METRO CEPU – Memasuki Bulan Puasa, pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora mulai melakukan penyesuaian.
Di Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, mekanisme pembagian menu mengalami perubahan signifikan guna mengantisipasi libur panjang dan kebutuhan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
Pantauan media di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sambong 1, ditemukan keunikan dalam pendistribusian paket MBG, Kamis 19 Februari 2026.
Berbeda dari hari biasanya yang menyajikan makanan siap santap, kali ini para penerima manfaat mendapatkan paket berisi bahan pangan kering.
Seorang warga penerima manfaat yang ditemui usai mengambil jatahnya membawa paket berisi tiga kotak susu UHT, dua buah jeruk, sebungkus kurma, serta tiga bungkus roti.
Saat dikonfirmasi mengenai isi paket yang cenderung banyak, ia mengungkapkan bahwa jatah tersebut diperuntukkan untuk konsumsi tiga hari ke depan.
“Ini menu untuk tiga hari, Pak,” ujar wanita yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.
Dikonfirmasi, Ahli Gizi yang bertugas di SPPG Sambong 1 Mita, membenarkan adanya modifikasi menu tersebut. Menurutnya, perubahan ini adalah bentuk adaptasi program memasuki bulan puasa serta mengakomodasi hari libur.
“Menu ini tetap memenuhi komposisi gizi yang dianjurkan. Ada karbohidrat dari roti, serat dari buah dan kurma, protein dari susu, serta lemak,” jelas Mita saat ditemui di lokasi.
Terkait potensi ketahanan pangan, Mita memastikan paket tersebut relatif aman dikonsumsi dalam kurun waktu yang ditentukan. Hal ini dikarenakan paket didesain sebagai “menu kering” atau non-basah.
“Menu relatif aman karena berupa paket keringan. Buah diberikan secara utuh. Yang terpenting, penerima manfaat harus menghindarkan paket dari paparan panas berlebihan agar kualitasnya tetap terjaga hingga dikonsumsi,” tambahnya.
Meski secara teknis dinyatakan aman, di kalangan warga muncul beragam reaksi. Seorang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengomentari keseragaman menu yang diterimanya.
“Lha ini menunya kok sama terus untuk tiga hari, itu-itu saja,” tuturnya sambil bergurau. “Apa wilayah lain juga sama, Pak, menunya?” tanyanya lebih lanjut.
Seorang warga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan program ini, mengingat di berbagai daerah lain sempat terjadi kasus keracunan massal usai konsumsi makanan program serupa.
“Harusnya program MBG ini ya hati-hati. Jangan sampai menunya seperti itu, diberikan sekarang untuk tiga hari ke depan. Khawatir kalau penyimpanannya tidak tepat,” pungkasnya. (red)

