Arsip Kategori: Peristiwa

Karyawan BPR BKK Cabang Kedungtuban Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Pasang Tiang Bendera

METRO CEPU – Insiden kecelakaan kerja menimpa empat orang pria di halaman Kantor BPR BKK Cabang Kedungtuban, Kabupaten Blora, Senin 9 Februari 2026, sore.

Keempat korban terpental dan mengalami luka bakar serius setelah tiang bendera besi yang mereka dirikan oleng dan mengenai kabel jaringan listrik tegangan tinggi milik PLN.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Adapun para korban yang merupakan karyawan kantor tersebut diketahui berinisial RDY 39 tahun, warga Kecamatan Kradenan, PRA 26 tahun, warga Kecamatan Blora, N 53 tahun, warga Kecamatan Cepu, serta seorang warga sipil berinisial CB 40 tahun, asal Kecamatan Kedungtuban yang saat itu berada di lokasi untuk menjemput istrinya.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, melalui Kapolsek Kedungtuban Iptu Hadi Setyo P, menjelaskan, kejadian bermula saat para korban berupaya mendirikan kembali tiang bendera setinggi 15 meter yang sebelumnya diturunkan karena tali nilonnya putus.

“Awalnya dua orang karyawan berusaha menaikkan tiang bendera tersebut. Kemudian dua orang lainnya datang membantu karena tiang pipa besi itu cukup berat,” kata dia.

Namun, saat proses menaikkan, tiang tersebut oleng dan menempel pada kabel PLN tegangan tinggi yang melintas di depan kantor.

Seketika, arus listrik berkekuatan besar merambat melalui pipa besi tersebut. Keempat korban tersengat hingga terpental ke lantai.

Warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dengan melarikan para korban ke Puskesmas Kedungtuban.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Korban RDY mengalami luka bakar di telapak tangan hingga pergelangan, sementara korban CB mengalami luka di bagian kepala, bahu, serta pergelangan kaki.

Korban N dilaporkan mengalami luka robek di kepala sepanjang 9 cm, dan korban PRA mengalami luka bakar di bagian tangan serta kaki.

Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa luka-luka yang diderita murni akibat sengatan listrik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.

“Karena kondisi luka bakar yang memerlukan penanganan khusus, pada pukul 18.30 WIB, keempat korban dirujuk ke RSUD Cepu untuk mendapatkan perawatan lebih intensif,” ujar Kapolsek.

Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa tiang bendera pipa besi serta tali nilon hijau.

Jarak antara posisi berdiri tiang dengan jaringan listrik diketahui hanya sekitar 2 meter, yang dinilai sangat rawan jika terjadi kemiringan pada tiang saat proses pemasangan. (red)

Polres Blora Buka Suara Kebakaran Sumur Minyak di Gandu

METRO CEPU – Polres Blora buka suara, terhadap dugaan kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Selasa (06/01/2026).

“Ada kebakaran, disana itu (TKP) ada beberapa bull (penampungan minyak). Jadi itu terbakar, oleh warga dipadamkan. Kita juga datang, dari BPBD dan saat ini sudah padam,” ujar Wakapolres, Kompol Slamet Riyanto saat ditemui seusai mendatangi lokasi kejadian.

Wakapolres mengungkapkan di TKP terdapat belasan Bull yang masih berada di lokasi, dan masih dalam tahap penyelidikan.

“Ada 17 bull, yang masih ada disana. Entah terbakar atau tidak masih di cek anggota,” katanya.

Dikatakan, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran. Sehingga sumber api yang mengakibatkan kebakaran belum dapat disimpulkan.

“Makanya yang dari bull itu apakah berisi minyak ataukan minyak mentah itu rekan-rekan masih dilapangan, nanti akan di cek. Apakah itu memang minyak bekas, atau memang minyak baru,” terangnya.

“Karena disana juga dulu juga ada rembesan-rembesan bekas-bekas sumur lama,” sambungnya.

Diungkapkan, lokasi kebakaran berdekatan dengan permukiman warga, dan terletak tidak jauh dari lokasi kebakaran pada 17 Agustus 2025, yang telah menewaskan 5 warga setempat dengan salah satunya adalah seorang balita.

“Yang terbakar kemarin itu yang diatas. Ini kurang lebih 200 sampai 300 meter, perkiraan saja ya. Ke arah kiri kalau kita jalan ke sana,” ujarnya.

“(Lokasi kebakaran) Berdekatan dengan rumah warga, pemukiman. Jarak sekitar 20-30 meter,” sambung Kompol Slamet.

Kebakaran Penampungan Minyak Sumur Tua Ilegal Desa Gandu Diduga Dari Alkon

METRO CEPU – Kebakaran hebat yang terjadi di lokasi sumur minyak tua illegal di Desa Gandu Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora pada Selasa (6/1/2026) sore diduga kuat berasal dari alkon yang konslet.

