo senang dengan hubungan mereka saat ini. Dia tidak merasa perlu menikah untuk menjadikan hubungannya lebih resmi di matanya,” ungkap sumber tersebut.

Pernyataan ini datang setelah rumor pertunangan antara DiCaprio dan pacarnya, model Italia Vittoria Ceretti muncul pada bulan Maret 2024.

Spekulasi ini dipicu oleh penampakan perempuan 26 tahun itu mengenakan cincin baru di tangan kirinya saat makan siang di sebuah restoran di Los Angeles.

Sumber lain yang dekat dengan pasangan ini membantah isu pertunangan tersebut, dan menyatakan sebagai sekadar rumor. Bahkan, menurut orang dalam tersebut, pembicaraan tentang DiCaprio yang akan menikah sering muncul tanpa dasar yang jelas.

“Ini adalah sesuatu yang muncul setiap bulan, dan itu tidak lebih dari sekadar gosip,” jelasnya.

DiCaprio dan Vittoria pertama kali memicu rumor kencan pada musim panas 2023 ketika mereka terlihat bersama di lantai dansa sebuah klub di Ibiza, Spanyol.

Hubungan mereka semakin serius beberapa bulan kemudian, dengan keduanya sering menghabiskan waktu bersama.

Pasangan ini bahkan merayakan liburan Thanksgiving 2024 di London bersama keluarga Vittoria. Model itu dikabarkan sudah akrab dengan ibu DiCaprio, Irmelin Indenbirken, dan sahabat lamanya, aktor Tobey Maguire.

Bagi DiCaprio, kebahagiaan dan keseimbangan dalam hubungan tampaknya lebih penting daripada formalitas seperti pernikahan.

Selama bertahun-tahun, bintang The Wolf of Wall Street ini sering menjadi bahan pembicaraan terkait kehidupan cintanya. Namun ia tetap konsisten dengan pandangannya.***

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Sepanjang Januari-November 2024 Meningkat 20 Persen

METRO CEPU – Performansi sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren positif yang salah satunya ditandai dengan tumbuhnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang meningkat 20 persen sepanjang Januari-November 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan terbarunya mencatat, pada November 2024 jumlah kunjungan wisman mencapai 1,09 juta kunjungan.

Jika ditotal sepanjang Januari hingga November 2024, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 12,66 juta kunjungan atau naik 20,17 persen dibanding periode yang sama pada 2023. Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam periode lima tahun terakhir.

“Capaian ini harus kita apresiasi sebagai hasil dari upaya bersama Kementerian Pariwisata bersama seluruh pihak dalam mendorong kinerja sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ujar Plt. Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Sabtu (4/1/2025).

Melansir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, jumlah kunjungan sementara wisman pada 2024 ini juga telah melampaui capaian di tahun 2023 di mana tahun lalu total jumlah kunjungan wisman sebesar 11,68 juta kunjungan.

Kemenparekraf sendiri membagi dua skenario untuk capaian target di 2024 yakni target bawah dan target atas. Target bawah sebesar 10,41 juta kunjungan dan target atas sebesar 14,3 juta kunjungan.

“Masih ada penghitungan untuk performansi pada Desember 2024 yang akan disampaikan secara resmi BPS pada Februari mendatang. dengan momen libur Nataru, kita tentu berharap kinerja pariwisata kian positif dan berdampak besar pada target capaian kunjungan wisman pada 2024,” ujar Made.

Tidak hanya kunjungan wisman, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Januari hingga November 2024 juga menunjukkan kinerja yang baik. Tercatat pergerakan wisnus pada Januari hingga November 2024 mencapai 920 juta perjalanan atau meningkat 22,81 persen dibanding periode yang sama di tahun 2023.

Kemenpar melalui kedeputian bidang pemasaran, dijelaskan Made, sebelumnya telah memaksimalkan program-program pemasaran utamanya selama periode Oktober hingga Desember yang merupakan masa transisi dari nomenklatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi dua entitas yakni Kementerian Pariwisata (KemenPar) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf).