Menurut sumber terpercaya, peristiwa tersebut terjadi di penampungan minyak mentah di area sumur minyak.

” Ada 10 bul berisi minyak mentah yang terbakar. Kebakaran tersebut terjadi saat warga akan memindahkan minyak mentah dari bul kedalam deriken yang akan dibawa ke penampungan utama dengan alkon bahan bakar bensin. Kemungkinan alkon konslet,” ujarnya.

Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan 1 jam kemudian. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Lagi, Sumur Minyak Tua Ilegal Gandu Terbakar dan Terdengar Suara Ledakan

METRO CEPU – Kebakaran yang diduga kuat berasal dari aktifitas sumur minyak tua ilegal di Desa Gandu Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora kembali terjadi, Selasa (6/1/2026) sekira pukul 15.45 WIB.

Api tampak membumbung tinggi dan mengeluarkan asap hitam. Lokasi kebakaran kali ini tidak jauh dari lokasi kebakaran sumur minyak tua yang pada bulan Agustus 2025 terbakar dan menelan korban jiwa sebanyak 4 orang meninggal dunia.

Menurut salah satu warga, sempat terjadi suara ledakan. Sehingga membuat warga berlari ketakutan.

” Sempat terdengar suara ledakan dan suara kemratak. Keluarga kami sempat ketakutan,” ujar warga saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (6/1/2026).

Diketahui, keberadaan sumur minyak tua illegal di Gandu berada di wilayah kerja Pertamina Hulu Energi Randugunting. Kuat dugaan sumur-sumur minyak tersebut masih beroperasional dan hasilnya dijual secara ilegal kebeberapa wilayah baik Blora maupun luar Blora. Belum diketahui penyebab dan korban akibat peristiwa tersebut.

Sampai berita ini direlease, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Diterjang Angin Puting Beliung, Tujuh Rumah Warga Sumberejo Randublatung Roboh

METRO CEPU – Bencana angin puting beliung menerjang Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada Minggu 28 Desember malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, tujuh rumah warga dilaporkan roboh dengan total kerugian materi ratusan juta rupiah.

Kasi Trantib Kecamatan Randublatung, Sugiyanto, menyampaikan, rumah warga yang terdampak berada di beberapa dukuh di Desa Sumberejo, yakni Dukuh Nglego, Ngadirejo, Sumbererdjo, dan Jali. Ketujuh pemilik rumah tersebut antara lain Tamini, Saimin, Suwito, Ngadiran, Rohan Alfiansah, Slamet Riyanto, dan Purwati.

“Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut dan menyebabkan bangunan rumah, yang mayoritas berbahan kayu dengan konstruksi sederhana, tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya roboh,” ujar Sugiayanto.

Sebelumnya, Kepala Desa Sumberejo, Kusnan, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Randublatung. Mendapatkan laporan itu, Petugas dari Polsek Randublatung, Satpol PP dan Damkar Kecamatan Randublatung, perangkat desa, serta relawan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materi akibat rumah roboh ditaksir cukup besar. Rumah milik Saimin dan Rohan Alfiansah masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp100 juta, disusul rumah Suwito sekitar Rp90 juta.

Sementara rumah warga lainnya mengalami kerugian bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta.***

Kebakaran Rumah di Ngelo Cepu, Api Diduga Berasal dari Kulkas, Kerugian Capai Rp150 Juta

METRO CEPU – Kebakaran hebat melanda rumah warga di Jalan Sorogo RT 05 RW VI, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Minggu 28 Desember 2025 malam.

Peristiwa tersebut menghanguskan rumah kayu milik Raji, berikut perabot rumah tangga dan satu unit sepeda motor.

Berdasarkan laporan kejadian kebakaran, evakuasi, dan penyelamatan tahun 2025 yang disampaikan Kasi Tantib Kecamatan Cepu, Listiyo Winarno, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.50 WIB.

“Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar rumah,” ujar Listiyo Winarno.

Kebakaran Rumah di Ngelo Cepu Api Diduga Berasal dari Kulkas Kerugian Capai Rp150 Juta 2

Menurut keterangan korban, sebelum sampai di warung, ia mendapat telepon dari istrinya yang mengabarkan munculnya api dari bagian atas kulkas.

“Raji segera kembali ke rumah, namun api sudah terlanjur membesar saat ia tiba di lokasi,” ujar pria ramah ini.

Mendapat laporan adanya kebakaran, Pos Pemadam Kebakaran Cepu langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas berangkat pukul 20.50 WIB dan tiba sekitar 21.00 WIB.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran Pos Cepu, dibantu Tim Damkar PPSDM, Pertamina, serta suplai air dari relawan Lintas Cepu Milenial (LCM).

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp150 juta, meliputi satu unit rumah kayu, perabot rumah tangga, dan satu unit sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.***

8 Santriwati Ponpes Al Ma’un Blora Terseret Arus Sungai Lusi Ditemukan, 5 Meninggal Dunia

METRO CEPU – Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta para relawan berhasil menemukan korban terakhir dari delapan santriwati Ponpes Al Ma’un Blora yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran sungai Lusi Kabupaten Blora.

Selama dua hari pencarian, Jumat (12/12/2025) sore, harapan yang sempat menggantung di sepanjang bantaran sungai itu harus berujung duka. Dari delapan santriwati, tiga berhasil ditemukan selamat, sementara lima lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tiga santriwati yang selamat ditemukan tersangkut di rumpun bambu, berpegangan pada apa saja yang mampu menahan derasnya arus.

Sementara itu, lima korban lain ditemukan tak bernyawa di sejumlah titik sepanjang Sungai Lusi, sebagian berjarak cukup jauh dari lokasi awal mereka dilaporkan terseret.

Tragedi ini bermula dari aktivitas yang biasa dilakukan anak-anak bantaran sungai: mencari kerang. Delapan santriwati Ponpes Al Ma’un Blora siang itu berada di sekitar aliran Sungai Lusi.

Namun, kebiasaan yang tampak sederhana berubah menjadi petaka ketika salah satu santri terpeleset ke bagian sungai yang dalam.

Tujuh teman lainnya yang panik refleks berusaha menolong. Arus sungai yang mendadak deras dan kedalaman air yang tak terduga membuat mereka justru ikut terseret, satu per satu, tanpa sempat menyelamatkan diri.

Sejak kejadian itu, Sungai Lusi menjadi saksi kerja tanpa henti tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta para relawan. Penyisiran dilakukan dari hulu hingga hilir, menyusuri aliran sungai, menembus rimbunnya bambu dan derasnya arus air.

Titik terang muncul ketika seorang warga yang tengah memotong bambu menemukan sesosok jenazah santriwati, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan itu menjadi awal terungkapnya keberadaan korban lain dan mempercepat proses evakuasi.

Seluruh korban meninggal dunia kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Blora. Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menyampaikan bahwa proses visum dan identifikasi segera dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Setelah visum selesai, kelima jasad korban kami serahkan kepada orang tua masing-masing untuk dibawa pulang dan dimakamkan,” ujarnya.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, Mulyowati juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kerja keras tim selama dua hari, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan,” pungkasnya.

Sungai Lusi Blora pun kembali mengalir tenang. Namun, bagi keluarga korban dan warga sekitar, aliran itu kini menyimpan cerita duka yang tak mudah dilupakan.***

Terkait Berita Dugaan Solar Subsidi Untuk Alat Berat Proyek Jalan Jepon Bogorejo, PT Bumi Sarana Makmur: Itu Tidak Benar

METRO CEPU – Pemberitaan media online terkait dugaan penggunaan bahan bakar minyak subsidi jenis solar untuk alat berat proyek peningkatan Jalan Jepon–Bogorejo, Kabupaten Blora sampai perbatasan Kabupaten Tuban, yang dikerjakan PT. Bumi Sarana Makmur, dinilai tidak benar.

Hal tersebut disampaikan Project Manager (PM) PT. Bumi Sarana Makmur, Arif Sutiyono saat ditemui wartawan, pada Jumat , 7 November 2025.

Arif memberikan klarifikasinya bahwa, berita media online yang mengatakan pihaknya diduga menggunakan BBM bersubsidi jenis solar untuk bahan bakar alat berat itu tidaklah benar.

Arif menjelaskan bahwa solar yang digunakan untuk alat berat tersebut, menggunakan solar industri yang dibeli dari suplier resmi dari Semarang. Pihaknya juga menyimpan dokumen nota pembeliannya.

“Pemberitaan-pemberitaan yang beredar itu tidak benar. Kami beli BBM industri dari suplier resmi dan kami ada bukti lampuran nota pembeliaannya. Boleh di cek,” ujar Arif sambil menunjukkan bukti dokumen pembelian solar industri kepada wartawan.

Arif juga menyayangkan pemberitaan yang beredar beberapa hari ini dirasa kurang tepat dan tidak sesuai fakta yang ada dan berpotensi merugikan perusahaan.

” Berita tersebut jelas merugikan perusahaan. Kita senantiasa menggunakan prosedur yang benar,” pungkasnya.

Diketahui proyek peningkatan Jalan Jepon-Bogorejo dari Kementerian Pekerjaan Umum tersebut menelan anggaran senilai Rp19,5 Milyar dengan volume pekerjaan sepanjang 4,8 kilometer.