Di antaranya keikutsertaan dalam ajang bursa pariwisata terbesar kedua di dunia, yakni World Travel Market (WTM) London yang berlangsung pada November 2024. Selain keikutsertaan di WTM London, program pemasaran dan branding pariwisata Indonesia juga dilangsungkan di Kanada, Australia, Tiongkok, dan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura serta memaksimalkan cross border tourism di Batam dan Bintan.

Kemenpar juga telah menjalankan program pemasaran kolaboratif dengan berbagai pihak melalui penyelenggaraan familiarization trip dan kampanye Wonderful Indonesia melalui kanal digital yang diharapkan dapat memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia sehingga akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

Sementara untuk wisatawan nusantara, program yang dijalankan adalah kegiatan promosi dan pemasaran yang bekerja dengan berbagai pihak. Mulai dari mitra co-branding Wonderful Indonesia, pemerintah daerah, kerja sama terpadu dengan industri, Di Indonesia Aja Travel Fair, dan lainnya.

Selain itu juga memaksimalkan program-program pemasaran desa wisata seperti Beti Dewi, Senandung Dewi, serta tidak ketinggalan paket wisata 3B (Banyuwangi, Bali Barat, Bali Utara), dan lainnya.

“Tahun 2025 ini Kemenpar akan memaksimalkan program pemasaran pariwisata dengan memperhatikan tren baru dalam berwisata 2025, misalnya liburan ke tempat-tempat yang belum terkenal (off-the beaten-track), wisata pengalaman (experiential tourism), wisata minat khusus, termasuk gastronomy dan luxury tourism, yang diharapkan dapat berdampak maksimal pada pencapaian target sektor pariwisata,” pungkas Made.***

Resmikan AI Center Pertama di Indonesia, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Dukung Ketahanan Pangan

METRO CEPU – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, meresmikan AI Center dan Data Center Universitas Brawijaya (UB), yang menjadi salah satu pusat kecerdasan buatan pertama di lingkungan universitas di Indonesia.

Peresmian AI Center pertama di Indonesia ini menandai langkah strategis UB dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Menkomdigi Meutya Hafid mengapresiasi inisiatif UB yang cepat merespons perkembangan teknologi AI, khususnya di Indonesia.

“Hari ini, kita menyaksikan peresmian AI Center dan Data Center Universitas Brawijaya, yang diharapkan menjadi pusat inovasi AI di Indonesia. Salah satu fokus penting adalah aplikasi AI untuk mendukung ketahanan pangan, yang menjadi prioritas nasional,” ujarnya.

Melansir dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran teknologi AI dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Fasilitas AI Center UB diharapkan dapat dimanfaatkan oleh petani dan peternak di seluruh Indonesia. Teknologi ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, sehingga membantu kita mencapai target swasembada pangan,” jelasnya.

Menkomdigi juga menyatakan komitmen kementeriannya dalam mendukung perguruan tinggi yang aktif menghadapi tantangan era AI.

“Kami bangga dan akan terus memberikan dukungan kepada universitas yang menjadi mitra strategis pemerintah. Kolaborasi ini sangat penting untuk mempersiapkan Indonesia di era kecerdasan buatan,” tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyebut peresmian ini sebagai hari bersejarah bagi UB.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Ibu Menteri Meutya Hafid. Keberadaan AI Center ini tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga mempercepat pengembangan talenta digital di Indonesia,” ujarnya.

Ke depan, UB akan menjalin kerja sama dengan mitra global dan nasional untuk mengembangkan pelatihan berbasis AI. “Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melahirkan generasi yang kompeten di bidang teknologi. Mohon arahan dan dukungan untuk mewujudkan visi ini,” imbuhnya.

AI Center UB dilengkapi dengan fasilitas teknologi terkini yang memungkinkan penelitian dan pengembangan aplikasi AI di berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, dan kesehatan. Inisiatif ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan digital dan meningkatkan daya saing Indonesia di era global.

Dengan peresmian AI Center ini, UB tidak hanya memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era kecerdasan buatan.***

Berita Cepu, Blora, Bojonegoro dan Sekitarnya